<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lima Teori Kecelakaan Pesawat Mesir yang Hilang Misterius</title><description>HAMPIR 24 jam berlalu, pesawat Mesir yang hilang misterius belum juga ditemukan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/20/18/1393159/lima-teori-kecelakaan-pesawat-mesir-yang-hilang-misterius</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/20/18/1393159/lima-teori-kecelakaan-pesawat-mesir-yang-hilang-misterius"/><item><title>Lima Teori Kecelakaan Pesawat Mesir yang Hilang Misterius</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/20/18/1393159/lima-teori-kecelakaan-pesawat-mesir-yang-hilang-misterius</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/20/18/1393159/lima-teori-kecelakaan-pesawat-mesir-yang-hilang-misterius</guid><pubDate>Jum'at 20 Mei 2016 08:08 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/20/18/1393159/lima-teori-kecelakaan-pesawat-mesir-yang-hilang-misterius-XJW6tGFGDm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Airbus A330. (Foto: Planet Spotters Net)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/20/18/1393159/lima-teori-kecelakaan-pesawat-mesir-yang-hilang-misterius-XJW6tGFGDm.jpg</image><title>Ilustrasi. Airbus A330. (Foto: Planet Spotters Net)</title></images><description>HAMPIR 24 jam berlalu, pesawat Mesir yang hilang misterius belum juga ditemukan. Jangankan mengetahui nasib 66 penumpangnya, puing-puingnya saja hingga kini masih dalam tanda tanya besar. Demikian pula dengan penyebab kecelakannya.
Banyak spekulasi bermunculan mengenai penyebab hilangnya pesawat Air Bus A320 itu dari radar sekira pukul 02.45 waktu Mesir kemarin. Namun tidak satupun di antara negara-negara yang ikut mencari, yakni Prancis, Yunani, Amerika Serikat dan Mesir sendiri, dapat memastikan penyebab jatuhnya Egypt Air MS804 dari ketinggian 15 ribu kaki di atas Bumi.
Disitat dari Mirror, Jumat (20/5/2016), ada lima teori yang kemungkinan besar menjelaskan kepergian pesawat jurusan Paris-Kairo itu secara mendadak dari radar.
Pertama, pesawat dibajak oleh teroris. Sebagai kelanjutan dari teror Paris, sebuah bom bisa jadi telah ditaruh sebelumnya di bandara Charles de Gaulle di Paris. Namun teori ini dianggap paling tidak mungkin karena sistem keamanan bandara internasional itu sudah diperketat sejak 13 November 2015.
Prediksi kedua, ada hulu ledak yang lebih rumit dan muktahir ditaruh di Kairo pada dua waktu yang berbeda. Bom pertama diledakkan berdekatan waktunya saat pesawat hendak lepas landas. Tekanan barometernya mulai bergerak ketika mendarat di Paris. Ketika tekanan meningkat pada posisi pesawat mengudara di atas Laut Mediterania, bom waktu kedua bekerja, menyebabkan ledakan sedahsyat yang terjadi pada bencana Lockerbie.Kemungkinan ketiga ialah kesalahan teknis. Namun pakar penerbangan  Gerard Feldzer menjelaskan, sangat kecil kemungkinan pesawat itu  mengalami masalah pada mesinnya.
&amp;ldquo;Itu kapal baru, insidennya juga terjadi di tengah-tengah  penerbangan, pada kondisi yang sangat stabil. (Saya rasa) kualitas  perawatan dan pesawat tersebut tidak perlu dipertanyakan dalam kasus  ini,&amp;rdquo; terang dia.
Keempat, kecelakaan bisa saja terjadi akibat situasi lalu lintas  udara yang sedang padat. Seperti diketahui, pada lintasan udara yang  sama saat kejadian, banyak pesawat militer dari negara lain juga sedang  berseliweran. Di antaranya, pasukan udara Rusia, Suriah, Inggris,  Amerika Serikat dan Arab Saudi.
Teori terakhir, ada penumpang atau kru yang membawa bom dan meledakkan diri saat pesawat sudah melayang di angkasa.
Isu terorisme menjadi pembahasan sentral penyebab jatuhnya Egypt Air.  Apalagi setelah pengelola jaringan lalu lintas udara (Eurocontrol)  mengatakan, tidak ada masalah cuaca pada saat kontak dengan pesawat  tersebut menghilang dari radar.</description><content:encoded>HAMPIR 24 jam berlalu, pesawat Mesir yang hilang misterius belum juga ditemukan. Jangankan mengetahui nasib 66 penumpangnya, puing-puingnya saja hingga kini masih dalam tanda tanya besar. Demikian pula dengan penyebab kecelakannya.
Banyak spekulasi bermunculan mengenai penyebab hilangnya pesawat Air Bus A320 itu dari radar sekira pukul 02.45 waktu Mesir kemarin. Namun tidak satupun di antara negara-negara yang ikut mencari, yakni Prancis, Yunani, Amerika Serikat dan Mesir sendiri, dapat memastikan penyebab jatuhnya Egypt Air MS804 dari ketinggian 15 ribu kaki di atas Bumi.
Disitat dari Mirror, Jumat (20/5/2016), ada lima teori yang kemungkinan besar menjelaskan kepergian pesawat jurusan Paris-Kairo itu secara mendadak dari radar.
Pertama, pesawat dibajak oleh teroris. Sebagai kelanjutan dari teror Paris, sebuah bom bisa jadi telah ditaruh sebelumnya di bandara Charles de Gaulle di Paris. Namun teori ini dianggap paling tidak mungkin karena sistem keamanan bandara internasional itu sudah diperketat sejak 13 November 2015.
Prediksi kedua, ada hulu ledak yang lebih rumit dan muktahir ditaruh di Kairo pada dua waktu yang berbeda. Bom pertama diledakkan berdekatan waktunya saat pesawat hendak lepas landas. Tekanan barometernya mulai bergerak ketika mendarat di Paris. Ketika tekanan meningkat pada posisi pesawat mengudara di atas Laut Mediterania, bom waktu kedua bekerja, menyebabkan ledakan sedahsyat yang terjadi pada bencana Lockerbie.Kemungkinan ketiga ialah kesalahan teknis. Namun pakar penerbangan  Gerard Feldzer menjelaskan, sangat kecil kemungkinan pesawat itu  mengalami masalah pada mesinnya.
&amp;ldquo;Itu kapal baru, insidennya juga terjadi di tengah-tengah  penerbangan, pada kondisi yang sangat stabil. (Saya rasa) kualitas  perawatan dan pesawat tersebut tidak perlu dipertanyakan dalam kasus  ini,&amp;rdquo; terang dia.
Keempat, kecelakaan bisa saja terjadi akibat situasi lalu lintas  udara yang sedang padat. Seperti diketahui, pada lintasan udara yang  sama saat kejadian, banyak pesawat militer dari negara lain juga sedang  berseliweran. Di antaranya, pasukan udara Rusia, Suriah, Inggris,  Amerika Serikat dan Arab Saudi.
Teori terakhir, ada penumpang atau kru yang membawa bom dan meledakkan diri saat pesawat sudah melayang di angkasa.
Isu terorisme menjadi pembahasan sentral penyebab jatuhnya Egypt Air.  Apalagi setelah pengelola jaringan lalu lintas udara (Eurocontrol)  mengatakan, tidak ada masalah cuaca pada saat kontak dengan pesawat  tersebut menghilang dari radar.</content:encoded></item></channel></rss>
