<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur Okinawa Ingin Bicarakan Pembunuhan Wanita Jepang dengan Obama</title><description>Minta bicara dengan Obama, Gubernur Okinawa ingin pastikan tak ada lagi warga Jepang yang jadi korban pemerkosaan dan pembunuhan tentara AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/23/18/1395662/gubernur-okinawa-ingin-bicarakan-pembunuhan-wanita-jepang-dengan-obama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/23/18/1395662/gubernur-okinawa-ingin-bicarakan-pembunuhan-wanita-jepang-dengan-obama"/><item><title>Gubernur Okinawa Ingin Bicarakan Pembunuhan Wanita Jepang dengan Obama</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/23/18/1395662/gubernur-okinawa-ingin-bicarakan-pembunuhan-wanita-jepang-dengan-obama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/23/18/1395662/gubernur-okinawa-ingin-bicarakan-pembunuhan-wanita-jepang-dengan-obama</guid><pubDate>Senin 23 Mei 2016 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/23/18/1395662/gubernur-okinawa-ingin-bicarakan-pembunuhan-wanita-jepang-dengan-obama-GPw3LpTIJR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Prefektur Okinawa, Takeshi Onaga (Foto: Kimimasa Mayama/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/23/18/1395662/gubernur-okinawa-ingin-bicarakan-pembunuhan-wanita-jepang-dengan-obama-GPw3LpTIJR.jpg</image><title>Gubernur Prefektur Okinawa, Takeshi Onaga (Foto: Kimimasa Mayama/REUTERS)</title></images><description>TOKYO &amp;ndash; Di sela pertemuan G7 di Pulau Kashiko pada Kamis, 26 Mei 2016 mendatang, Gubernur Prefektur Okinawa, Takeshi Onaga ingin mengajukan permintaan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama.
Bukan membahas soal kerja sama bisnis atau ekonomi di Okinawa, melainkan membahas tentang perlunya perhatian dan kebijakan Obama, terkait keberadaan Pangkalan Udara Kadena yang digunakan AS di Okinawa.
Gubernur Onaga mencetuskan niat ini, setelah belum lama mencuat kasus pemerkosaan dan pembunuhan wanita Jepang yang dilakukan seorang veteran Marinir AS yang bekerja di Pangkalan Kadena.

Sebagai Gubernur Okinawa yang menjadi rumah bagi mayoritas basis militer AS, saya ingin bicara langsung dengan Presiden Obama, demi melindungi keselamatan dan properti para warga kami,&amp;rdquo; tutur Onaga, dilansir Sputnik, Senin (23/5/2016).Sebelumnya juga sedianya banyak laporan kasus pemerkosaan dari para  personel militer AS terhadap para wanita Jepang, hingga menimbulkan  gelombang unjuk rasa besar-besaran.
Terbaru, warga Okinawa dihebohkan dengan kasus pemerkosaan dan  pembunuhan seorang gadis Jepang berusia 20 tahun, Rina Shimabukuro yang  belakangan, diketahui dilakukan mantan Marinir AS, Kenneth Franklin  Shinzato (32).
Kronologinya berawal pada 28 April 2016 lalu, sekira pukul  delapan malam. Di saat itulah pacar sang korban terakhir kali menerima  komunikasi pesan singkat dengan Rina yang kala itu, tengah dalam  perjalanan pulang kerja.
Tapi di perjalanan pulang yang sedianya sudah tak jauh dari  apartemen Rina, sang korban diperkosa. Setelah itu pelaku membekap dan  kemudian menikam Rina hingga tewas.

Jasad korban lalu dimasukkan ke dalam sebuah koper dan dibuang ke  sebuah area dekat Desa Onna. Polisi yang menerima laporan orang hilang  dari pacar korban, lalu melakukan pencarian dan menemukan jasad Rina tak  lama kemudian, setelah melacak data GPS dari telefon pintar korban.
Tapi baru pada Kamis, 19 Mei 2016 lalu, polisi menciduk dan  menahan Shinzato setelah polisi mengidentifikasi mobil pelaku dari  rekaman kamera CCTV di dekat apartemen korban.</description><content:encoded>TOKYO &amp;ndash; Di sela pertemuan G7 di Pulau Kashiko pada Kamis, 26 Mei 2016 mendatang, Gubernur Prefektur Okinawa, Takeshi Onaga ingin mengajukan permintaan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama.
Bukan membahas soal kerja sama bisnis atau ekonomi di Okinawa, melainkan membahas tentang perlunya perhatian dan kebijakan Obama, terkait keberadaan Pangkalan Udara Kadena yang digunakan AS di Okinawa.
Gubernur Onaga mencetuskan niat ini, setelah belum lama mencuat kasus pemerkosaan dan pembunuhan wanita Jepang yang dilakukan seorang veteran Marinir AS yang bekerja di Pangkalan Kadena.

Sebagai Gubernur Okinawa yang menjadi rumah bagi mayoritas basis militer AS, saya ingin bicara langsung dengan Presiden Obama, demi melindungi keselamatan dan properti para warga kami,&amp;rdquo; tutur Onaga, dilansir Sputnik, Senin (23/5/2016).Sebelumnya juga sedianya banyak laporan kasus pemerkosaan dari para  personel militer AS terhadap para wanita Jepang, hingga menimbulkan  gelombang unjuk rasa besar-besaran.
Terbaru, warga Okinawa dihebohkan dengan kasus pemerkosaan dan  pembunuhan seorang gadis Jepang berusia 20 tahun, Rina Shimabukuro yang  belakangan, diketahui dilakukan mantan Marinir AS, Kenneth Franklin  Shinzato (32).
Kronologinya berawal pada 28 April 2016 lalu, sekira pukul  delapan malam. Di saat itulah pacar sang korban terakhir kali menerima  komunikasi pesan singkat dengan Rina yang kala itu, tengah dalam  perjalanan pulang kerja.
Tapi di perjalanan pulang yang sedianya sudah tak jauh dari  apartemen Rina, sang korban diperkosa. Setelah itu pelaku membekap dan  kemudian menikam Rina hingga tewas.

Jasad korban lalu dimasukkan ke dalam sebuah koper dan dibuang ke  sebuah area dekat Desa Onna. Polisi yang menerima laporan orang hilang  dari pacar korban, lalu melakukan pencarian dan menemukan jasad Rina tak  lama kemudian, setelah melacak data GPS dari telefon pintar korban.
Tapi baru pada Kamis, 19 Mei 2016 lalu, polisi menciduk dan  menahan Shinzato setelah polisi mengidentifikasi mobil pelaku dari  rekaman kamera CCTV di dekat apartemen korban.</content:encoded></item></channel></rss>
