<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pyotr Veliky, Kapal Perang Nuklir Terbesar yang Kembali Melaut</title><description>Puasa melaut dua tahun, kapal perang nuklir terbesar dunia kembali berlayar &quot;menantang&quot; dominasi kapal-kapal induk AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/24/18/1395901/pyotr-veliky-kapal-perang-nuklir-terbesar-yang-kembali-melaut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/24/18/1395901/pyotr-veliky-kapal-perang-nuklir-terbesar-yang-kembali-melaut"/><item><title>Pyotr Veliky, Kapal Perang Nuklir Terbesar yang Kembali Melaut</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/24/18/1395901/pyotr-veliky-kapal-perang-nuklir-terbesar-yang-kembali-melaut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/24/18/1395901/pyotr-veliky-kapal-perang-nuklir-terbesar-yang-kembali-melaut</guid><pubDate>Selasa 24 Mei 2016 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/23/18/1395901/pyotr-veliky-kapal-perang-nuklir-terbesar-yang-kembali-melaut-Yoy5hu3YqL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal Perang &quot;Pyotr Veliky&quot; akan kembali melaut setelah absen dua tahun (Foto: Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/23/18/1395901/pyotr-veliky-kapal-perang-nuklir-terbesar-yang-kembali-melaut-Yoy5hu3YqL.jpg</image><title>Kapal Perang &quot;Pyotr Veliky&quot; akan kembali melaut setelah absen dua tahun (Foto: Wikipedia)</title></images><description>MOSKVA &amp;ndash; Amerika Serikat boleh saja mendominasi lautan dunia dengan memiliki kapal-kapal induk dan kapal-kapal serbu amfibi terbesar dunia. Namun Rusia masih punya kapal perang nuklir paling besar, battlecruiser &amp;ldquo;Pyotr Veliky&amp;rdquo;.
Kapal perang milik Angkatan Laut (AL) Rusia dari Armada Utara ini, acap digolongkan sebagai kapal perang atau battlecruiser, lantaran bobot dan &amp;ldquo;posturnya&amp;rdquo; yang melebihi skala kapal penjelajah berat dan sedikit di bawah kapal perang.
Status kelas kapal nuklir ini dimasukkan ke kategori &amp;ldquo;Kirov Class&amp;rdquo; dan menjadi satu-satunya setelah beberapa kapal serupa dipensiunkan, macam Kapal Admiral Ushakov, Admiral Lazarev dan Admiral Nakhimov (tengah direparasi).

Kapal Pyotr Veliky ini untuk kali pertama dalam dua tahun, akan kembali melaut. Flagship atau Kapal Komando Armada Utara itu akan menjalani latihan dan kesiapan teknis tempur di Laut Barents.Terakhir kali Kapal Pyotr Veliky berlayar adalah ketika mengarungi  Laut Mediterranean selama tujuh bulan antara tahun 2013 dan 2014 dan  setelah itu, belum pernah lagi Kapal Pyotr Veliky ditugasi misi atau  operasi lainnya.
&amp;ldquo;Ini pertama kalinya akan dijalani pelatihan laut dan pengecekan  misil penjelajah, setelah kesiapan teknis kapal telah dikembalikan  seperti sedia kala. Para kru Pyotr Veliky juga sudah melatih misi-misi  latihan dasar, pengecekan kesiapan persenjataan dan kapabilitas teknis  kapal untuk operasi di lautan,&amp;rdquo; ungkap pernyataan pers Armada Utara  Rusia.
&amp;ldquo;Para kru kapal penjelajah berat bersenjata misil ini akan  berlatih mengorganisasi setiap tugas di sepanjang perjalanan di Laut  Barents untuk beberapa hari. Latihan-latihan lain juga akan diadakan di  geladak untuk menyiapkan penerimaan (pendaratan) helikopter dan  pengangkutan persenjataan anti-kapal selam serta anti-udara,&amp;rdquo; lanjutnya,  dinukil Defence Talk, Selasa (24/5/2016).

Sedikit mengulik kapal yang mulai bertugas di AL Rusia sejak 18  April 1998 ini, bobot maksimalnya bisa mencapai 28 ribu ton dengan  panjang 252 meter. Kapal ini bisa berlayar dengan kecepatan maksimal 32  knot atau 59 kilometer per jam.Kapal yang punya helipad dan hangar dan bisa memuat tiga  helikopter  (Kamov Ka-27 &amp;ldquo;Helix&amp;rdquo; atau Kamov Ka-25 &amp;ldquo;Hormone&amp;rdquo;) di bagian  buritannya  ini, turut diperkuat pelat baja setebal 76 milimeter.
Selain itu, kapal nuklir ini juga dilengkapi berbagai sistem  sensor  dan radar canggih, seperti Vokshod MR-800 tiga dimensi, Fregat  MR-710  tiga dimensi, dua radar navigasi Palm Frond, serta sonar Horse  Tail  VDS.
Tentunya kapal ini juga memuat sejumlah persenjataan mutakhir  macam  20 Misil P-700 Granit, 128 misil anti-udara 3K95 &amp;ldquo;Kinzhal&amp;rdquo;, 96  misil  anti-udara S-300FM, 44 misil anti-udara OSA-MA, dua roket  RBU-1000,  peluncur roket RBU-12000, 10 torpedo 533 mm, dan senjata  anti-udara  Kashtan.

Di sisi lain, kapal bernomor lambung &amp;ldquo;099&amp;rdquo; ini dikabarkan akan  kembali  masuk galangan untuk dimodernisasi. Dari sumber internal  industri  perkapalan Rusia yang tak disebutkan namanya, Kapal Pyotr  Veliky akan  diperkuat beberapa persenjataan terbaru, termasuk misil  hypersonic Tsirkon pada jangka waktu 2019-2022 mendatang.</description><content:encoded>MOSKVA &amp;ndash; Amerika Serikat boleh saja mendominasi lautan dunia dengan memiliki kapal-kapal induk dan kapal-kapal serbu amfibi terbesar dunia. Namun Rusia masih punya kapal perang nuklir paling besar, battlecruiser &amp;ldquo;Pyotr Veliky&amp;rdquo;.
Kapal perang milik Angkatan Laut (AL) Rusia dari Armada Utara ini, acap digolongkan sebagai kapal perang atau battlecruiser, lantaran bobot dan &amp;ldquo;posturnya&amp;rdquo; yang melebihi skala kapal penjelajah berat dan sedikit di bawah kapal perang.
Status kelas kapal nuklir ini dimasukkan ke kategori &amp;ldquo;Kirov Class&amp;rdquo; dan menjadi satu-satunya setelah beberapa kapal serupa dipensiunkan, macam Kapal Admiral Ushakov, Admiral Lazarev dan Admiral Nakhimov (tengah direparasi).

Kapal Pyotr Veliky ini untuk kali pertama dalam dua tahun, akan kembali melaut. Flagship atau Kapal Komando Armada Utara itu akan menjalani latihan dan kesiapan teknis tempur di Laut Barents.Terakhir kali Kapal Pyotr Veliky berlayar adalah ketika mengarungi  Laut Mediterranean selama tujuh bulan antara tahun 2013 dan 2014 dan  setelah itu, belum pernah lagi Kapal Pyotr Veliky ditugasi misi atau  operasi lainnya.
&amp;ldquo;Ini pertama kalinya akan dijalani pelatihan laut dan pengecekan  misil penjelajah, setelah kesiapan teknis kapal telah dikembalikan  seperti sedia kala. Para kru Pyotr Veliky juga sudah melatih misi-misi  latihan dasar, pengecekan kesiapan persenjataan dan kapabilitas teknis  kapal untuk operasi di lautan,&amp;rdquo; ungkap pernyataan pers Armada Utara  Rusia.
&amp;ldquo;Para kru kapal penjelajah berat bersenjata misil ini akan  berlatih mengorganisasi setiap tugas di sepanjang perjalanan di Laut  Barents untuk beberapa hari. Latihan-latihan lain juga akan diadakan di  geladak untuk menyiapkan penerimaan (pendaratan) helikopter dan  pengangkutan persenjataan anti-kapal selam serta anti-udara,&amp;rdquo; lanjutnya,  dinukil Defence Talk, Selasa (24/5/2016).

Sedikit mengulik kapal yang mulai bertugas di AL Rusia sejak 18  April 1998 ini, bobot maksimalnya bisa mencapai 28 ribu ton dengan  panjang 252 meter. Kapal ini bisa berlayar dengan kecepatan maksimal 32  knot atau 59 kilometer per jam.Kapal yang punya helipad dan hangar dan bisa memuat tiga  helikopter  (Kamov Ka-27 &amp;ldquo;Helix&amp;rdquo; atau Kamov Ka-25 &amp;ldquo;Hormone&amp;rdquo;) di bagian  buritannya  ini, turut diperkuat pelat baja setebal 76 milimeter.
Selain itu, kapal nuklir ini juga dilengkapi berbagai sistem  sensor  dan radar canggih, seperti Vokshod MR-800 tiga dimensi, Fregat  MR-710  tiga dimensi, dua radar navigasi Palm Frond, serta sonar Horse  Tail  VDS.
Tentunya kapal ini juga memuat sejumlah persenjataan mutakhir  macam  20 Misil P-700 Granit, 128 misil anti-udara 3K95 &amp;ldquo;Kinzhal&amp;rdquo;, 96  misil  anti-udara S-300FM, 44 misil anti-udara OSA-MA, dua roket  RBU-1000,  peluncur roket RBU-12000, 10 torpedo 533 mm, dan senjata  anti-udara  Kashtan.

Di sisi lain, kapal bernomor lambung &amp;ldquo;099&amp;rdquo; ini dikabarkan akan  kembali  masuk galangan untuk dimodernisasi. Dari sumber internal  industri  perkapalan Rusia yang tak disebutkan namanya, Kapal Pyotr  Veliky akan  diperkuat beberapa persenjataan terbaru, termasuk misil  hypersonic Tsirkon pada jangka waktu 2019-2022 mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
