<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peluk Cium Bersejarah Islam dan Katolik di Vatikan</title><description>Paus Fransiskus I dan Imam Agung Masjid Al Azhar di Mesir Sheikh Ahmed al Tayeb bertukar peluk hangat dan kecupan di pipi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/24/18/1396656/peluk-cium-bersejarah-islam-dan-katolik-di-vatikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/24/18/1396656/peluk-cium-bersejarah-islam-dan-katolik-di-vatikan"/><item><title>Peluk Cium Bersejarah Islam dan Katolik di Vatikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/24/18/1396656/peluk-cium-bersejarah-islam-dan-katolik-di-vatikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/24/18/1396656/peluk-cium-bersejarah-islam-dan-katolik-di-vatikan</guid><pubDate>Selasa 24 Mei 2016 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/24/18/1396656/peluk-cium-bersejarah-islam-dan-katolik-di-vatikan-BUcwAIeC6M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paus Fransiskus I dan Imam Agung Masjid Al Azhar Sheikh Ahmed al Tayeb. (Foto: AFP/Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/24/18/1396656/peluk-cium-bersejarah-islam-dan-katolik-di-vatikan-BUcwAIeC6M.jpg</image><title>Paus Fransiskus I dan Imam Agung Masjid Al Azhar Sheikh Ahmed al Tayeb. (Foto: AFP/Getty Images)</title></images><description>VATIKAN &amp;ndash; Di tengah islamophobia yang semakin merebak dengan serangan teror di Paris dan Brussels, kedua pemuka agama paling berpengaruh di dunia bertemu. Mereka berpelukan dan mencium pipi satu sama lain di Vatikan, Roma, Italia.
Pertemuan antara Paus Fransiskus I dan Imam Agung Masjid Al Azhar di Mesir Sheikh Ahmed al Tayeb menjadi pertemuan bersejarah, setelah kedua rumah ibadah itu mengalami keretakan hubungan pada masa kepemimpinan Paus Benediktus XVI pada 2006.
&amp;ldquo;Pertemuan kami adalah pesan (perdamaian),&amp;rdquo; seru Paus Fransiskus I selaku tuan rumah, saat menyambut kedatangan Tayeb di gerejanya. Demikian yang disitat dari The Guardian, Selasa (24/5/2016).
Imam Agung Al Azhar menghabiskan waktu sekira 30 menit pertama di Vatikan dan melanjutkan lawatannya ke St Peter setengah jam berikutnya. Dari hasil tatap muka tersebut, keduanya sepakat menggelar konferensi damai dalam waktu dekat.
&amp;ldquo;Kita perlu mengambil sikap bersama dan bergandengan tangan untuk membawa kebahagiaan bagi umat manusia. Agama samawi diturunkan untuk membuat semua orang bahagia, bukan untuk menyebabkan kesukaran,&amp;rdquo; tegas Tayeb.
Kunjungan Tayeb ke Takhta Suci Vatikan dengan demikian menjadi momen kunci perbaikan hubungan antara kedua negara tersebut, yang sebenarnya sudah terjalin baik semasa Paus Yohanes Paulus II masih menjabat.
Paus Yohanes Paulus II terakhir kali bertemu dengan Imam Besar Al Azhar di Kairo pada 2000, setahun setelah serangan 11 September menghantam Menara Kembar World Trade Center (WTC) dan Pentagon milik Amerika Serikat. Titik balik yang memicu permusuhan besar-besaran antara negara Barat dan Dunia Islam.
Juru bicara Vatikan Federico Lombardi menambahkan, kedua pemimpin agama terbesar di dunia itu terutama membahas tentang sejumlah tantangan umum yang tengah dihadapi dunia dalam segi keimanan, baik oleh para pemuka agama maupun kaum beriman di seluruh dunia.
Keduanya juga setuju untuk bekerja sama membangun perdamaian dunia, menolak kekerasan dan terorisme, serta bersatu padu dalam menyikapi situasi konflik dan terorisme yang membahayakan umat Kristen di Timur Tengah.</description><content:encoded>VATIKAN &amp;ndash; Di tengah islamophobia yang semakin merebak dengan serangan teror di Paris dan Brussels, kedua pemuka agama paling berpengaruh di dunia bertemu. Mereka berpelukan dan mencium pipi satu sama lain di Vatikan, Roma, Italia.
Pertemuan antara Paus Fransiskus I dan Imam Agung Masjid Al Azhar di Mesir Sheikh Ahmed al Tayeb menjadi pertemuan bersejarah, setelah kedua rumah ibadah itu mengalami keretakan hubungan pada masa kepemimpinan Paus Benediktus XVI pada 2006.
&amp;ldquo;Pertemuan kami adalah pesan (perdamaian),&amp;rdquo; seru Paus Fransiskus I selaku tuan rumah, saat menyambut kedatangan Tayeb di gerejanya. Demikian yang disitat dari The Guardian, Selasa (24/5/2016).
Imam Agung Al Azhar menghabiskan waktu sekira 30 menit pertama di Vatikan dan melanjutkan lawatannya ke St Peter setengah jam berikutnya. Dari hasil tatap muka tersebut, keduanya sepakat menggelar konferensi damai dalam waktu dekat.
&amp;ldquo;Kita perlu mengambil sikap bersama dan bergandengan tangan untuk membawa kebahagiaan bagi umat manusia. Agama samawi diturunkan untuk membuat semua orang bahagia, bukan untuk menyebabkan kesukaran,&amp;rdquo; tegas Tayeb.
Kunjungan Tayeb ke Takhta Suci Vatikan dengan demikian menjadi momen kunci perbaikan hubungan antara kedua negara tersebut, yang sebenarnya sudah terjalin baik semasa Paus Yohanes Paulus II masih menjabat.
Paus Yohanes Paulus II terakhir kali bertemu dengan Imam Besar Al Azhar di Kairo pada 2000, setahun setelah serangan 11 September menghantam Menara Kembar World Trade Center (WTC) dan Pentagon milik Amerika Serikat. Titik balik yang memicu permusuhan besar-besaran antara negara Barat dan Dunia Islam.
Juru bicara Vatikan Federico Lombardi menambahkan, kedua pemimpin agama terbesar di dunia itu terutama membahas tentang sejumlah tantangan umum yang tengah dihadapi dunia dalam segi keimanan, baik oleh para pemuka agama maupun kaum beriman di seluruh dunia.
Keduanya juga setuju untuk bekerja sama membangun perdamaian dunia, menolak kekerasan dan terorisme, serta bersatu padu dalam menyikapi situasi konflik dan terorisme yang membahayakan umat Kristen di Timur Tengah.</content:encoded></item></channel></rss>
