<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dijatuhi Sanksi, Pengawasan Lion Air Harus Ditambah</title><description>Pengamat Penerbangan Dudi Sudibyo tak yakin dengan jatuhnya sanksi yang diberikan kepada Lion Air akan menimbulkan efek jera.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/24/337/1396126/dijatuhi-sanksi-pengawasan-lion-air-harus-ditambah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/24/337/1396126/dijatuhi-sanksi-pengawasan-lion-air-harus-ditambah"/><item><title>Dijatuhi Sanksi, Pengawasan Lion Air Harus Ditambah</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/24/337/1396126/dijatuhi-sanksi-pengawasan-lion-air-harus-ditambah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/24/337/1396126/dijatuhi-sanksi-pengawasan-lion-air-harus-ditambah</guid><pubDate>Selasa 24 Mei 2016 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Regina Fiardini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/24/337/1396126/dijatuhi-sanksi-pengawasan-lion-air-harus-ditambah-gPP7ozYHs3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/24/337/1396126/dijatuhi-sanksi-pengawasan-lion-air-harus-ditambah-gPP7ozYHs3.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Pengamat Penerbangan Dudi Sudibyo tak yakin dengan jatuhnya sanksi yang diberikan kepada Lion Air akan menimbulkan efek jera, terlebih maskapai itu sering kali berbuat masalah.

Bahkan, menurutnya, harus ada satu badan lagi yang dibuat untuk mengimplementasikan hukuman yang sudah dijatuhkan Kementerian Perhubungan.

&quot;Saya kira kurang tepat karena pengawasan nggak ada. Oke sanksi dijatuhkan, tapi Pemerintah bisa jamin nggak bahwa itu tidak terulang lagi? Mesti ada satu badan lagi yang mengawasi semuanya bahwa sanski dijatuhkan kemudian diimplementasikan oleh operatornya,&quot; kata Dudi saat dihubungi Okezone, di Jakarta, Senin (23/5/2016) malam.

Terkait sikap Lion Air yang mendatangi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri yang mempolisikan Dirjen Perhubungan Udara, Dudi melihat mungkin itu ada rasa ketidakadilan. Dimana, pihak Kementerian Perhubungan sudah menjatuhkan sanksi tanpa melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

&quot;Lion sampai ke Bareskrim ada merasa kekurangadilan dalam kasus kemarin itu. Pemerintah memang harus ngasih tindakan keras tapi seharusnya juga selidiki dulu dong masalahnya. Panggil mereka semua orang-orang yang terlibat hari itu kenapa bisa terjadi, tapi hadir semua baik manajemen lion air, ground handling dan juga otoritas yang dalam hal ini mengelola Soetta. Kasih tahu, selidiki kemudian jatuhi sanksi. Jadi ada peringatan dulu,&quot; ujarnya.

Diketahui, Lion Air JT 161 yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang salah menurunkan penumpang. Dimana penumpang internasional dibawa ke terminal domestik hingga muncul adanya dugaan penyelundupan. Dudi melihat, hal itu tampaknya memang akibat miskomunikasi antara pihak ATC dan sopir bus.

&quot;Murni itu salah komunikasi antara pihak ATC yang entah kenapa dia suruh parkir di domestik, salahnya lagi operator gropundhandling seharusnya sopir yang menjemput mestinya tau ini kan penerbangan internasional kenapa diantar ke domestik? Makanya saya mau lihat Pemerintah tuh menjamin bahwa tidak terulang insiden dan accident yang terjadi seperti ini. Bagaiamana? ya mesti ada pengawasan juga, mengawasi otoritasnya,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat Penerbangan Dudi Sudibyo tak yakin dengan jatuhnya sanksi yang diberikan kepada Lion Air akan menimbulkan efek jera, terlebih maskapai itu sering kali berbuat masalah.

Bahkan, menurutnya, harus ada satu badan lagi yang dibuat untuk mengimplementasikan hukuman yang sudah dijatuhkan Kementerian Perhubungan.

&quot;Saya kira kurang tepat karena pengawasan nggak ada. Oke sanksi dijatuhkan, tapi Pemerintah bisa jamin nggak bahwa itu tidak terulang lagi? Mesti ada satu badan lagi yang mengawasi semuanya bahwa sanski dijatuhkan kemudian diimplementasikan oleh operatornya,&quot; kata Dudi saat dihubungi Okezone, di Jakarta, Senin (23/5/2016) malam.

Terkait sikap Lion Air yang mendatangi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri yang mempolisikan Dirjen Perhubungan Udara, Dudi melihat mungkin itu ada rasa ketidakadilan. Dimana, pihak Kementerian Perhubungan sudah menjatuhkan sanksi tanpa melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

&quot;Lion sampai ke Bareskrim ada merasa kekurangadilan dalam kasus kemarin itu. Pemerintah memang harus ngasih tindakan keras tapi seharusnya juga selidiki dulu dong masalahnya. Panggil mereka semua orang-orang yang terlibat hari itu kenapa bisa terjadi, tapi hadir semua baik manajemen lion air, ground handling dan juga otoritas yang dalam hal ini mengelola Soetta. Kasih tahu, selidiki kemudian jatuhi sanksi. Jadi ada peringatan dulu,&quot; ujarnya.

Diketahui, Lion Air JT 161 yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang salah menurunkan penumpang. Dimana penumpang internasional dibawa ke terminal domestik hingga muncul adanya dugaan penyelundupan. Dudi melihat, hal itu tampaknya memang akibat miskomunikasi antara pihak ATC dan sopir bus.

&quot;Murni itu salah komunikasi antara pihak ATC yang entah kenapa dia suruh parkir di domestik, salahnya lagi operator gropundhandling seharusnya sopir yang menjemput mestinya tau ini kan penerbangan internasional kenapa diantar ke domestik? Makanya saya mau lihat Pemerintah tuh menjamin bahwa tidak terulang insiden dan accident yang terjadi seperti ini. Bagaiamana? ya mesti ada pengawasan juga, mengawasi otoritasnya,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
