<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selingkuhan Ibu Kandung, Ternyata Juga Mencabuli Kakak Korban</title><description>Kakaknya, EN, pernah mendapat perlakuan sama dari pelaku sebanyak dua kali di depan matanya sendiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/26/340/1398582/selingkuhan-ibu-kandung-ternyata-juga-mencabuli-kakak-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/26/340/1398582/selingkuhan-ibu-kandung-ternyata-juga-mencabuli-kakak-korban"/><item><title>Selingkuhan Ibu Kandung, Ternyata Juga Mencabuli Kakak Korban</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/26/340/1398582/selingkuhan-ibu-kandung-ternyata-juga-mencabuli-kakak-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/26/340/1398582/selingkuhan-ibu-kandung-ternyata-juga-mencabuli-kakak-korban</guid><pubDate>Kamis 26 Mei 2016 17:52 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/26/340/1398582/selingkuhan-ibu-kandung-ternyata-juga-mencabuli-kakak-korban-Pe0oD6gaCx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/26/340/1398582/selingkuhan-ibu-kandung-ternyata-juga-mencabuli-kakak-korban-Pe0oD6gaCx.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>LUBUKLINGGAU &amp;ndash; Pelaku pencabulan terhadap bocah S (4), warga Lubuklinggau, Sumatera Selatan, yang juga selingkuhan ibu kandungnya, ternyata juga melakukan hal yang sama kepada kakak korban berinsial EN (6).
Hal itu terungkap ketika S yang didampingi ayah kandungnya, JS, bercerita di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Lubuklinggau. Ia mengatakan, kakaknya, EN, pernah mendapat perlakuan sama dari pelaku sebanyak dua kali di depan matanya sendiri.
Namun, sang kakak enggan bercerita kepada ayahnya karena ketakutan. Korban, EN saat ini pindah ke rumah neneknya di salah satu desa di Kabupaten Musi Rawas, karena tidak tahan dengan perlakuan bejat selingkuhan ibunya tersebut.
JS, ayah korban meminta, pihak kepolisian segera menangkap pelaku pelecehan seksual yang saat ini masih berkeliaran. &quot; Sekarang anak pertama aku ikut neneknya di dusun, sedangkan S ikut bibinya di Linggau, aku berharap adanya keadilan,&quot; kata JS, Kamis (26/5/2016).
Sementara, Ketua KPAID Lubuklinggau, Abdul Hamim, menyayangkan lambanya penanganan kasus tersebut oleh pihak kepolisian. Keluarga korban melaporkan kasus ini pada 4 Mei lalu, korban dan saksi baru di BAP dan diperiksa pada 24 Mei. Sementara, terduga pelaku belum dipanggil untuk dimintai keterangan.
&quot;Ternyata kakak S ini pernah dua kali diduga dilecehkan oleh pelaku di depan korban sendiri,, tapi dia (kakaknya) tidak berani memberitahu ayah dan bibinya karena psikologisnya sudah terganggu. Kami khawatir, pelaku kabur, polisi harus cepat bergerak, kasihan keluarga korban,&quot; ujarnya.
Hamim menambahkan, korban, S rencananya akan dimasukan ke pondok pesantren guna perlindungan dan merawat, serta memfasilitasi korban untuk mendapat penguatan psikologi oleh psikolog KPAID.
Terpisah, Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Adhy Setiawan saat dikonfirmasi menegaskan pihaknya memang telah menerima laporan tersebut dan saat ini tengah mengumpulkan berkas-berkas.</description><content:encoded>LUBUKLINGGAU &amp;ndash; Pelaku pencabulan terhadap bocah S (4), warga Lubuklinggau, Sumatera Selatan, yang juga selingkuhan ibu kandungnya, ternyata juga melakukan hal yang sama kepada kakak korban berinsial EN (6).
Hal itu terungkap ketika S yang didampingi ayah kandungnya, JS, bercerita di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Lubuklinggau. Ia mengatakan, kakaknya, EN, pernah mendapat perlakuan sama dari pelaku sebanyak dua kali di depan matanya sendiri.
Namun, sang kakak enggan bercerita kepada ayahnya karena ketakutan. Korban, EN saat ini pindah ke rumah neneknya di salah satu desa di Kabupaten Musi Rawas, karena tidak tahan dengan perlakuan bejat selingkuhan ibunya tersebut.
JS, ayah korban meminta, pihak kepolisian segera menangkap pelaku pelecehan seksual yang saat ini masih berkeliaran. &quot; Sekarang anak pertama aku ikut neneknya di dusun, sedangkan S ikut bibinya di Linggau, aku berharap adanya keadilan,&quot; kata JS, Kamis (26/5/2016).
Sementara, Ketua KPAID Lubuklinggau, Abdul Hamim, menyayangkan lambanya penanganan kasus tersebut oleh pihak kepolisian. Keluarga korban melaporkan kasus ini pada 4 Mei lalu, korban dan saksi baru di BAP dan diperiksa pada 24 Mei. Sementara, terduga pelaku belum dipanggil untuk dimintai keterangan.
&quot;Ternyata kakak S ini pernah dua kali diduga dilecehkan oleh pelaku di depan korban sendiri,, tapi dia (kakaknya) tidak berani memberitahu ayah dan bibinya karena psikologisnya sudah terganggu. Kami khawatir, pelaku kabur, polisi harus cepat bergerak, kasihan keluarga korban,&quot; ujarnya.
Hamim menambahkan, korban, S rencananya akan dimasukan ke pondok pesantren guna perlindungan dan merawat, serta memfasilitasi korban untuk mendapat penguatan psikologi oleh psikolog KPAID.
Terpisah, Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Adhy Setiawan saat dikonfirmasi menegaskan pihaknya memang telah menerima laporan tersebut dan saat ini tengah mengumpulkan berkas-berkas.</content:encoded></item></channel></rss>
