<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nagasaki di Bawah Bayang-Bayang Hiroshima</title><description>Obama ziarah ke Hiroshima, tapi jangan lupakan Nagasaki yang juga jadi sasaran bom atom terakhir AS!</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/27/18/1398662/nagasaki-di-bawah-bayang-bayang-hiroshima</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/27/18/1398662/nagasaki-di-bawah-bayang-bayang-hiroshima"/><item><title>Nagasaki di Bawah Bayang-Bayang Hiroshima</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/27/18/1398662/nagasaki-di-bawah-bayang-bayang-hiroshima</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/27/18/1398662/nagasaki-di-bawah-bayang-bayang-hiroshima</guid><pubDate>Jum'at 27 Mei 2016 06:07 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/26/18/1398662/nagasaki-di-bawah-bayang-bayang-hiroshima-lGgzKbbfBr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kota Nagasaki yang rata dengan tanah pasca-dijatuhi bom atom &quot;Fat Man&quot; (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/26/18/1398662/nagasaki-di-bawah-bayang-bayang-hiroshima-lGgzKbbfBr.jpg</image><title>Kota Nagasaki yang rata dengan tanah pasca-dijatuhi bom atom &quot;Fat Man&quot; (Foto: AFP)</title></images><description>NAGASAKI &amp;ndash; Hari ini, Jumat (27/5/2016) waktu setempat, Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama akan menjejakkan kaki di Hiroshima, kota yang pernah diluluhlantakkan &amp;ldquo;Paman Sam&amp;rdquo;, 6 Agustus 1945 silam.
Agenda kunjungan Obama ke Hiroshima Memorial Park ini di sela Konferensi Tingkat Tinggi Group of Seven (KTT G7), 26-27 Mei ini, disoroti turut disoroti banyak pihak. Tapi sayangnya karena keterbatasan jadwal, Nagasaki tidak akan ikut disambangi Obama. (Baca: PM Abe Takkan Balas Kunjungan Obama ke Pearl Harbor).
Padahal Nagasaki yang juga dihantam bom atom kedua AS pada 9 Agustus 1945, tak kurang mencatatkan puluhan ribu korban jiwa, baik dari kalangan warga sipil maupun personel militer Jepang kala itu.

Meski jumlah korbannya sekira hanya setengah dari Hiroshima (&amp;plusmn;166 ribu jiwa), tapi horor yang dialami warga Nagasaki, terlebih yang masih hidup saat ini, tak kalah mengerikan.Seperti yang dialami Miyako Jodai (76). Saat bom atom &amp;ldquo;Fat Man&amp;rdquo; yang  dijatuhkan pesawat pembom B-29 Superfortress &amp;ldquo;Bockscar&amp;rdquo; mengguncang kota  pelabuhan tersebut, Jodai baru berusia enam tahun. Tubuhnya sempat  terlempar hingga pingsan, sementara rumahnya rata dengan tanah.
&amp;ldquo;Saya sangat ketakutan. Saya menangis dan (setelah siuman) saya  terpaksa berjalan menginjak jasad-jasad orang lain karena tak ada ruang  untuk berjalan,&amp;rdquo; kenang Jodai, sebagaimana dilansir NY Times, Jumat  (27/5/2016).
Nagasaki hingga saat ini masih tercatat sebagai kota terakhir nan  berpopulasi warga sipil yang dihantam nuklir sepanjang catatan sejarah  dunia. Tapi sayangnya justru tak banyak orang yang mengingat tentang  Nagasaki.

So far jika orang awam menyebut bom atom, yang akan  disebut hanya Hiroshima. Hal ini turut jadi perhatian Wali Kota  Nagasaki, Tomihisa Taue yang mengibaratkan jika Hiroshima adalah Gunung  Fuji (gunung tertinggi di Jepang), maka Nagasaki adalah Gunung Kita.  Gunung tertinggi kedua yang tak banyak dikenal orang.&amp;ldquo;Kita tahu bahwa gunung yang paling tinggi di Jepang adalah  Gunung  Fuji. Tapi kita tidak tahu gunung mana yang jadi gunung tertinggi   kedua,&amp;rdquo; timpal Taue.
Namun meski Obama takkan mengunjungi  Nagasaki, Taue ingin  melayangkan satu pesan untuk Presiden AS ke-44  tersebut. &amp;ldquo;Saya ingin  presiden (Obama) berkata, dari Nagasaki kepada  dunia, bahwa tempat ini  harus jadi tempat terakhir di bumi yang  mengalami kerusakan bom atom,&amp;rdquo;  tambahnya.

Sedikit mengulas sejarah Kota Nagasaki yang juga jadi Ibu Kota   Prefektur Nagasaki saat ini, sedianya kehidupan kota yang berada di   Pulau Kyushu ini tak meninggalkan catatan yang tersisa, sampai tiba   seorang penjelajah asal Portugal, Fern&amp;atilde;o Mendes Pinto yang menyandarkan   kapalnya di Tanegashima pada tahun 1543.
Nagasaki kemudian mulai dikenal setelah turut dikunjungi para   penjelajah asal Belanda dan sejak saat itu, jadi salah satu kota pertama   di Jepang yang melakukan kontak dengan para pedagang asal Eropa.Nagasaki juga dikenal sebagai daerah penyebaran Agama Katolik  tertua   di Jepang dan ironisnya, ketika bom atom menghantam Nagasaki 71  tahun   lampau, Katedral Urakami yang merupakan katedral terbesar di Asia   Timur  saat itu, turut hancur bersama sekitar 8.000 sipil beragama   Katolik  yang tewas.

Selidik punya selidik, ternyata sedianya Nagasaki bukan target  utama   misi serangan bom atom kedua AS pasca-pemboman Hiroshima,  melainkan   Kota Kokura. Tapi saat hari-H pemboman, ternyata Kota Kokura    &amp;ldquo;dilindungi&amp;rdquo; awan tebal.
Sasaran alternatif pun segera dialihkan sang pilot, Kapten James  van   Pelt atas perintah Mayor Charles Sweeney, komandan misi pemboman  oleh   pesawat B-29 yang membawa bom plutonium &amp;ldquo;Fat Man&amp;rdquo; ke Nagasaki.
Saat itu hari Kamis, 9 Agustus 1945 pagi, di mana sekira 263 ribu    orang sedang mengawali aktivitas sehari-hari. Saat itu pula di    Nagasaki, tercatat bahwa dari 263 ribu orang, 240 ribu di antaranya    warga lokal Jepang, 12.500 warga korea, 9.000 tentara Jepang, 600    pekerja asal China dan 400 tahanan perang sekutu.Butuh waktu 20 menit bagi pesawat pembawa bom &amp;ldquo;Fat Man&amp;rdquo; untuk     mengalihkan sasaran dari Kokura ke Nagasaki yang pada sekira pukul 10.50     pagi, juga sedikit &amp;ldquo;dilindungi&amp;rdquo; cuaca berawan.
Tapi komandan misi pemboman tetap menetapkan Nagasaki akan jadi     target pemboman. Kemudian setelah bisa melihat sasaran yang merupakan     sebuah jalan ramai antara Bukit Urakami dan kawasan industri baja     Mitsubishi, bom atom itu pun dijatuhkan.

Ledakan segera terjadi dan tercatat, kepulan yang menyerupai  jamur    raksasa itu terlihat sekira pukul 11.02 pagi. Dalam waktu  sepersekian    detik, segenap penjuru kota luluh lantak. Sekitar 60-80  persen  kompleks   industri baja di kota itu memang hancur lebur, tapi  sekira  80 ribu   orang turut kehilangan nyawanya.</description><content:encoded>NAGASAKI &amp;ndash; Hari ini, Jumat (27/5/2016) waktu setempat, Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama akan menjejakkan kaki di Hiroshima, kota yang pernah diluluhlantakkan &amp;ldquo;Paman Sam&amp;rdquo;, 6 Agustus 1945 silam.
Agenda kunjungan Obama ke Hiroshima Memorial Park ini di sela Konferensi Tingkat Tinggi Group of Seven (KTT G7), 26-27 Mei ini, disoroti turut disoroti banyak pihak. Tapi sayangnya karena keterbatasan jadwal, Nagasaki tidak akan ikut disambangi Obama. (Baca: PM Abe Takkan Balas Kunjungan Obama ke Pearl Harbor).
Padahal Nagasaki yang juga dihantam bom atom kedua AS pada 9 Agustus 1945, tak kurang mencatatkan puluhan ribu korban jiwa, baik dari kalangan warga sipil maupun personel militer Jepang kala itu.

Meski jumlah korbannya sekira hanya setengah dari Hiroshima (&amp;plusmn;166 ribu jiwa), tapi horor yang dialami warga Nagasaki, terlebih yang masih hidup saat ini, tak kalah mengerikan.Seperti yang dialami Miyako Jodai (76). Saat bom atom &amp;ldquo;Fat Man&amp;rdquo; yang  dijatuhkan pesawat pembom B-29 Superfortress &amp;ldquo;Bockscar&amp;rdquo; mengguncang kota  pelabuhan tersebut, Jodai baru berusia enam tahun. Tubuhnya sempat  terlempar hingga pingsan, sementara rumahnya rata dengan tanah.
&amp;ldquo;Saya sangat ketakutan. Saya menangis dan (setelah siuman) saya  terpaksa berjalan menginjak jasad-jasad orang lain karena tak ada ruang  untuk berjalan,&amp;rdquo; kenang Jodai, sebagaimana dilansir NY Times, Jumat  (27/5/2016).
Nagasaki hingga saat ini masih tercatat sebagai kota terakhir nan  berpopulasi warga sipil yang dihantam nuklir sepanjang catatan sejarah  dunia. Tapi sayangnya justru tak banyak orang yang mengingat tentang  Nagasaki.

So far jika orang awam menyebut bom atom, yang akan  disebut hanya Hiroshima. Hal ini turut jadi perhatian Wali Kota  Nagasaki, Tomihisa Taue yang mengibaratkan jika Hiroshima adalah Gunung  Fuji (gunung tertinggi di Jepang), maka Nagasaki adalah Gunung Kita.  Gunung tertinggi kedua yang tak banyak dikenal orang.&amp;ldquo;Kita tahu bahwa gunung yang paling tinggi di Jepang adalah  Gunung  Fuji. Tapi kita tidak tahu gunung mana yang jadi gunung tertinggi   kedua,&amp;rdquo; timpal Taue.
Namun meski Obama takkan mengunjungi  Nagasaki, Taue ingin  melayangkan satu pesan untuk Presiden AS ke-44  tersebut. &amp;ldquo;Saya ingin  presiden (Obama) berkata, dari Nagasaki kepada  dunia, bahwa tempat ini  harus jadi tempat terakhir di bumi yang  mengalami kerusakan bom atom,&amp;rdquo;  tambahnya.

Sedikit mengulas sejarah Kota Nagasaki yang juga jadi Ibu Kota   Prefektur Nagasaki saat ini, sedianya kehidupan kota yang berada di   Pulau Kyushu ini tak meninggalkan catatan yang tersisa, sampai tiba   seorang penjelajah asal Portugal, Fern&amp;atilde;o Mendes Pinto yang menyandarkan   kapalnya di Tanegashima pada tahun 1543.
Nagasaki kemudian mulai dikenal setelah turut dikunjungi para   penjelajah asal Belanda dan sejak saat itu, jadi salah satu kota pertama   di Jepang yang melakukan kontak dengan para pedagang asal Eropa.Nagasaki juga dikenal sebagai daerah penyebaran Agama Katolik  tertua   di Jepang dan ironisnya, ketika bom atom menghantam Nagasaki 71  tahun   lampau, Katedral Urakami yang merupakan katedral terbesar di Asia   Timur  saat itu, turut hancur bersama sekitar 8.000 sipil beragama   Katolik  yang tewas.

Selidik punya selidik, ternyata sedianya Nagasaki bukan target  utama   misi serangan bom atom kedua AS pasca-pemboman Hiroshima,  melainkan   Kota Kokura. Tapi saat hari-H pemboman, ternyata Kota Kokura    &amp;ldquo;dilindungi&amp;rdquo; awan tebal.
Sasaran alternatif pun segera dialihkan sang pilot, Kapten James  van   Pelt atas perintah Mayor Charles Sweeney, komandan misi pemboman  oleh   pesawat B-29 yang membawa bom plutonium &amp;ldquo;Fat Man&amp;rdquo; ke Nagasaki.
Saat itu hari Kamis, 9 Agustus 1945 pagi, di mana sekira 263 ribu    orang sedang mengawali aktivitas sehari-hari. Saat itu pula di    Nagasaki, tercatat bahwa dari 263 ribu orang, 240 ribu di antaranya    warga lokal Jepang, 12.500 warga korea, 9.000 tentara Jepang, 600    pekerja asal China dan 400 tahanan perang sekutu.Butuh waktu 20 menit bagi pesawat pembawa bom &amp;ldquo;Fat Man&amp;rdquo; untuk     mengalihkan sasaran dari Kokura ke Nagasaki yang pada sekira pukul 10.50     pagi, juga sedikit &amp;ldquo;dilindungi&amp;rdquo; cuaca berawan.
Tapi komandan misi pemboman tetap menetapkan Nagasaki akan jadi     target pemboman. Kemudian setelah bisa melihat sasaran yang merupakan     sebuah jalan ramai antara Bukit Urakami dan kawasan industri baja     Mitsubishi, bom atom itu pun dijatuhkan.

Ledakan segera terjadi dan tercatat, kepulan yang menyerupai  jamur    raksasa itu terlihat sekira pukul 11.02 pagi. Dalam waktu  sepersekian    detik, segenap penjuru kota luluh lantak. Sekitar 60-80  persen  kompleks   industri baja di kota itu memang hancur lebur, tapi  sekira  80 ribu   orang turut kehilangan nyawanya.</content:encoded></item></channel></rss>
