<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>FIM-92 Stinger, Peluncur Rudal Sangar Buatan AS</title><description>Kali ini Okezone akan mengulas mengenai peluncur rudal FIM-92 Stinger buatan Negeri Paman Sam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/30/18/1400673/fim-92-stinger-peluncur-rudal-sangar-buatan-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/30/18/1400673/fim-92-stinger-peluncur-rudal-sangar-buatan-as"/><item><title>FIM-92 Stinger, Peluncur Rudal Sangar Buatan AS</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/30/18/1400673/fim-92-stinger-peluncur-rudal-sangar-buatan-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/30/18/1400673/fim-92-stinger-peluncur-rudal-sangar-buatan-as</guid><pubDate>Senin 30 Mei 2016 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/29/18/1400673/fim-92-stinger-peluncur-rudal-sangar-buatan-as-oLw9s3sA9N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto tentara tengah menggunakan FIM-92 Stinger (Foto: Military Factory)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/29/18/1400673/fim-92-stinger-peluncur-rudal-sangar-buatan-as-oLw9s3sA9N.jpg</image><title>Foto tentara tengah menggunakan FIM-92 Stinger (Foto: Military Factory)</title></images><description>FIM-92 Stinger adalah senjata peluncur rudal portabel yang terkenal sangar karena sekali diluncurkan rudal yang berada dalam Stinger akan langsung mengejar target. Satu hal yang membuat peluncur rudal ini ditakuti adalah selain berguna untuk menjadi sistem pertahanan udara, Stinger dapat digunakan untuk menghantam kendaraan musuh di darat.
Peluncur rudal FIM-92 Stinger yang dibuat oleh Amerika Serikat (AS) ini juga terkenal tidak berat dan sangat mudah dioperasikan, sehingga semakin meningkatkan mobilisasi dari operatornya (hanya butuh satu operator).

(Foto: Youtube)
Dilaporkan, Stinger sendiri bisa dikatakan sebagai peluncur rudal versi lebih baik dibanding pendahulunya yang bernama FIM-43 Redeye yang sesama berfungsi untuk menghantam target di udara.
Dibandingkan pendahulunya, Stinger dikenal memiliki kecepatan lebih tinggi serta daya jangkau yang lebih jauh dibanding Redeye. Stinger juga memiliki keunggulan lain di mana peluncur rudal ini dapat mendeteksi kendaraan udara milik sekutu sehingga dapat menghindari terjadinya friendly fire.
Rudal yang berada di dalam Stinger sudah memiliki teknologi infra merah untuk memudahkan menghantam musuh. Dikabarkan, rudal Stinger sendiri memiliki jarak tempuh efektif hingga 8 kilometer (FIM-92C Stinger RMP).Pada awalnya FIM-92 Stinger pengerjaannya dibuat oleh General Dynamics pada 1967 dan dinamakan sebagai Redeye II. Ketika purwarupa versi awalnya diserahkan kepada angkatan bersenjata AS, mereka menerimanya dan mengembangkannya pada 1971.
Namun, pada 1972 yang justru menjadi jalan pembuka bagi peluncur rudal ini hingga memiliki desain persis seperti Stinger yang sekarang digunakan dan tidak lama kemudian lahirlah FIM-92 Stinger. Selama beberapa tahun, peluncur rudal ini terus mengalami pengembangan dari mulai FIM-92A hingga FIM-92E yang saat ini paling sering digunakan.

(Foto: American Special Ops)
Hingga saat ini FIM-92 Stinger sudah memiliki beberapa varian dengan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Namun terdapat tiga varian utama yaitu Stinger standar, STINGER-POST (Passive Optical Seeker Technique) dan STINGER-RMP (Reprogrammable Microprecessor).
STINGER POST memiliki dua sistem pelacak, yaitu infra merah dan ultraviolet, sehingga ini yang menjadi pembeda dengan Stinger versi standar yang ganya memiliki pelacak infra merah.STINGER-RMP bisa dikatakan sebagai peluncur rudal Stinger yang sudah modern karena Stinger yang ini sudha memiliki sistem komputerisasi yang di mana processor pada Stinger ini dapat menganalisa target sehingga semakin meningkatkan presisi rudal ketika menghantam target.
Karena FIM-92 Stinger sudah digunakan oleh berbagai negara menyebabkan peluncur rudal sudah beberapa kali dioperasikan dalam berbagai konflik. Dari mulai perang Falkland, perang Uni Soviet di Afghanistan, perang sipil di Angola, invasi Libya ke Chad, hingga yang terbaru adalah ketika Turki memberikan FIM-92 Stinger kepada pasukan pemberontak Suriah.
Dilaporkan saat ini diketahui setidaknya 32 negara menjadikan peluncur misil ini sebagai bagian ALUTSISTA mereka.
Berikut ini adalah spesifikasi singkat dari FIM-92 Stinger :

Bobot : 15,19 kilogram (sudah termasuk rudal)
Panjang : 1,52 meter
Diameter : 70,1 milimeter
Mesin : menggunakan mesin dan bahan bakar roket
Jarak efektif menghantam target : 4-8 kilometer (tergantung versi)
Harga : USD 38 ribu atau sekira Rp 516.059.000 per unit.



&amp;nbsp;
&amp;nbsp;(Foto: Elite UK Forces)
</description><content:encoded>FIM-92 Stinger adalah senjata peluncur rudal portabel yang terkenal sangar karena sekali diluncurkan rudal yang berada dalam Stinger akan langsung mengejar target. Satu hal yang membuat peluncur rudal ini ditakuti adalah selain berguna untuk menjadi sistem pertahanan udara, Stinger dapat digunakan untuk menghantam kendaraan musuh di darat.
Peluncur rudal FIM-92 Stinger yang dibuat oleh Amerika Serikat (AS) ini juga terkenal tidak berat dan sangat mudah dioperasikan, sehingga semakin meningkatkan mobilisasi dari operatornya (hanya butuh satu operator).

(Foto: Youtube)
Dilaporkan, Stinger sendiri bisa dikatakan sebagai peluncur rudal versi lebih baik dibanding pendahulunya yang bernama FIM-43 Redeye yang sesama berfungsi untuk menghantam target di udara.
Dibandingkan pendahulunya, Stinger dikenal memiliki kecepatan lebih tinggi serta daya jangkau yang lebih jauh dibanding Redeye. Stinger juga memiliki keunggulan lain di mana peluncur rudal ini dapat mendeteksi kendaraan udara milik sekutu sehingga dapat menghindari terjadinya friendly fire.
Rudal yang berada di dalam Stinger sudah memiliki teknologi infra merah untuk memudahkan menghantam musuh. Dikabarkan, rudal Stinger sendiri memiliki jarak tempuh efektif hingga 8 kilometer (FIM-92C Stinger RMP).Pada awalnya FIM-92 Stinger pengerjaannya dibuat oleh General Dynamics pada 1967 dan dinamakan sebagai Redeye II. Ketika purwarupa versi awalnya diserahkan kepada angkatan bersenjata AS, mereka menerimanya dan mengembangkannya pada 1971.
Namun, pada 1972 yang justru menjadi jalan pembuka bagi peluncur rudal ini hingga memiliki desain persis seperti Stinger yang sekarang digunakan dan tidak lama kemudian lahirlah FIM-92 Stinger. Selama beberapa tahun, peluncur rudal ini terus mengalami pengembangan dari mulai FIM-92A hingga FIM-92E yang saat ini paling sering digunakan.

(Foto: American Special Ops)
Hingga saat ini FIM-92 Stinger sudah memiliki beberapa varian dengan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Namun terdapat tiga varian utama yaitu Stinger standar, STINGER-POST (Passive Optical Seeker Technique) dan STINGER-RMP (Reprogrammable Microprecessor).
STINGER POST memiliki dua sistem pelacak, yaitu infra merah dan ultraviolet, sehingga ini yang menjadi pembeda dengan Stinger versi standar yang ganya memiliki pelacak infra merah.STINGER-RMP bisa dikatakan sebagai peluncur rudal Stinger yang sudah modern karena Stinger yang ini sudha memiliki sistem komputerisasi yang di mana processor pada Stinger ini dapat menganalisa target sehingga semakin meningkatkan presisi rudal ketika menghantam target.
Karena FIM-92 Stinger sudah digunakan oleh berbagai negara menyebabkan peluncur rudal sudah beberapa kali dioperasikan dalam berbagai konflik. Dari mulai perang Falkland, perang Uni Soviet di Afghanistan, perang sipil di Angola, invasi Libya ke Chad, hingga yang terbaru adalah ketika Turki memberikan FIM-92 Stinger kepada pasukan pemberontak Suriah.
Dilaporkan saat ini diketahui setidaknya 32 negara menjadikan peluncur misil ini sebagai bagian ALUTSISTA mereka.
Berikut ini adalah spesifikasi singkat dari FIM-92 Stinger :

Bobot : 15,19 kilogram (sudah termasuk rudal)
Panjang : 1,52 meter
Diameter : 70,1 milimeter
Mesin : menggunakan mesin dan bahan bakar roket
Jarak efektif menghantam target : 4-8 kilometer (tergantung versi)
Harga : USD 38 ribu atau sekira Rp 516.059.000 per unit.



&amp;nbsp;
&amp;nbsp;(Foto: Elite UK Forces)
</content:encoded></item></channel></rss>
