<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Musik Rohani Diselundupkan ke Korut untuk Sadarkan Warganya</title><description>Musik rohani diselundupkan mantan tahanan politik Korut untuk menunjukkan cara berpikir lain, yang dimiliki orang-orang di luar Korut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/30/18/1401542/musik-rohani-diselundupkan-ke-korut-untuk-sadarkan-warganya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/30/18/1401542/musik-rohani-diselundupkan-ke-korut-untuk-sadarkan-warganya"/><item><title>Musik Rohani Diselundupkan ke Korut untuk Sadarkan Warganya</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/30/18/1401542/musik-rohani-diselundupkan-ke-korut-untuk-sadarkan-warganya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/30/18/1401542/musik-rohani-diselundupkan-ke-korut-untuk-sadarkan-warganya</guid><pubDate>Senin 30 Mei 2016 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/30/18/1401542/musik-rohani-diselundupkan-ke-korut-untuk-sadarkan-warganya-gcfSvPPWY3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jung Gwang-il. (Foto: dok. Oslo Freedom Forum)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/30/18/1401542/musik-rohani-diselundupkan-ke-korut-untuk-sadarkan-warganya-gcfSvPPWY3.jpg</image><title>Jung Gwang-il. (Foto: dok. Oslo Freedom Forum)</title></images><description>OSLO &amp;ndash; Banyak pihak menaruh perhatian khusus terhadap warga negara Korea Utara (Korut) yang hidup terkekang di bawah doktrinasi dan kediktatoran Dinasti Kim sejak memisahkan diri dari Korea Selatan. Kampanye dan propaganda dilakukan untuk menyadarkan mereka dari loyalitas yang dianggap dunia internasional tidak layak diberikan kepada kepala negara itu.
Berbagai cara telah dilakukan, mulai dari menerbangkan balon raksasa hingga memasang musik k-pop keras-keras demi menarik perhatian warga Korut.
Kali ini, diwartakan The Guardian, Senin (30/5/2016), seorang mantan tahanan politik Korut, Jung Gwang-il mengupayakan pengaruhnya dengan cara yang terbilang lebih kreatif. Melalui jaringannya di sepanjang perbatasan China dan Korut, ia menyelundupkan musik rohani bermuatan ajaran Kristen secara diam-diam dengan USD dan SD Cards.
&amp;ldquo;Di Korut, tidak ada konsep cinta yang sebenarnya. Mereka (rakyat Korut) hanya mengenal cinta dalam arti loyalitas dan cinta kepada rezim serta pemimpin tertinggi mereka. Kami melakukan ini (menyelundupkan musik rohani) untuk menunjukkan bahwa di luar sana, orang-orang mempercayai apa pun yang mereka inginkan,&amp;rdquo; cetus pria yang sudah merekam 32 lagu rohani itu.
Untuk menyebarkan pesan cinta kasih yang sesungguhnya itu, pertaruhan Jung dan kawan-kawan di No Chain, organisasi penyelundup informasi ke Korut yang didirikan sejak 2013, terbilang besar. Jika ketahuan dan tertangkap, ancamannya tak lain adalah eksekusi mati di depan umum.
  Normal 0     false false false  EN-AU X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              di No Chain, organisasi penyelundup informasi ke Korut yang didirikan sejak 2013,                                                                                                                                               Proyek album rohani tersebut, diperkenalkan Jung di Forum Kebebasan  Oslo baru-baru ini. Dalam kesempatan tersebut, dia memastikan proyeknya  sama sekali tidak ditujukan untuk mengubah keyakinan warga Korut.  Melainkan, dia hanya memanfaatkan agama untuk menunjukkan kepada  masyarakat yang terisolasi di dalam Korut bahwa ada cara berpikir lain  di luar negaranya.
Jung memproduksi sendiri lagu-lagu tersebut, dengan mempekerjakan  kawan sesama pembelot dari Korut. Mereka di antaranya adalah orang-orang  yang memang berprofesi sebagai penyanyi di Pyongyang.
&amp;ldquo;Kami bersusah payah membuat album rekaman ini, untuk menghasilkan  suara yang tepat. Nyanyiannya, intonasi, dan metodenya. Tapi kami senang  ketika sesama pembelot di AS mendengarkan lagu kami, mereka meresapi  liriknya dan terkejut oleh betapa bagusnya musik tersebut,&amp;rdquo; ujar Jung.
Musik telah menjadi medan perang lama dalam laga pertarungan  non-militer antara kedua negara di Semenanjung Korea untuk mengendalikan  hati dan pikiran warga negaranya. Kim Jong-un menguasai media penyiaran  maupun cetak di negaranya, sehingga mereka hanya dicekoki dengan  lagu-lagu tema sendiri dan grup penyanyi dalam negeri.
Juru bicara dari Kementerian Pertahanan di Korea Selatan juga mengaku  sangat berhati-hati dalam memilih beragam hits populer terbaru yang  layak atau menarik untuk masuk ke negaranya, termasuk lagu k-Pop  produksi dalam negerinya.</description><content:encoded>OSLO &amp;ndash; Banyak pihak menaruh perhatian khusus terhadap warga negara Korea Utara (Korut) yang hidup terkekang di bawah doktrinasi dan kediktatoran Dinasti Kim sejak memisahkan diri dari Korea Selatan. Kampanye dan propaganda dilakukan untuk menyadarkan mereka dari loyalitas yang dianggap dunia internasional tidak layak diberikan kepada kepala negara itu.
Berbagai cara telah dilakukan, mulai dari menerbangkan balon raksasa hingga memasang musik k-pop keras-keras demi menarik perhatian warga Korut.
Kali ini, diwartakan The Guardian, Senin (30/5/2016), seorang mantan tahanan politik Korut, Jung Gwang-il mengupayakan pengaruhnya dengan cara yang terbilang lebih kreatif. Melalui jaringannya di sepanjang perbatasan China dan Korut, ia menyelundupkan musik rohani bermuatan ajaran Kristen secara diam-diam dengan USD dan SD Cards.
&amp;ldquo;Di Korut, tidak ada konsep cinta yang sebenarnya. Mereka (rakyat Korut) hanya mengenal cinta dalam arti loyalitas dan cinta kepada rezim serta pemimpin tertinggi mereka. Kami melakukan ini (menyelundupkan musik rohani) untuk menunjukkan bahwa di luar sana, orang-orang mempercayai apa pun yang mereka inginkan,&amp;rdquo; cetus pria yang sudah merekam 32 lagu rohani itu.
Untuk menyebarkan pesan cinta kasih yang sesungguhnya itu, pertaruhan Jung dan kawan-kawan di No Chain, organisasi penyelundup informasi ke Korut yang didirikan sejak 2013, terbilang besar. Jika ketahuan dan tertangkap, ancamannya tak lain adalah eksekusi mati di depan umum.
  Normal 0     false false false  EN-AU X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              di No Chain, organisasi penyelundup informasi ke Korut yang didirikan sejak 2013,                                                                                                                                               Proyek album rohani tersebut, diperkenalkan Jung di Forum Kebebasan  Oslo baru-baru ini. Dalam kesempatan tersebut, dia memastikan proyeknya  sama sekali tidak ditujukan untuk mengubah keyakinan warga Korut.  Melainkan, dia hanya memanfaatkan agama untuk menunjukkan kepada  masyarakat yang terisolasi di dalam Korut bahwa ada cara berpikir lain  di luar negaranya.
Jung memproduksi sendiri lagu-lagu tersebut, dengan mempekerjakan  kawan sesama pembelot dari Korut. Mereka di antaranya adalah orang-orang  yang memang berprofesi sebagai penyanyi di Pyongyang.
&amp;ldquo;Kami bersusah payah membuat album rekaman ini, untuk menghasilkan  suara yang tepat. Nyanyiannya, intonasi, dan metodenya. Tapi kami senang  ketika sesama pembelot di AS mendengarkan lagu kami, mereka meresapi  liriknya dan terkejut oleh betapa bagusnya musik tersebut,&amp;rdquo; ujar Jung.
Musik telah menjadi medan perang lama dalam laga pertarungan  non-militer antara kedua negara di Semenanjung Korea untuk mengendalikan  hati dan pikiran warga negaranya. Kim Jong-un menguasai media penyiaran  maupun cetak di negaranya, sehingga mereka hanya dicekoki dengan  lagu-lagu tema sendiri dan grup penyanyi dalam negeri.
Juru bicara dari Kementerian Pertahanan di Korea Selatan juga mengaku  sangat berhati-hati dalam memilih beragam hits populer terbaru yang  layak atau menarik untuk masuk ke negaranya, termasuk lagu k-Pop  produksi dalam negerinya.</content:encoded></item></channel></rss>
