<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia Tidak Akan Serahkan Pulau Sengketa ke Jepang</title><description>Menlu Rusia mengatakan bahwa Negeri Beruang Merah tidak akan menyerahkan pulau sengketa ke Jepang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/01/18/1403167/rusia-tidak-akan-serahkan-pulau-sengketa-ke-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/06/01/18/1403167/rusia-tidak-akan-serahkan-pulau-sengketa-ke-jepang"/><item><title>Rusia Tidak Akan Serahkan Pulau Sengketa ke Jepang</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/01/18/1403167/rusia-tidak-akan-serahkan-pulau-sengketa-ke-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/06/01/18/1403167/rusia-tidak-akan-serahkan-pulau-sengketa-ke-jepang</guid><pubDate>Rabu 01 Juni 2016 11:31 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/01/18/1403167/rusia-tidak-akan-serahkan-pulau-sengketa-ke-jepang-895ZDcanE6.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Foto Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/01/18/1403167/rusia-tidak-akan-serahkan-pulau-sengketa-ke-jepang-895ZDcanE6.JPG</image><title>Foto Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (Foto: Reuters)</title></images><description>MOSKOW &amp;ndash; Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov menegaskan bahwa negaranya tidak akan menyerahkan kepemilikan pulau sengketa ke Jepang. Lavrov mengatakan itu dalam wawancara yang dilakukan oleh media cetak Rusia, Komsomolskaya Pravda, pada Selasa 31 Mei 2016.
Dalam wawancara itu, ia membicarakan mengenai negosiasi bilateral (Jepang-Rusia) terkait perjanjian damai, termasuk mengenai isu pulau sengketa.
Sebagaimana diwartakan NHK, Rabu (1/6/2016), Lavrov menekankan pengakuan Jepang terhadap empat pulau sengketa sebagai wilayah kedaulatan Rusia merupakan prasyarat diadakannya negosiasi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Rusia tidak akan menyerahkan Pulau Kuril ke Jepang serta Negeri Beruang Merah juga tidak pernah memohon diadakannya perjanjian damai.
Sehingga berdasarkan pernyataan Lavrov ini bisa ditarik kesimpulan bahwa Rusia tidak menginginkan adanya perjanjian damai jika dalam perjanjian tersebut membahas menyerahkan Pulau Kuril menjadi wilayah kedaulatan Negeri Sakura.
Dilaporkan, Pulau Kuril yang diakui sebagai bagian dari kedaulatan Rusia juga diakui Jepang sebagai wilayah mereka yang disebut Teritori Utara.
Pemerintah Negeri Sakura menekankan bahwa beberapa bagian di pulau tersebut masuk ke wilayah Jepang setelah pulau tersebut diokupasi secara ilegal oleh pasukan Uni Soviet pada Perang Dunia II.
</description><content:encoded>MOSKOW &amp;ndash; Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov menegaskan bahwa negaranya tidak akan menyerahkan kepemilikan pulau sengketa ke Jepang. Lavrov mengatakan itu dalam wawancara yang dilakukan oleh media cetak Rusia, Komsomolskaya Pravda, pada Selasa 31 Mei 2016.
Dalam wawancara itu, ia membicarakan mengenai negosiasi bilateral (Jepang-Rusia) terkait perjanjian damai, termasuk mengenai isu pulau sengketa.
Sebagaimana diwartakan NHK, Rabu (1/6/2016), Lavrov menekankan pengakuan Jepang terhadap empat pulau sengketa sebagai wilayah kedaulatan Rusia merupakan prasyarat diadakannya negosiasi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Rusia tidak akan menyerahkan Pulau Kuril ke Jepang serta Negeri Beruang Merah juga tidak pernah memohon diadakannya perjanjian damai.
Sehingga berdasarkan pernyataan Lavrov ini bisa ditarik kesimpulan bahwa Rusia tidak menginginkan adanya perjanjian damai jika dalam perjanjian tersebut membahas menyerahkan Pulau Kuril menjadi wilayah kedaulatan Negeri Sakura.
Dilaporkan, Pulau Kuril yang diakui sebagai bagian dari kedaulatan Rusia juga diakui Jepang sebagai wilayah mereka yang disebut Teritori Utara.
Pemerintah Negeri Sakura menekankan bahwa beberapa bagian di pulau tersebut masuk ke wilayah Jepang setelah pulau tersebut diokupasi secara ilegal oleh pasukan Uni Soviet pada Perang Dunia II.
</content:encoded></item></channel></rss>
