<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LAPAN: Awal Puasa Berpotensi Seragam</title><description>Adapun dari penghitungan astronomi secara umum, Thomas membeberkan sejumlah ormas memiliki hasil yang hampir sama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/05/337/1406747/lapan-awal-puasa-berpotensi-seragam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/06/05/337/1406747/lapan-awal-puasa-berpotensi-seragam"/><item><title>LAPAN: Awal Puasa Berpotensi Seragam</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/05/337/1406747/lapan-awal-puasa-berpotensi-seragam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/06/05/337/1406747/lapan-awal-puasa-berpotensi-seragam</guid><pubDate>Minggu 05 Juni 2016 10:07 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/05/337/1406747/lapan-awal-puasa-berpotensi-seragam-3F9iVEiEtQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/05/337/1406747/lapan-awal-puasa-berpotensi-seragam-3F9iVEiEtQ.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Kepala Lembaga Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin memastikan pihaknya akan mengghadiri sidang isbat atau penentuan awal puasa di Kemenag, sore ini. Rencanana, sidang bakal diawali dengan penyampaian informasi hasil penghitungan (hisab) penanggalan hijriah dari masing-masing ormas dan persiapan rukyat atau melihat posisi bulan.
&quot;Sidang isbat nanti sesudah maghrib, di kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, sekitar jam lima sore, ada penjelasan terkait informasi hasil hisab dan persiapan rukyat,&quot; ujar Thomas kepada Okezone, Minggu (5/6/2016).
Sementara LAPAN, lanjut Thomas, telah menyebarkan tim di dua lokasi, yakni di Pasuruan dan Garut. Mereka bakal bekerja untuk melihat posisi bulan guna dilaporkan ke Kemenag. &quot;Lapan bersama Kemenag setempat di Pasuruan dan Garut bersama pengamat hilal setempat,&quot; imbuhnya.
Adapun dari penghitungan astronomi secara umum, Thomas membeberkan sejumlah ormas memiliki hasil yang hampir sama. Mereka mencatat, bahwa 1 Ramadan bakal dimulai pada besok, Senin 6 Juni. Muhammadiyah misalnya, sudah menghitung dan menghasilkan temuan tersebut. Sementara NU, yang juga memiliki kalender hisab, juga mencatat hasil serupa.&quot;Dari hasil perhitungan astronomi secara umum hampir sama,  ormas-ormas yang menggunakan software astronomi secara umum sama, tinggi  bulan itu sudah positif, jadi di dalam kalender Muhamadiyah 1 ramadhan  tanggal 6 Juni, kalender NU, karena mereka juga menggelar hisab untuk  membuat kalender, itu ketinggian bulan sudah diatas 2 derajat, artinya  menurut kriteria itu 1 Ramadan berpotensi 6 Juni. Tapi kalau NU  kepastian menunggu rukyat.&quot; Sambungnya.
&quot;Persis beda tinggi 4' dari matahari 4,6' itu terpenuhi untuk  wilayah Sumatera Utara dan Aceh, tetapi prinsip yang digunakan satu  wilayah hukum, itu kemudian menjadi dasar kalender Persis itu 1 ramadhan  tanggal 6, jadi sistem kalender hisab bersepakatan 1 Ramadan tanggal 6.  Tinggal menunggu hasil sidang istbat yang menunggu rukyat,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Lembaga Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin memastikan pihaknya akan mengghadiri sidang isbat atau penentuan awal puasa di Kemenag, sore ini. Rencanana, sidang bakal diawali dengan penyampaian informasi hasil penghitungan (hisab) penanggalan hijriah dari masing-masing ormas dan persiapan rukyat atau melihat posisi bulan.
&quot;Sidang isbat nanti sesudah maghrib, di kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, sekitar jam lima sore, ada penjelasan terkait informasi hasil hisab dan persiapan rukyat,&quot; ujar Thomas kepada Okezone, Minggu (5/6/2016).
Sementara LAPAN, lanjut Thomas, telah menyebarkan tim di dua lokasi, yakni di Pasuruan dan Garut. Mereka bakal bekerja untuk melihat posisi bulan guna dilaporkan ke Kemenag. &quot;Lapan bersama Kemenag setempat di Pasuruan dan Garut bersama pengamat hilal setempat,&quot; imbuhnya.
Adapun dari penghitungan astronomi secara umum, Thomas membeberkan sejumlah ormas memiliki hasil yang hampir sama. Mereka mencatat, bahwa 1 Ramadan bakal dimulai pada besok, Senin 6 Juni. Muhammadiyah misalnya, sudah menghitung dan menghasilkan temuan tersebut. Sementara NU, yang juga memiliki kalender hisab, juga mencatat hasil serupa.&quot;Dari hasil perhitungan astronomi secara umum hampir sama,  ormas-ormas yang menggunakan software astronomi secara umum sama, tinggi  bulan itu sudah positif, jadi di dalam kalender Muhamadiyah 1 ramadhan  tanggal 6 Juni, kalender NU, karena mereka juga menggelar hisab untuk  membuat kalender, itu ketinggian bulan sudah diatas 2 derajat, artinya  menurut kriteria itu 1 Ramadan berpotensi 6 Juni. Tapi kalau NU  kepastian menunggu rukyat.&quot; Sambungnya.
&quot;Persis beda tinggi 4' dari matahari 4,6' itu terpenuhi untuk  wilayah Sumatera Utara dan Aceh, tetapi prinsip yang digunakan satu  wilayah hukum, itu kemudian menjadi dasar kalender Persis itu 1 ramadhan  tanggal 6, jadi sistem kalender hisab bersepakatan 1 Ramadan tanggal 6.  Tinggal menunggu hasil sidang istbat yang menunggu rukyat,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
