<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebut Jilbab Mirip Serbet, Ahok Dinilai Tak Etis</title><description>Ahok seharusnya melihat substansi jilbab daripada kualitas materi atau bahan dari jilbab itu sendiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/09/338/1410134/sebut-jilbab-mirip-serbet-ahok-dinilai-tak-etis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/06/09/338/1410134/sebut-jilbab-mirip-serbet-ahok-dinilai-tak-etis"/><item><title>Sebut Jilbab Mirip Serbet, Ahok Dinilai Tak Etis</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/09/338/1410134/sebut-jilbab-mirip-serbet-ahok-dinilai-tak-etis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/06/09/338/1410134/sebut-jilbab-mirip-serbet-ahok-dinilai-tak-etis</guid><pubDate>Kamis 09 Juni 2016 10:08 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/09/338/1410134/sebut-jilbab-mirip-serbet-ahok-dinilai-tak-etis-18RJObvhjU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/09/338/1410134/sebut-jilbab-mirip-serbet-ahok-dinilai-tak-etis-18RJObvhjU.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut jilbab mirip serbet tidak etis.
&quot;Tidak etislah Ahok membanding-bandingkan jilbab dengan serbet,&amp;rdquo; kata Ariza di Jakarta, Kamis (9/6/2016).
Seharusnya, lanjut Ariza, Ahok melihat substansi jilbab daripada kualitas materi atau bahan dari jilbab itu sendiri. &quot;Jangan menilai pada kualitas materinya, yang harus dinilai substansi atau kualitas substansi, yaitu menutup aurat,&quot; jelasnya.
Ketua DPP Partai Gerindra ini menambahkan, substansi jilbab termasuk yang dipakai siswi-siswi di Jakarta merupakan kesopanan dan menutup aurat. &quot;Meski pakai sutra kalau terbuka dan terlihat tidak sopan, lebih baik karung gandum sekalipun asalkan menutup aurat. Itu lebih terhormat,&quot; katanya.
(Baca juga: Ahok Imbau Guru Tak Paksakan Siswi Pakai Jilbab)
Ariza menuturkan, seharusnya sebagai pemimpin daerah Ahok menganjurkan masyarakat untuk berpakaian yang sopan. &quot;Sekalipun Ahok non-muslim,&amp;rdquo; tandasnya.
Dengan begitu, sambungnya, dapat mendorong anak-anak berpakaian sopan dan mengurangi tindak kekerasan seksual yang akhir-akhir ini begitu marak.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengimbau guru-guru di Ibu Kota agar tak memaksakan anak muridnya memakai jilbab.
Ia mengatakan, hal yang lebih tepat dilakukan guru dalam menumbuhkan kesadaran kepada muridnya untuk benar-benar menjalankan ajaran agama Islam adalah memberi pelajaran agar kesadaran itu tumbuh sendiri.
Pemaksaan seperti pengenaan kewajiban bagi siswi untuk mengenakan jilbab dinilai hanya membuat siswi sekadar menjalankan perintah sekolah.
&quot;Anda (siswi) kalau mau memakai jilbab, pakai yang benar. Bukan karena jilbab adalah bagian seragam sekolah (diwajibkan sekolah). Enggak mau saya,&quot; ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 8 Juni 2016.
Ahok menceritakan pengalamannya melihat kewajiban mengenakan jilbab bagi siswi di daerah asalnya, Kabupaten Belitung Timur. Di sana, usai keluar dari sekolahnya, siswi-siswi yang berjilbab di dalam lingkungan sekolah serta merta melepas jilbabnya.
&quot;(Jilbab) yang dipakainya yang kayak serbet. Malah mungkin lebih bagus serbet di dapur saya. Begitu keluar dari sekolah naik motor bapaknya, langsung lepas jilbab,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut jilbab mirip serbet tidak etis.
&quot;Tidak etislah Ahok membanding-bandingkan jilbab dengan serbet,&amp;rdquo; kata Ariza di Jakarta, Kamis (9/6/2016).
Seharusnya, lanjut Ariza, Ahok melihat substansi jilbab daripada kualitas materi atau bahan dari jilbab itu sendiri. &quot;Jangan menilai pada kualitas materinya, yang harus dinilai substansi atau kualitas substansi, yaitu menutup aurat,&quot; jelasnya.
Ketua DPP Partai Gerindra ini menambahkan, substansi jilbab termasuk yang dipakai siswi-siswi di Jakarta merupakan kesopanan dan menutup aurat. &quot;Meski pakai sutra kalau terbuka dan terlihat tidak sopan, lebih baik karung gandum sekalipun asalkan menutup aurat. Itu lebih terhormat,&quot; katanya.
(Baca juga: Ahok Imbau Guru Tak Paksakan Siswi Pakai Jilbab)
Ariza menuturkan, seharusnya sebagai pemimpin daerah Ahok menganjurkan masyarakat untuk berpakaian yang sopan. &quot;Sekalipun Ahok non-muslim,&amp;rdquo; tandasnya.
Dengan begitu, sambungnya, dapat mendorong anak-anak berpakaian sopan dan mengurangi tindak kekerasan seksual yang akhir-akhir ini begitu marak.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengimbau guru-guru di Ibu Kota agar tak memaksakan anak muridnya memakai jilbab.
Ia mengatakan, hal yang lebih tepat dilakukan guru dalam menumbuhkan kesadaran kepada muridnya untuk benar-benar menjalankan ajaran agama Islam adalah memberi pelajaran agar kesadaran itu tumbuh sendiri.
Pemaksaan seperti pengenaan kewajiban bagi siswi untuk mengenakan jilbab dinilai hanya membuat siswi sekadar menjalankan perintah sekolah.
&quot;Anda (siswi) kalau mau memakai jilbab, pakai yang benar. Bukan karena jilbab adalah bagian seragam sekolah (diwajibkan sekolah). Enggak mau saya,&quot; ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 8 Juni 2016.
Ahok menceritakan pengalamannya melihat kewajiban mengenakan jilbab bagi siswi di daerah asalnya, Kabupaten Belitung Timur. Di sana, usai keluar dari sekolahnya, siswi-siswi yang berjilbab di dalam lingkungan sekolah serta merta melepas jilbabnya.
&quot;(Jilbab) yang dipakainya yang kayak serbet. Malah mungkin lebih bagus serbet di dapur saya. Begitu keluar dari sekolah naik motor bapaknya, langsung lepas jilbab,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
