<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gembong Narkoba Filipina Incar Nyawa Duterte</title><description>Khawatir dengan tangan besi dari presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte, gembong narkoba di Filipina saat ini mengincar nyawa Duterte.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/10/18/1411272/gembong-narkoba-filipina-incar-nyawa-duterte</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/06/10/18/1411272/gembong-narkoba-filipina-incar-nyawa-duterte"/><item><title>Gembong Narkoba Filipina Incar Nyawa Duterte</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/10/18/1411272/gembong-narkoba-filipina-incar-nyawa-duterte</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/06/10/18/1411272/gembong-narkoba-filipina-incar-nyawa-duterte</guid><pubDate>Jum'at 10 Juni 2016 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/10/18/1411272/gembong-narkoba-filipina-incar-nyawa-duterte-VLRzm644pg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ronald Dela Rosa, calon kepala Kepolisian Nasional Filipina (Foto: Who Talking)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/10/18/1411272/gembong-narkoba-filipina-incar-nyawa-duterte-VLRzm644pg.jpg</image><title>Foto Ronald Dela Rosa, calon kepala Kepolisian Nasional Filipina (Foto: Who Talking)</title></images><description>MANILA &amp;ndash; Gembong narkoba Filipina saat ini dilaporkan mengincar nyawa dari presiden terpilih Rodrigo Duterte dan calon kepala Kepolisian Nasional.
Calon kepala Kepolisian Nasional Filipina, Ronald Dela Rosa, mengatakan tidak merasa terganggu dengan munculnya laporan mengenai pembunuh bayaran yang akan disewa untuk membunuh dirinya dan Duterte.
Dalam sebuah wawancara dengan media di Filipina, Dela Rosa menuturkan bahwa saat ini para gembong narkoba telah menaikkan harga kepala miliknya dan Duterte. Dilaporkan, para gembong narkoba Filipina rela membayar 50 juta peso atau sekira Rp36 miliar yang awalnya hanya 10 juta peso.
&amp;ldquo;Mulai kemarin, mereka (gembong narkoba) menaikkan hadiah menjadi 50 juta peso. (Siapa pun yang bisa membunuh) Wali Kota Duterte akan mendapat 50 juta peso (serta) 50 juta peso untuk saya (masing-masing berharga 50 juta peso),&amp;rdquo; ujar Dela Rosa, sebagaimana dilansir Philippine Daily Inquirer, Jumat (10/6/2016).
&amp;ldquo;Mereka menaikkannya (hadiah) karena tidak ada yang berani mengambilnya (kontrak membunuh Duterte dan Dela Rosa),&amp;rdquo; tambahnya.
Dikabarkan, Dela Rosa memberi klaim bahwa kontrak pembunuhannya dan Duterte diberikan oleh gembong narkoba yang saat ini dipenjara di New Bilibid Prison.
</description><content:encoded>MANILA &amp;ndash; Gembong narkoba Filipina saat ini dilaporkan mengincar nyawa dari presiden terpilih Rodrigo Duterte dan calon kepala Kepolisian Nasional.
Calon kepala Kepolisian Nasional Filipina, Ronald Dela Rosa, mengatakan tidak merasa terganggu dengan munculnya laporan mengenai pembunuh bayaran yang akan disewa untuk membunuh dirinya dan Duterte.
Dalam sebuah wawancara dengan media di Filipina, Dela Rosa menuturkan bahwa saat ini para gembong narkoba telah menaikkan harga kepala miliknya dan Duterte. Dilaporkan, para gembong narkoba Filipina rela membayar 50 juta peso atau sekira Rp36 miliar yang awalnya hanya 10 juta peso.
&amp;ldquo;Mulai kemarin, mereka (gembong narkoba) menaikkan hadiah menjadi 50 juta peso. (Siapa pun yang bisa membunuh) Wali Kota Duterte akan mendapat 50 juta peso (serta) 50 juta peso untuk saya (masing-masing berharga 50 juta peso),&amp;rdquo; ujar Dela Rosa, sebagaimana dilansir Philippine Daily Inquirer, Jumat (10/6/2016).
&amp;ldquo;Mereka menaikkannya (hadiah) karena tidak ada yang berani mengambilnya (kontrak membunuh Duterte dan Dela Rosa),&amp;rdquo; tambahnya.
Dikabarkan, Dela Rosa memberi klaim bahwa kontrak pembunuhannya dan Duterte diberikan oleh gembong narkoba yang saat ini dipenjara di New Bilibid Prison.
</content:encoded></item></channel></rss>
