<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Savchenko: Hentikan Rusia Sekarang atau Menyesal Kemudian!</title><description>Nadiya Savchenko mendesak negara-negara Eropa bantu Ukraina menahan ancaman agresi Rusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/10/18/1411701/savchenko-hentikan-rusia-sekarang-atau-menyesal-kemudian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/06/10/18/1411701/savchenko-hentikan-rusia-sekarang-atau-menyesal-kemudian"/><item><title>Savchenko: Hentikan Rusia Sekarang atau Menyesal Kemudian!</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/10/18/1411701/savchenko-hentikan-rusia-sekarang-atau-menyesal-kemudian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/06/10/18/1411701/savchenko-hentikan-rusia-sekarang-atau-menyesal-kemudian</guid><pubDate>Jum'at 10 Juni 2016 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/10/18/1411701/savchenko-hentikan-rusia-sekarang-atau-menyesal-kemudian-llCMsiX0LX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nadiya &quot;Nadezhda&quot; Viktorivna Savchenko (kiri) (Foto: Gleb Garanich/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/10/18/1411701/savchenko-hentikan-rusia-sekarang-atau-menyesal-kemudian-llCMsiX0LX.jpg</image><title>Nadiya &quot;Nadezhda&quot; Viktorivna Savchenko (kiri) (Foto: Gleb Garanich/REUTERS)</title></images><description>KYIV &amp;ndash; Selepas dibebaskan Rusia lewat pertukaran tahanan, eks pilot heroik Ukraina, Nadiya &amp;ldquo;Nadezhda&amp;rdquo; Savchenko justru kian lantang menyerang Rusia.
Tapi kini serangannya tidak lagi dilakukan dengan senjata seperti sebelumnya. Pilot berpangkat Letnan Satu yang kini sudah jadi anggota Parlemen Ukraina, meneruskan perjuangannya lewat jalur politik.
Savchenko yang dikenal dunia dengan sebutan &amp;ldquo;Joan of Arc-nya Ukraina&amp;rdquo;, memperingatkan dunia barat, terutama NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) akan ancaman agresi Rusia.
&amp;ldquo;Ini mungkin tidak akan membuat Eropa atau bahkan Amerika nyaman untuk sementara waktu. Tapi mereka harus paham bahwa jika mereka tidak menghentikan Rusia di perbatasans Ukraina, lain waktu (konflik) akan menuju perbatasan Polandia atau Jerman,&amp;rdquo; cetus Savchenko.NATO memang tak bisa semudah membalikkan telapak tangan dengan  mengirim bantuan senjata ke Ukraina, demi menangkal ancaman agresi  Rusia. Pasalnya, hal itu justru akan memicu perang terbuka.
&amp;ldquo;Anda harus hati-hati karena jika Anda membuat langkah yang  keliru, justru akan memicu perang besar,&amp;rdquo; lanjutnya sebagaimana disitat  Telegraph, Jumat (10/6/2016).
&amp;ldquo;Tentu saja bantuan dibutuhkan, tapi kami butuh semacam kemitraan  dan kerja sama. Mungkin kami akan mati, Tapi jika Anda tak ingin  melihat kami mati dan bertarung menghentikan Rusia, maka Anda harus  menyediakan bantuan,&amp;rdquo; tambah wanita kelahiran Kyiv 35 tahun silam itu.
Setidaknya jika menyoal bantuan senjata, Ukraina membutuhkan persenjataan pertahanan, bukan yang cenderung bersifat ofensif.
&amp;ldquo;Bila Anda bicara tentang perlengkapan (senjata) lapangan, maka  mungkin Anda akan terlibat di perang ini dan tak seorang pun  menginginkan Perang Dunia Ketiga,&amp;rdquo; imbuh Savchenko.
Bicara soal perdamaian di Ukraina Timur, Savchenko merasa hal itu  mustahil selama masih ada invasi pasukan Rusia. &amp;ldquo;Orang-orang  menginginkan perdamaian, tapi kita takkan pernah damai kecuali mulai  saling bicara. Sebelum bicara antar bangsa Ukraina, kita harus  menyingkirkan Rusia lebih dulu,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>KYIV &amp;ndash; Selepas dibebaskan Rusia lewat pertukaran tahanan, eks pilot heroik Ukraina, Nadiya &amp;ldquo;Nadezhda&amp;rdquo; Savchenko justru kian lantang menyerang Rusia.
Tapi kini serangannya tidak lagi dilakukan dengan senjata seperti sebelumnya. Pilot berpangkat Letnan Satu yang kini sudah jadi anggota Parlemen Ukraina, meneruskan perjuangannya lewat jalur politik.
Savchenko yang dikenal dunia dengan sebutan &amp;ldquo;Joan of Arc-nya Ukraina&amp;rdquo;, memperingatkan dunia barat, terutama NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) akan ancaman agresi Rusia.
&amp;ldquo;Ini mungkin tidak akan membuat Eropa atau bahkan Amerika nyaman untuk sementara waktu. Tapi mereka harus paham bahwa jika mereka tidak menghentikan Rusia di perbatasans Ukraina, lain waktu (konflik) akan menuju perbatasan Polandia atau Jerman,&amp;rdquo; cetus Savchenko.NATO memang tak bisa semudah membalikkan telapak tangan dengan  mengirim bantuan senjata ke Ukraina, demi menangkal ancaman agresi  Rusia. Pasalnya, hal itu justru akan memicu perang terbuka.
&amp;ldquo;Anda harus hati-hati karena jika Anda membuat langkah yang  keliru, justru akan memicu perang besar,&amp;rdquo; lanjutnya sebagaimana disitat  Telegraph, Jumat (10/6/2016).
&amp;ldquo;Tentu saja bantuan dibutuhkan, tapi kami butuh semacam kemitraan  dan kerja sama. Mungkin kami akan mati, Tapi jika Anda tak ingin  melihat kami mati dan bertarung menghentikan Rusia, maka Anda harus  menyediakan bantuan,&amp;rdquo; tambah wanita kelahiran Kyiv 35 tahun silam itu.
Setidaknya jika menyoal bantuan senjata, Ukraina membutuhkan persenjataan pertahanan, bukan yang cenderung bersifat ofensif.
&amp;ldquo;Bila Anda bicara tentang perlengkapan (senjata) lapangan, maka  mungkin Anda akan terlibat di perang ini dan tak seorang pun  menginginkan Perang Dunia Ketiga,&amp;rdquo; imbuh Savchenko.
Bicara soal perdamaian di Ukraina Timur, Savchenko merasa hal itu  mustahil selama masih ada invasi pasukan Rusia. &amp;ldquo;Orang-orang  menginginkan perdamaian, tapi kita takkan pernah damai kecuali mulai  saling bicara. Sebelum bicara antar bangsa Ukraina, kita harus  menyingkirkan Rusia lebih dulu,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
