<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ayah Pelaku Pembantaian Klub Gay Minta Maaf</title><description>Ayah pelaku penembakan klub gay mengaku tak tahu motif putranya membantai 50 orang pada Minggu dini hari lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/13/18/1413793/ayah-pelaku-pembantaian-klub-gay-minta-maaf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/06/13/18/1413793/ayah-pelaku-pembantaian-klub-gay-minta-maaf"/><item><title>Ayah Pelaku Pembantaian Klub Gay Minta Maaf</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/13/18/1413793/ayah-pelaku-pembantaian-klub-gay-minta-maaf</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/06/13/18/1413793/ayah-pelaku-pembantaian-klub-gay-minta-maaf</guid><pubDate>Senin 13 Juni 2016 16:04 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/13/18/1413793/ayah-pelaku-pembantaian-klub-gay-minta-maaf-Jr96qUy2Rt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Omar Mateen, pelaku penembakan klub gay di Orlando (Foto: My Space/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/13/18/1413793/ayah-pelaku-pembantaian-klub-gay-minta-maaf-Jr96qUy2Rt.jpg</image><title>Omar Mateen, pelaku penembakan klub gay di Orlando (Foto: My Space/Reuters)</title></images><description>ORLANDO &amp;ndash; Pihak keluarga mengaku syok mendengar berita bahwa Omar Mateen, pemuda imigran asal Afghanistan berusia 29 tahun dengan keji membantai 50 orang, di sebuah klub gay &amp;ldquo;Pulse&amp;rdquo; di Orlando, Florida, Amerika Serikat (AS).
Diwakili sang ayah, Sediqque Mir Mateen via posting-an video di media sosial Facebook, menyampaikan penyesalannya dan permintaan maaf soal tragedi penembakan terburuk dalam sejarah Negeri Paman Sam tersebut.
Sebelumnya disebutkan bahwa pada Minggu dini hari, 12 Juni 2016 sekira pukul 02.00 waktu setempat, Omar Mateen menembaki para pengunjung klub LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) di Orlando.

Penembakan yang menewaskan 50 orang ini juga terjadi sehari, setelah seorang pria tak dikenal, menembak mati seorang penyanyi cantik, Christina Grimmie di kota yang sama. (Baca: Sempat Kritis, Penyanyi Cantik yang Ditembak OTK Akhirnya Tewas).&amp;ldquo;Saya tidak tahu apa yang menyebabkannya melakukan hal ini.  Sebelumnya dia bekerja di sebuah firma dan firma itu yang memberikannya  sebuah pistol. Saya tidak tahu bahwa dia memendam kebencian,&amp;rdquo; tutur sang  ayah di video itu, diwartakan NBC, Senin (13/6/2016).

&amp;ldquo;Saya benar-benar minta maaf dan saya menyesalkan hal ini terjadi  kepada warga AS, terutama di bulan suci Ramadan ini. Apa yang telah dia  lakukan telah membuat saya syok&amp;hellip;saya meminta bantuan dan bimbingan  Tuhan,&amp;rdquo; tandasnya singkat.
Omar Mateen sendiri disebutkan pernah ingin bercita-cita sebagai  seorang polisi. Tapi Omar Mateen justru berakhir sebagai seorang satpam  di sebuah firma global G4S di West Palm Beach sejak 10 September 2007.
&amp;ldquo;Kami syok dan sedih atas insiden tragis yang terjadi di sebuah  klub malam di Orlando. Kami bisa mengonfirmasi bahwa Omar Matees sejak  2007 bekerja di G4S. Doa kami bersama teman-teman serta keluarga  korban,&amp;rdquo; ungkap pernyataan G4S dilansir Metro.</description><content:encoded>ORLANDO &amp;ndash; Pihak keluarga mengaku syok mendengar berita bahwa Omar Mateen, pemuda imigran asal Afghanistan berusia 29 tahun dengan keji membantai 50 orang, di sebuah klub gay &amp;ldquo;Pulse&amp;rdquo; di Orlando, Florida, Amerika Serikat (AS).
Diwakili sang ayah, Sediqque Mir Mateen via posting-an video di media sosial Facebook, menyampaikan penyesalannya dan permintaan maaf soal tragedi penembakan terburuk dalam sejarah Negeri Paman Sam tersebut.
Sebelumnya disebutkan bahwa pada Minggu dini hari, 12 Juni 2016 sekira pukul 02.00 waktu setempat, Omar Mateen menembaki para pengunjung klub LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) di Orlando.

Penembakan yang menewaskan 50 orang ini juga terjadi sehari, setelah seorang pria tak dikenal, menembak mati seorang penyanyi cantik, Christina Grimmie di kota yang sama. (Baca: Sempat Kritis, Penyanyi Cantik yang Ditembak OTK Akhirnya Tewas).&amp;ldquo;Saya tidak tahu apa yang menyebabkannya melakukan hal ini.  Sebelumnya dia bekerja di sebuah firma dan firma itu yang memberikannya  sebuah pistol. Saya tidak tahu bahwa dia memendam kebencian,&amp;rdquo; tutur sang  ayah di video itu, diwartakan NBC, Senin (13/6/2016).

&amp;ldquo;Saya benar-benar minta maaf dan saya menyesalkan hal ini terjadi  kepada warga AS, terutama di bulan suci Ramadan ini. Apa yang telah dia  lakukan telah membuat saya syok&amp;hellip;saya meminta bantuan dan bimbingan  Tuhan,&amp;rdquo; tandasnya singkat.
Omar Mateen sendiri disebutkan pernah ingin bercita-cita sebagai  seorang polisi. Tapi Omar Mateen justru berakhir sebagai seorang satpam  di sebuah firma global G4S di West Palm Beach sejak 10 September 2007.
&amp;ldquo;Kami syok dan sedih atas insiden tragis yang terjadi di sebuah  klub malam di Orlando. Kami bisa mengonfirmasi bahwa Omar Matees sejak  2007 bekerja di G4S. Doa kami bersama teman-teman serta keluarga  korban,&amp;rdquo; ungkap pernyataan G4S dilansir Metro.</content:encoded></item></channel></rss>
