<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Penari Terbaik India Sudha Chandran Melawan Keterbatasan Fisik</title><description>Kisah penari terbaik India Sudha Chandran melawan keterbatasan fisik setelah kakinya diamputasi&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/14/18/1414337/kisah-penari-terbaik-india-sudha-chandran-melawan-keterbatasan-fisik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/06/14/18/1414337/kisah-penari-terbaik-india-sudha-chandran-melawan-keterbatasan-fisik"/><item><title>Kisah Penari Terbaik India Sudha Chandran Melawan Keterbatasan Fisik</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/14/18/1414337/kisah-penari-terbaik-india-sudha-chandran-melawan-keterbatasan-fisik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/06/14/18/1414337/kisah-penari-terbaik-india-sudha-chandran-melawan-keterbatasan-fisik</guid><pubDate>Selasa 14 Juni 2016 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/14/18/1414337/kisah-penari-terbaik-india-sudha-chandran-melawan-keterbatasan-fisik-cbo9thP93c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sudha Chandran, penari terbaik di India harus kehilangan kakinya di usia remaja (Foto: Dramatize)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/14/18/1414337/kisah-penari-terbaik-india-sudha-chandran-melawan-keterbatasan-fisik-cbo9thP93c.jpg</image><title>Sudha Chandran, penari terbaik di India harus kehilangan kakinya di usia remaja (Foto: Dramatize)</title></images><description>TIDAK pernah terlintas dalam benak Sudha Chandran, bahwa perjalanan darat bersama kedua orangtuanya akan berakhir tragis. Perempuan asal Mumbai, India itu kehilangan kakinya di usia 18 tahun akibat kecelakaan pada 1981.
Kaki Sudha menderita sebuah penyakit hingga harus diamputasi. Beruntung, perempuan yang senang menari ini tidak menyerah dengan keterbatasan fisiknya. Malahan, Sudha Chandran menjadi seorang penari terkenal di India.
Dia juga pernah membintangi sejumlah serial televisi dan film di negeri Bollywood. Sudha Chandran mengakui bahwa kehilangan kaki kanannya adalah masa terberat dalam hidup.
Namun, berkat bantuan kaki palsu, pemegang gelar Master Ekonomi itu tetap bisa memenuhi ambisinya menjadi seorang penari terkenal. Pun begitu, butuh waktu dua tahun sejak kakinya diamputasi hingga kembali ke dunia tari.
Kembalinya Sudha ke dunia tari mendapatkan aplaus meriah dari  sejumlah orang. Keputusannya untuk tidak menyerah pada keterbatasan  fisik membuahkan sejumlah prestasi. Sudha adalah salah satu penari Bharatnatyam -seni tari tradisional India- terbaik yang pernah dimiliki oleh negaranya.
Karier Sudha menuju kesuksesan dimulai dengan membintangi film berjudul Mayuri yang dibuat sesuai dengan kisah hidupnya.
Dia  dianugerahi penghargaan dalam ajang Festival Film Nasional India pada  1986 atas perannya sebagai diri sendiri dalam film tersebut. Tercatat,  Sudha membintangi 47 serial televisi di India dan memenangi lima  penghargaan lainnya dalam dunia pertelevisian.
Gelimang prestasi tak ayal didapatkan Sudha atas perjuangannya. Itu  adalah ganjaran yang setimpal atas kerja keras dan semangat pantang  menyerahnya melawan keterbatasan fisik.

Sudha bisa saja  memilih jalan lain dengan mengemis atau meminta belas kasihan orang atas  keterbatasan fisiknya. Namun, dia memilih jalan yang membuat namanya  harum, setidaknya di India.
Kisah perjuangannya selain diabadikan dalam film, juga diabadikan  dalam kurikulum pendidikan di India. Biografi Sudha adalah materi wajib  yang diajarkan kepada anak-anak usia delapan hingga 11 tahun di  sekolah-sekolah.</description><content:encoded>TIDAK pernah terlintas dalam benak Sudha Chandran, bahwa perjalanan darat bersama kedua orangtuanya akan berakhir tragis. Perempuan asal Mumbai, India itu kehilangan kakinya di usia 18 tahun akibat kecelakaan pada 1981.
Kaki Sudha menderita sebuah penyakit hingga harus diamputasi. Beruntung, perempuan yang senang menari ini tidak menyerah dengan keterbatasan fisiknya. Malahan, Sudha Chandran menjadi seorang penari terkenal di India.
Dia juga pernah membintangi sejumlah serial televisi dan film di negeri Bollywood. Sudha Chandran mengakui bahwa kehilangan kaki kanannya adalah masa terberat dalam hidup.
Namun, berkat bantuan kaki palsu, pemegang gelar Master Ekonomi itu tetap bisa memenuhi ambisinya menjadi seorang penari terkenal. Pun begitu, butuh waktu dua tahun sejak kakinya diamputasi hingga kembali ke dunia tari.
Kembalinya Sudha ke dunia tari mendapatkan aplaus meriah dari  sejumlah orang. Keputusannya untuk tidak menyerah pada keterbatasan  fisik membuahkan sejumlah prestasi. Sudha adalah salah satu penari Bharatnatyam -seni tari tradisional India- terbaik yang pernah dimiliki oleh negaranya.
Karier Sudha menuju kesuksesan dimulai dengan membintangi film berjudul Mayuri yang dibuat sesuai dengan kisah hidupnya.
Dia  dianugerahi penghargaan dalam ajang Festival Film Nasional India pada  1986 atas perannya sebagai diri sendiri dalam film tersebut. Tercatat,  Sudha membintangi 47 serial televisi di India dan memenangi lima  penghargaan lainnya dalam dunia pertelevisian.
Gelimang prestasi tak ayal didapatkan Sudha atas perjuangannya. Itu  adalah ganjaran yang setimpal atas kerja keras dan semangat pantang  menyerahnya melawan keterbatasan fisik.

Sudha bisa saja  memilih jalan lain dengan mengemis atau meminta belas kasihan orang atas  keterbatasan fisiknya. Namun, dia memilih jalan yang membuat namanya  harum, setidaknya di India.
Kisah perjuangannya selain diabadikan dalam film, juga diabadikan  dalam kurikulum pendidikan di India. Biografi Sudha adalah materi wajib  yang diajarkan kepada anak-anak usia delapan hingga 11 tahun di  sekolah-sekolah.</content:encoded></item></channel></rss>
