<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ayah Omar Mateen Salahkan Sistem Keamanan Kelab Gay AS</title><description>Setelah meminta maaf atas ulah putranya, kini ayah pelaku penembakan di kelab gay AS menyalahkan sistem keamanan kelab malam tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/14/18/1414924/ayah-omar-mateen-salahkan-sistem-keamanan-kelab-gay-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/06/14/18/1414924/ayah-omar-mateen-salahkan-sistem-keamanan-kelab-gay-as"/><item><title>Ayah Omar Mateen Salahkan Sistem Keamanan Kelab Gay AS</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/14/18/1414924/ayah-omar-mateen-salahkan-sistem-keamanan-kelab-gay-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/06/14/18/1414924/ayah-omar-mateen-salahkan-sistem-keamanan-kelab-gay-as</guid><pubDate>Selasa 14 Juni 2016 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/14/18/1414924/ayah-omar-mateen-salahkan-sistem-keamanan-kelab-gay-as-fOA7Nw8hJL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seddique Mateen dan Omar Mateen. (Foto: Reuters/Express)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/14/18/1414924/ayah-omar-mateen-salahkan-sistem-keamanan-kelab-gay-as-fOA7Nw8hJL.jpg</image><title>Seddique Mateen dan Omar Mateen. (Foto: Reuters/Express)</title></images><description>ORLANDO &amp;ndash; Setelah meminta maaf atas ulah putranya membunuh 49 orang di kelab gay Pulse, di Orlando, Amerika Serikat (AS), kini ayah pelaku menyalahkan sistem keamanan kelab malam tersebut sebagai penyebab terjadinya insiden penembakan terseram dalam sejarah AS itu.
Menurut Seddique Mateen, rencana pembantaian yang hendak dilancarkan putranya, Omar Matten, seharusnya bisa dicegah andai saja kelub malam khusus LGBT itu memiliki sistem keamanan yang baik.
&amp;ldquo;Kelab dengan jumlah pengunjung 300 sampai 400 orang per hari, seharusnya memiliki sistem keamanan yang baik. Jika (kualitas) keamanan mereka bagus, dia (Omar Mateen) tidak akan punya kesempatan (untuk masuk dan menembak),&amp;rdquo; paparnya, seperti dikutip dari Express, Selasa (14/6/2016).
Dengan begitu, para pengunjung juga bisa diselamatkan dan tidak perlu ada korban jiwa yang jatuh pada Minggu 12 Juni 2016 sekira pukul 02.00 waktu setempat.
&amp;ldquo;Dia (Omar Mateen) sebenarnya tidak perlu melakukan itu (menembak pengunjung kelab gay Pulse), karena Tuhan sendiri yang akan menghukum mereka yang menceburkan diri jadi homoseksual,&amp;rdquo; jelasnya.Meski begitu, Seddique menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban melalui sebuah rekaman yang diunggah ke laman Facebook-nya. &amp;ldquo;Saya  benar-benar minta maaf dan saya menyesalkan hal ini terjadi kepada warga  AS, terutama di bulan suci Ramadan ini. Apa yang telah dia lakukan  telah membuat saya syok&amp;hellip;saya meminta bantuan dan bimbingan Tuhan,&amp;rdquo;  ucapnya.
Ia juga menyadari bahwa perbuatan putranya bagaimana pun tidak dapat  dimaafkan. Sebab, agama manapun tidak membenarkan tindak pembunuhan.  &amp;ldquo;Aksi itu dilakukan berdasarkan inisiatifnya sendiri. Dia akan  mempertanggungjawabkan perbuatannya itu (di akhirat). Saya mengajari dia  untuk bersikap terpelajar dan lebih berbaur dengan orang-orang.&amp;rdquo;
Seandainya pemuda berusia 29 tahun keturunan Afghanistan itu masih  hidup, Seddique pun ingin menanyakan alasan putranya melakukan perbuatan  laknat tersebut.
Seddique ternyata adalah pembawa acara &amp;ldquo;Durand Jirga Show&amp;rdquo; di kanal  bernama Payam-e-Afghan yang disiarkan langsung dari California, AS.  Dalam beberapa video acara tersebut di Youtube, Seddique terlihat  memiliki pandangan politik garis keras. Bahkan pernah menyatakan  dukungan pada kelompok Taliban, yang berafiliasi dengan Al Qaeda.
(Baca juga: Pelaku Penembakan Kelab Gay Masuk Daftar FBI sejak 2013)</description><content:encoded>ORLANDO &amp;ndash; Setelah meminta maaf atas ulah putranya membunuh 49 orang di kelab gay Pulse, di Orlando, Amerika Serikat (AS), kini ayah pelaku menyalahkan sistem keamanan kelab malam tersebut sebagai penyebab terjadinya insiden penembakan terseram dalam sejarah AS itu.
Menurut Seddique Mateen, rencana pembantaian yang hendak dilancarkan putranya, Omar Matten, seharusnya bisa dicegah andai saja kelub malam khusus LGBT itu memiliki sistem keamanan yang baik.
&amp;ldquo;Kelab dengan jumlah pengunjung 300 sampai 400 orang per hari, seharusnya memiliki sistem keamanan yang baik. Jika (kualitas) keamanan mereka bagus, dia (Omar Mateen) tidak akan punya kesempatan (untuk masuk dan menembak),&amp;rdquo; paparnya, seperti dikutip dari Express, Selasa (14/6/2016).
Dengan begitu, para pengunjung juga bisa diselamatkan dan tidak perlu ada korban jiwa yang jatuh pada Minggu 12 Juni 2016 sekira pukul 02.00 waktu setempat.
&amp;ldquo;Dia (Omar Mateen) sebenarnya tidak perlu melakukan itu (menembak pengunjung kelab gay Pulse), karena Tuhan sendiri yang akan menghukum mereka yang menceburkan diri jadi homoseksual,&amp;rdquo; jelasnya.Meski begitu, Seddique menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban melalui sebuah rekaman yang diunggah ke laman Facebook-nya. &amp;ldquo;Saya  benar-benar minta maaf dan saya menyesalkan hal ini terjadi kepada warga  AS, terutama di bulan suci Ramadan ini. Apa yang telah dia lakukan  telah membuat saya syok&amp;hellip;saya meminta bantuan dan bimbingan Tuhan,&amp;rdquo;  ucapnya.
Ia juga menyadari bahwa perbuatan putranya bagaimana pun tidak dapat  dimaafkan. Sebab, agama manapun tidak membenarkan tindak pembunuhan.  &amp;ldquo;Aksi itu dilakukan berdasarkan inisiatifnya sendiri. Dia akan  mempertanggungjawabkan perbuatannya itu (di akhirat). Saya mengajari dia  untuk bersikap terpelajar dan lebih berbaur dengan orang-orang.&amp;rdquo;
Seandainya pemuda berusia 29 tahun keturunan Afghanistan itu masih  hidup, Seddique pun ingin menanyakan alasan putranya melakukan perbuatan  laknat tersebut.
Seddique ternyata adalah pembawa acara &amp;ldquo;Durand Jirga Show&amp;rdquo; di kanal  bernama Payam-e-Afghan yang disiarkan langsung dari California, AS.  Dalam beberapa video acara tersebut di Youtube, Seddique terlihat  memiliki pandangan politik garis keras. Bahkan pernah menyatakan  dukungan pada kelompok Taliban, yang berafiliasi dengan Al Qaeda.
(Baca juga: Pelaku Penembakan Kelab Gay Masuk Daftar FBI sejak 2013)</content:encoded></item></channel></rss>
