<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WNI di Meksiko Ramaikan Bukber di KBRI</title><description>Memanfaatkan momen Ramadan, para WNI di Meksiko saling bertemu dan silaturahim di KBRI sembari bukber.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/14/18/1414995/wni-di-meksiko-ramaikan-bukber-di-kbri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/06/14/18/1414995/wni-di-meksiko-ramaikan-bukber-di-kbri"/><item><title>WNI di Meksiko Ramaikan Bukber di KBRI</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/14/18/1414995/wni-di-meksiko-ramaikan-bukber-di-kbri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/06/14/18/1414995/wni-di-meksiko-ramaikan-bukber-di-kbri</guid><pubDate>Selasa 14 Juni 2016 20:08 WIB</pubDate><dc:creator>Eti Kurnaeti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/14/18/1414995/wni-di-meksiko-ramaikan-bukber-di-kbri-CKP7CSkhgo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Buka bersama para WNI di KBRI Mexico City (Foto: Eti Kurnaeti/OKEZONE)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/14/18/1414995/wni-di-meksiko-ramaikan-bukber-di-kbri-CKP7CSkhgo.jpg</image><title>Buka bersama para WNI di KBRI Mexico City (Foto: Eti Kurnaeti/OKEZONE)</title></images><description>MEXICO CITY &amp;ndash; Bulan Ramadan adalah bulan suci yang sangat istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk warga negara Indonesia (WNI) muslim yang berada di perantauan.
Selain harus menahan emosi, lapar dan dahaga di antara lingkungan yang mayoritas bukan muslim, WNI di perantauan juga harus berpuasa hingga lebih dari 15 jam lamanya.
Menjelang waktu berbuka puasa, jika umat muslim di tanah air dapat dengan mudah menemukan makanan khas untuk berbuka puasa atau takjil seperti kolak, kurma, gorengan atau es buah, maka tidak demikian halnya dengan WNI yang berdomisili di Meksiko.
Pasalnya tidak ada seorang pun yang menjual makanan khas berbuka puasa tersebut di Negeri Sombrero tersebut. Karenanya tidak heran bila kemudian umat muslim Indonesia yang berada di Mexico City, menyambut antusias acara buka puasa bersama (bukber) yang digelar pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mexico City.Acara bukber yang berlangsung di kediaman Duta Besar (Dubes) RI untuk  Meksiko, Yusra Khan tersebut, digelar pada Jumat, 10 Juni 2016 lalu  waktu setempat dan dihadiri oleh puluhan WNI, baik dari kalangan muslim  maupun non muslim yang tinggal di Mexico City dan sekitarnya.
Acara dimulai dengan sajian kuliah tujuh menit (kultum) hingga  tibanya waktu berbuka puasa. Setelah Salat Maghrib berjamaah yang  diimami langsung oleh Dubes Yusra, para WNI langsung menyerbu berbagai  hidangan khas Ramadan seperti kolak, es buah dan gorengan.
Acara buka puasa bersama semakin terasa istimewa dengan sajian  &amp;ldquo;pengobat kangen&amp;rdquo; makanan nusantara lainnya, seperti bakso, sate, nasi  uduk dan hidangan istimewa khas Indonesia lainnya.

Menurut Yusra, Dubes RI Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) untuk  Meksiko, merangkap Guatemala, El Savador dan Belize tersebut, Ramadan  tahun ini merupakan yang kedua baginya dalam menjalankan ibadah puasa di  negeri tacos tersebut.Diakui Dubes Yusra, menjalankan ibadah puasa di Meksiko bagi umat   muslim khususnya WNI tidak begitu terasa berat. Pasalnya meski waktu   berpuasa lebih panjang dari Indonesia, namun karena cuacanya yang sejuk   membuat waktu berpuasa jadi tidak terasa lama.
Selain itu tanggapan dari masyarakat Meksiko sendiri terhadap umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa sangat positif.

Meski pada awalnya mereka merasa heran dengan umat muslim yang rela   menahan lapar dan dahaga lebih dari 15 jam lamanya, namun mereka tetap   menghargai umat muslim di Meksiko untuk menjalankan ibadah puasa di   Bulan Ramadan dengan khusyuk.</description><content:encoded>MEXICO CITY &amp;ndash; Bulan Ramadan adalah bulan suci yang sangat istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk warga negara Indonesia (WNI) muslim yang berada di perantauan.
Selain harus menahan emosi, lapar dan dahaga di antara lingkungan yang mayoritas bukan muslim, WNI di perantauan juga harus berpuasa hingga lebih dari 15 jam lamanya.
Menjelang waktu berbuka puasa, jika umat muslim di tanah air dapat dengan mudah menemukan makanan khas untuk berbuka puasa atau takjil seperti kolak, kurma, gorengan atau es buah, maka tidak demikian halnya dengan WNI yang berdomisili di Meksiko.
Pasalnya tidak ada seorang pun yang menjual makanan khas berbuka puasa tersebut di Negeri Sombrero tersebut. Karenanya tidak heran bila kemudian umat muslim Indonesia yang berada di Mexico City, menyambut antusias acara buka puasa bersama (bukber) yang digelar pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mexico City.Acara bukber yang berlangsung di kediaman Duta Besar (Dubes) RI untuk  Meksiko, Yusra Khan tersebut, digelar pada Jumat, 10 Juni 2016 lalu  waktu setempat dan dihadiri oleh puluhan WNI, baik dari kalangan muslim  maupun non muslim yang tinggal di Mexico City dan sekitarnya.
Acara dimulai dengan sajian kuliah tujuh menit (kultum) hingga  tibanya waktu berbuka puasa. Setelah Salat Maghrib berjamaah yang  diimami langsung oleh Dubes Yusra, para WNI langsung menyerbu berbagai  hidangan khas Ramadan seperti kolak, es buah dan gorengan.
Acara buka puasa bersama semakin terasa istimewa dengan sajian  &amp;ldquo;pengobat kangen&amp;rdquo; makanan nusantara lainnya, seperti bakso, sate, nasi  uduk dan hidangan istimewa khas Indonesia lainnya.

Menurut Yusra, Dubes RI Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) untuk  Meksiko, merangkap Guatemala, El Savador dan Belize tersebut, Ramadan  tahun ini merupakan yang kedua baginya dalam menjalankan ibadah puasa di  negeri tacos tersebut.Diakui Dubes Yusra, menjalankan ibadah puasa di Meksiko bagi umat   muslim khususnya WNI tidak begitu terasa berat. Pasalnya meski waktu   berpuasa lebih panjang dari Indonesia, namun karena cuacanya yang sejuk   membuat waktu berpuasa jadi tidak terasa lama.
Selain itu tanggapan dari masyarakat Meksiko sendiri terhadap umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa sangat positif.

Meski pada awalnya mereka merasa heran dengan umat muslim yang rela   menahan lapar dan dahaga lebih dari 15 jam lamanya, namun mereka tetap   menghargai umat muslim di Meksiko untuk menjalankan ibadah puasa di   Bulan Ramadan dengan khusyuk.</content:encoded></item></channel></rss>
