<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Musnahkan Puluhan Bom Hasil Operasi Perburuan Teroris Santoso</title><description>Tim Penjinak Bahan Peledak Brimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) memusnahkan 26 unit bom rakitan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/15/340/1415422/polisi-musnahkan-puluhan-bom-hasil-operasi-perburuan-teroris-santoso</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/06/15/340/1415422/polisi-musnahkan-puluhan-bom-hasil-operasi-perburuan-teroris-santoso"/><item><title>Polisi Musnahkan Puluhan Bom Hasil Operasi Perburuan Teroris Santoso</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/15/340/1415422/polisi-musnahkan-puluhan-bom-hasil-operasi-perburuan-teroris-santoso</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/06/15/340/1415422/polisi-musnahkan-puluhan-bom-hasil-operasi-perburuan-teroris-santoso</guid><pubDate>Rabu 15 Juni 2016 07:28 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/15/340/1415422/polisi-musnahkan-puluhan-bom-hasil-operasi-perburuan-teroris-santoso-dEcZzoKcAa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/15/340/1415422/polisi-musnahkan-puluhan-bom-hasil-operasi-perburuan-teroris-santoso-dEcZzoKcAa.jpg</image><title>Ilustrasi. (dok.Okezone)</title></images><description>POSO - Tim Penjinak Bahan Peledak Brimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) memusnahkan 26 unit bom rakitan yang merupakan barang bukti dalam Operasi Camar Maleo 2015 dan Operasi Tinombala 2016 atau operasi perburuan teroris di Kabupaten Poso.
Kepala Bidang Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto menyebutkan, bom-bom rakitan dan bahan peledak berbagai jenis tidak hanya sitaan dari teroris. Tapi ada juga  yang diserahkan oleh warga kepada polisi selama operasi berlangsung.
Pemusnahan bom itu sendiri dilaksanakan di Markas Brimob Detasemen B Landangan, Kota Poso. Pemusnahan dilakukan secara bertahap untuk menghindari leadakan yang besar yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat sekitar.
Pihak kepolisian juga telah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar tentang rencana pemusnahan itu agar tidak mengejutkan. &quot;Kalau ada warga yang terganggu dengan kegiatan ini, kami mohon maaf,&quot; ujarnya, Rabu (15/6/2016).
Polisi bekerja sama dengan jajaran TNI hingga kini masih terus menggelar Operasi Tinombala di Kabupaten Poso untuk memburu teroris kelompok Santoso. Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur bersama sekitar 23 pengikutnya diduga masih bersembunyi di hutan-hutan di kawasan Poso Pesisir dan Dataran Lore.</description><content:encoded>POSO - Tim Penjinak Bahan Peledak Brimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) memusnahkan 26 unit bom rakitan yang merupakan barang bukti dalam Operasi Camar Maleo 2015 dan Operasi Tinombala 2016 atau operasi perburuan teroris di Kabupaten Poso.
Kepala Bidang Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto menyebutkan, bom-bom rakitan dan bahan peledak berbagai jenis tidak hanya sitaan dari teroris. Tapi ada juga  yang diserahkan oleh warga kepada polisi selama operasi berlangsung.
Pemusnahan bom itu sendiri dilaksanakan di Markas Brimob Detasemen B Landangan, Kota Poso. Pemusnahan dilakukan secara bertahap untuk menghindari leadakan yang besar yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat sekitar.
Pihak kepolisian juga telah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar tentang rencana pemusnahan itu agar tidak mengejutkan. &quot;Kalau ada warga yang terganggu dengan kegiatan ini, kami mohon maaf,&quot; ujarnya, Rabu (15/6/2016).
Polisi bekerja sama dengan jajaran TNI hingga kini masih terus menggelar Operasi Tinombala di Kabupaten Poso untuk memburu teroris kelompok Santoso. Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur bersama sekitar 23 pengikutnya diduga masih bersembunyi di hutan-hutan di kawasan Poso Pesisir dan Dataran Lore.</content:encoded></item></channel></rss>
