<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malam Terhoror Pasukan Inggris di Lubang Hitam Kolkata</title><description>Sekira 260 tahun yang lalu, kegagahan Inggris pernah dijungkir balikkan oleh perjuangan pasukan Moghul.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/20/18/1417900/malam-terhoror-pasukan-inggris-di-lubang-hitam-kolkata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/06/20/18/1417900/malam-terhoror-pasukan-inggris-di-lubang-hitam-kolkata"/><item><title>Malam Terhoror Pasukan Inggris di Lubang Hitam Kolkata</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/20/18/1417900/malam-terhoror-pasukan-inggris-di-lubang-hitam-kolkata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/06/20/18/1417900/malam-terhoror-pasukan-inggris-di-lubang-hitam-kolkata</guid><pubDate>Senin 20 Juni 2016 06:06 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>KOLKATA &amp;ndash; Inggris dikenal sebagai penjajah terlama di India, sejak 1605. Saat itu, India masih mencakup hingga Pakistan dan Bangladesh. Bersama-sama mereka merasakan penderitaan di bawah kolonialisme Britania Raya.
Namun begitu, masyarakat India yang masih terdiri dari kerajaan-kerajaan bukannya tanpa perlawanan. Sekira 260 tahun yang lalu, kegagahan Inggris pernah dijungkir balikkan oleh perjuangan pasukan Moghul.
Kala itu, Inggris dan Prancis sedang gencar-gencarnya  bersaing memperluas kekuasaan melalui kongsi dagang. Negeri pimpinan ratu membangun pelabuhan besar, Fort William dan markas dagang bagi East India Company (EIC) di Kolkata. Sementara Prancis main cerdas dengan menjadi sekutu bagi penguasa Mogul saat itu (julukan tertinggi bagi penguasa Moghul) Siraj-ud-Daula. Pangeran muda yang naik takhta menggantikan ayahnya di usia 20-an tahun.
Inggris pun tak mau kalah. Bermaksud unjuk kekuatan dengan Prancis, Inggris membangun benteng pertahanan di Kolkata. Membuat Nawab Siraj tersinggung. Diam-diam raja muda itu memerintahkan Gubernur Kolkata untuk menghentikan pembangunan benteng itu.
Tanpa sepengetahuan Inggris, 50.000 pasukan dikerahkan. Dipersenjatai dengan 500 ekor gajah perang dan 50 meriam. Fort William mendadak digempur habis, para pekerja, mandor dan tentara kompeni yang berjaga lari tunggang langgang. Sampai-sampai meninggalkan istri dan anak-anak mereka, demi keselamatan pribadi.
Hanya tersisa 170 garnisun (pasukan penjaga benteng) berjaga dan menahan serangan mendadak pada 16 Juni 1756 itu. Posisi mereka semakin terjepit menyadari tak ada jenderal perang memimpin, akhirnya muncullah seorang zeminder John Zephaniah Holwell.Pagi itu, di bawah komando seorang pengumpul pajak yang tidak punya  pengalaman perang sama sekali, ratusan pasukan dipukul mundur setelah  mengibarkan bendera putih sorenya. Sedikitnya, 146 orang di bawah  ancaman pedang digiring ke penjara buatan militer Inggris sendiri di  Kolkata, yang bernama Lubang Hitam.
Ratusan tahanan dijejal di sel yang hanya seukuran 5 meter x 4 meter x  0,2 meter. Dimodali dua jendela kecil dan persediaan air super minim,  berdesak-desakkan lah mereka semua di sana, termasuk dua orang perempuan  dan pasukan yang terluka dan Howell sendiri. Saling sikut dan  injak-injak tak terhindarkan, demi mengisi paru-paru mereka dengan udara  dari jendela yang tersedia dan mendapat asupan dahaga.

Sementara para pasukan Inggris memohon-mohon belas kasih sipir  penjara. Yang mereka dapat  hanyalah tertawaan dan cemooh. Hingga  paginya, tepat pukul enam, penjara dibuka. Alhasil setumpuk mayat  menggunung di dalam penjara, menyisakan hanya 23 orang yang bertahan  hidup.
&amp;ldquo;Itu adalah malam terhoror yang tidak bisa saya deskripsikan dengan  kata-kata. Dan lagi memang mereka melarang kami untuk menceritakannya,&amp;rdquo;  tutur Howell dalam bukunya, sebagaimana dilansir dari History Today, Senin (20/6/2016).Akan tetapi, kisah Howell dianggap terlalu melebih-lebihkan.   Berdasarkan penelitian Profesor Brijen Gupta pada 1950, peristiwa kelam   itu benar telah terjadi sebagaimana yang diceritakan Howell. Namun,   jumlah yang dijebloskan ke dalam Lubang Hitam sebenarnya hanya 64 orang   dan yang bertahan hidup keesokan harinya sebanyak 21 orang.
Gupta juga mengungkap, serangan mendadak itu tidak dilakukan berdasar   titah Siraj. Bahkan, ia tidak tahu-menahu perihal adanya serangan   tersebut. Sayang, nyawa Siraj lah yang jadi incaran.
Tidak terima dipermalukan, Inggris membalas. Di bawah komando Robert   Clive, Fort William dikepung dari darat dan laut. Di mana Charles  Watson  memimpin kapal perang Inggris memborbardir pasukan Moghul di  Kolkata.

Pada Januari 1757, Kolkata jatuh seutuhnya ke tangan Inggris. Perang   berlanjut, sekira 23 Juni 1757, 3.000 pria biasa dikerahkan untuk   memukul mundur 50 ribu pasukan Moghul, beserta meriam dan gajah-gajah   perang mereka. Pertempuran antara Inggris dan India dibantu sekutunya   Prancis ini dikenang dengan sebutan Pertempuran Parsley atau Palashi.   Sebab di Kota Palashi, Benggala, sekira 150 kilometer dari Kolkata lah   pasukan India berhasil dikalahkan.
Siraj kemudian kabur ke Murshidabad dan berakhir tragis. Ia dibunuh orang-orangnya sendiri dan mayatnya dilemparkan ke sungai.
Nama penjara itu, Lubang Hitam bukan sebutan simbolik yang sama  dengan lubang gravitasi di alam  semesta yang bisa menyedot segala benda  yang mendekat ke dalamnya. Akan  tetapi, istilah itu memang julukan resmi  untuk penjara-penjara di  bawah kendali militer Inggris.</description><content:encoded>KOLKATA &amp;ndash; Inggris dikenal sebagai penjajah terlama di India, sejak 1605. Saat itu, India masih mencakup hingga Pakistan dan Bangladesh. Bersama-sama mereka merasakan penderitaan di bawah kolonialisme Britania Raya.
Namun begitu, masyarakat India yang masih terdiri dari kerajaan-kerajaan bukannya tanpa perlawanan. Sekira 260 tahun yang lalu, kegagahan Inggris pernah dijungkir balikkan oleh perjuangan pasukan Moghul.
Kala itu, Inggris dan Prancis sedang gencar-gencarnya  bersaing memperluas kekuasaan melalui kongsi dagang. Negeri pimpinan ratu membangun pelabuhan besar, Fort William dan markas dagang bagi East India Company (EIC) di Kolkata. Sementara Prancis main cerdas dengan menjadi sekutu bagi penguasa Mogul saat itu (julukan tertinggi bagi penguasa Moghul) Siraj-ud-Daula. Pangeran muda yang naik takhta menggantikan ayahnya di usia 20-an tahun.
Inggris pun tak mau kalah. Bermaksud unjuk kekuatan dengan Prancis, Inggris membangun benteng pertahanan di Kolkata. Membuat Nawab Siraj tersinggung. Diam-diam raja muda itu memerintahkan Gubernur Kolkata untuk menghentikan pembangunan benteng itu.
Tanpa sepengetahuan Inggris, 50.000 pasukan dikerahkan. Dipersenjatai dengan 500 ekor gajah perang dan 50 meriam. Fort William mendadak digempur habis, para pekerja, mandor dan tentara kompeni yang berjaga lari tunggang langgang. Sampai-sampai meninggalkan istri dan anak-anak mereka, demi keselamatan pribadi.
Hanya tersisa 170 garnisun (pasukan penjaga benteng) berjaga dan menahan serangan mendadak pada 16 Juni 1756 itu. Posisi mereka semakin terjepit menyadari tak ada jenderal perang memimpin, akhirnya muncullah seorang zeminder John Zephaniah Holwell.Pagi itu, di bawah komando seorang pengumpul pajak yang tidak punya  pengalaman perang sama sekali, ratusan pasukan dipukul mundur setelah  mengibarkan bendera putih sorenya. Sedikitnya, 146 orang di bawah  ancaman pedang digiring ke penjara buatan militer Inggris sendiri di  Kolkata, yang bernama Lubang Hitam.
Ratusan tahanan dijejal di sel yang hanya seukuran 5 meter x 4 meter x  0,2 meter. Dimodali dua jendela kecil dan persediaan air super minim,  berdesak-desakkan lah mereka semua di sana, termasuk dua orang perempuan  dan pasukan yang terluka dan Howell sendiri. Saling sikut dan  injak-injak tak terhindarkan, demi mengisi paru-paru mereka dengan udara  dari jendela yang tersedia dan mendapat asupan dahaga.

Sementara para pasukan Inggris memohon-mohon belas kasih sipir  penjara. Yang mereka dapat  hanyalah tertawaan dan cemooh. Hingga  paginya, tepat pukul enam, penjara dibuka. Alhasil setumpuk mayat  menggunung di dalam penjara, menyisakan hanya 23 orang yang bertahan  hidup.
&amp;ldquo;Itu adalah malam terhoror yang tidak bisa saya deskripsikan dengan  kata-kata. Dan lagi memang mereka melarang kami untuk menceritakannya,&amp;rdquo;  tutur Howell dalam bukunya, sebagaimana dilansir dari History Today, Senin (20/6/2016).Akan tetapi, kisah Howell dianggap terlalu melebih-lebihkan.   Berdasarkan penelitian Profesor Brijen Gupta pada 1950, peristiwa kelam   itu benar telah terjadi sebagaimana yang diceritakan Howell. Namun,   jumlah yang dijebloskan ke dalam Lubang Hitam sebenarnya hanya 64 orang   dan yang bertahan hidup keesokan harinya sebanyak 21 orang.
Gupta juga mengungkap, serangan mendadak itu tidak dilakukan berdasar   titah Siraj. Bahkan, ia tidak tahu-menahu perihal adanya serangan   tersebut. Sayang, nyawa Siraj lah yang jadi incaran.
Tidak terima dipermalukan, Inggris membalas. Di bawah komando Robert   Clive, Fort William dikepung dari darat dan laut. Di mana Charles  Watson  memimpin kapal perang Inggris memborbardir pasukan Moghul di  Kolkata.

Pada Januari 1757, Kolkata jatuh seutuhnya ke tangan Inggris. Perang   berlanjut, sekira 23 Juni 1757, 3.000 pria biasa dikerahkan untuk   memukul mundur 50 ribu pasukan Moghul, beserta meriam dan gajah-gajah   perang mereka. Pertempuran antara Inggris dan India dibantu sekutunya   Prancis ini dikenang dengan sebutan Pertempuran Parsley atau Palashi.   Sebab di Kota Palashi, Benggala, sekira 150 kilometer dari Kolkata lah   pasukan India berhasil dikalahkan.
Siraj kemudian kabur ke Murshidabad dan berakhir tragis. Ia dibunuh orang-orangnya sendiri dan mayatnya dilemparkan ke sungai.
Nama penjara itu, Lubang Hitam bukan sebutan simbolik yang sama  dengan lubang gravitasi di alam  semesta yang bisa menyedot segala benda  yang mendekat ke dalamnya. Akan  tetapi, istilah itu memang julukan resmi  untuk penjara-penjara di  bawah kendali militer Inggris.</content:encoded></item></channel></rss>
