<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabar Kematian Soekarno yang Disoroti hingga ke Amerika</title><description>46 tahun yang lampau, bukan hanya Indonesia, tapi dunia juga kehilangan sosok Soekarno yang meninggal di usia 69 tahun di RSPAD Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/21/18/1421445/kabar-kematian-soekarno-yang-disoroti-hingga-ke-amerika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/06/21/18/1421445/kabar-kematian-soekarno-yang-disoroti-hingga-ke-amerika"/><item><title>Kabar Kematian Soekarno yang Disoroti hingga ke Amerika</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/21/18/1421445/kabar-kematian-soekarno-yang-disoroti-hingga-ke-amerika</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/06/21/18/1421445/kabar-kematian-soekarno-yang-disoroti-hingga-ke-amerika</guid><pubDate>Selasa 21 Juni 2016 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/21/18/1421445/kabar-kematian-soekarno-yang-disoroti-hingga-ke-amerika-E2asWXECuc.png" expression="full" type="image/jpeg">Satu kolom kabar kematian Ir. Soekarno di surat kabar harian Sarasota Journal edisi 22 Juni 1970 silam</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/21/18/1421445/kabar-kematian-soekarno-yang-disoroti-hingga-ke-amerika-E2asWXECuc.png</image><title>Satu kolom kabar kematian Ir. Soekarno di surat kabar harian Sarasota Journal edisi 22 Juni 1970 silam</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketika ulang tahun (ultah) Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Selasa, 21 Juni 2016 banyak diingat orang, justru wafatnya sang proklamator, Ir. Soekarno di hari yang sama 46 tahun silam, banyak luput dari benak rakyat Indonesia.
Me-refresh ingatan kembali tentang sosoknya, &amp;ldquo;Putra Sang Fajar&amp;rdquo; (julukan Soekarno) tutup usia pada 21 Juni 1970 setelah lima tahun berjuang melawan gangguan organ ginjal kirinya.
Dalam masa akhir hayatnya itu, Soekarno yang jadi pesakitan sebagai tahanan politik dan hidup &amp;ldquo;terpenjara&amp;rdquo; di Wisma Yaso (kini Museum Satria Mandala, Jakarta), sempat dilarikan ke RSPAD karena kondisinya yang gawat.
Tapi nyawanya tak tertolong. &amp;ldquo;Sang Penyambung Lidah Rakyat&amp;rdquo; dipanggil Sang Pencipta. Segenap rakyat yang sedianya dilarang menghadiri prosesi iring-iringan jenazah Soekarno, seolah tak menanggapi imbauan pemerintah yang kala itu sudah di bawah rezim Soeharto.Isak tangis pasang mata yang tak terhingga jumlahnya menyertai konvoi  mobil jenazah Soekarno dari Wisma Yaso menuju Bandara Halim  Perdanakusuma untuk kemudian, diterbangkan ke Blitar, Jawa Timur, di  mana Soekarno diputuskan Presiden Soeharto, dimakamkan di samping  mendiang ibunda, Ida Ayu Nyoman Rai.
Kabar duka ini ternyata tidak hanya disoroti masyarakat dan media  nasional. Sejumlah surat kabar asing pun ikut memberitakan kematian pria  yang punya pengaruh besar di antara memanasnya Perang Dingin antara  Blok Barat vs Blok Timur tersebut.
Dari media-media Asia hingga Amerika Serikat (AS), kematian Soekarno  turut jadi perhatian publik internasional. Seperti yang diberitakan  Sarasota Journal, surat kabar asal Florida.
Dengan melansir berita dari AP (Associated Press), surat kabar AS  edisi 22 Juni 1970 tersebut menyebutkan bahwa sekira 100 ribu warga  Indonesia berjajar sepanjang 12,5 mil dari Wisma Yaso ke Bandara Halim  sembari menangis.

Hal serupa juga diberitakan surat kabar Newsweek edisi 29 Juni 1970,  Manila Chronicle (Filipina), Manila Daily Buletin (Filipina), South  China Morning Post (China) , Hong Kong Standard, hingga tiga media asal  Belanda; Alegemeen Handlesblad, Vrij Nederland edisi 27 Juni 1970) dan  Het Parool.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketika ulang tahun (ultah) Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Selasa, 21 Juni 2016 banyak diingat orang, justru wafatnya sang proklamator, Ir. Soekarno di hari yang sama 46 tahun silam, banyak luput dari benak rakyat Indonesia.
Me-refresh ingatan kembali tentang sosoknya, &amp;ldquo;Putra Sang Fajar&amp;rdquo; (julukan Soekarno) tutup usia pada 21 Juni 1970 setelah lima tahun berjuang melawan gangguan organ ginjal kirinya.
Dalam masa akhir hayatnya itu, Soekarno yang jadi pesakitan sebagai tahanan politik dan hidup &amp;ldquo;terpenjara&amp;rdquo; di Wisma Yaso (kini Museum Satria Mandala, Jakarta), sempat dilarikan ke RSPAD karena kondisinya yang gawat.
Tapi nyawanya tak tertolong. &amp;ldquo;Sang Penyambung Lidah Rakyat&amp;rdquo; dipanggil Sang Pencipta. Segenap rakyat yang sedianya dilarang menghadiri prosesi iring-iringan jenazah Soekarno, seolah tak menanggapi imbauan pemerintah yang kala itu sudah di bawah rezim Soeharto.Isak tangis pasang mata yang tak terhingga jumlahnya menyertai konvoi  mobil jenazah Soekarno dari Wisma Yaso menuju Bandara Halim  Perdanakusuma untuk kemudian, diterbangkan ke Blitar, Jawa Timur, di  mana Soekarno diputuskan Presiden Soeharto, dimakamkan di samping  mendiang ibunda, Ida Ayu Nyoman Rai.
Kabar duka ini ternyata tidak hanya disoroti masyarakat dan media  nasional. Sejumlah surat kabar asing pun ikut memberitakan kematian pria  yang punya pengaruh besar di antara memanasnya Perang Dingin antara  Blok Barat vs Blok Timur tersebut.
Dari media-media Asia hingga Amerika Serikat (AS), kematian Soekarno  turut jadi perhatian publik internasional. Seperti yang diberitakan  Sarasota Journal, surat kabar asal Florida.
Dengan melansir berita dari AP (Associated Press), surat kabar AS  edisi 22 Juni 1970 tersebut menyebutkan bahwa sekira 100 ribu warga  Indonesia berjajar sepanjang 12,5 mil dari Wisma Yaso ke Bandara Halim  sembari menangis.

Hal serupa juga diberitakan surat kabar Newsweek edisi 29 Juni 1970,  Manila Chronicle (Filipina), Manila Daily Buletin (Filipina), South  China Morning Post (China) , Hong Kong Standard, hingga tiga media asal  Belanda; Alegemeen Handlesblad, Vrij Nederland edisi 27 Juni 1970) dan  Het Parool.</content:encoded></item></channel></rss>
