<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inggris Ceraikan Uni Eropa, Obama Bakal Bicara dengan Cameron</title><description>Obama akan minta penjelasan PM Cameron soal hengkangnya Inggris dari Uni Eropa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/24/18/1424332/inggris-ceraikan-uni-eropa-obama-bakal-bicara-dengan-cameron</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/06/24/18/1424332/inggris-ceraikan-uni-eropa-obama-bakal-bicara-dengan-cameron"/><item><title>Inggris Ceraikan Uni Eropa, Obama Bakal Bicara dengan Cameron</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/24/18/1424332/inggris-ceraikan-uni-eropa-obama-bakal-bicara-dengan-cameron</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/06/24/18/1424332/inggris-ceraikan-uni-eropa-obama-bakal-bicara-dengan-cameron</guid><pubDate>Jum'at 24 Juni 2016 15:32 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/24/18/1424332/inggris-ceraikan-uni-eropa-obama-bakal-bicara-dengan-cameron-hBbDNpLBPR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Amerika Serikat, Barack Hussein Obama (kiri) akan bicara dengan Perdana Menteri Inggris, David William Donald Cameron soal hasil Referendum Uni Eropa (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/24/18/1424332/inggris-ceraikan-uni-eropa-obama-bakal-bicara-dengan-cameron-hBbDNpLBPR.jpg</image><title>Presiden Amerika Serikat, Barack Hussein Obama (kiri) akan bicara dengan Perdana Menteri Inggris, David William Donald Cameron soal hasil Referendum Uni Eropa (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON DC &amp;ndash; Rakyat Inggris sudah berkehendak lewat referendum, untuk bercerai dari Uni Eropa. Hasil referendum sudah final dan 52 persen suara rakyat di Negeri Ratu Elizabeth II itu menginginkan Inggris tak lagi bernaung bersama Uni Eropa. (Baca: Rakyat Inggris Telah Berkehendak, Cheerio Uni Eropa!) 
Atas hasil ini, sekutu terdekat Inggris &amp;ndash; Amerika Serikat (AS) pun turut merespons. Pihak Gedung Putih menyatakan, Presiden AS, Barack Obama akan mengagendakan pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, David Cameron.
&amp;ldquo;Kami mengharapkan Presiden (Obama) akan mencari kesempatan untuk berbicara dengan Perdana Menteri Cameron terkait hal ini dalam waktu dekat dan kami akan merilis pernyataan lanjutan sesegera mungkin,&amp;rdquo; tulis pernyataan Gedung Putih, dikutip USA Today, Jumat (24/6/2016).
Di sisi lain, sedianya PM Cameron dalam pernyataannya sudah menyatakan akan mundur dari jabatannya, setelah kampanyenya agar Inggris bertahan di Uni Eropa berakhir kandas. (Baca juga: Inggris Keluar Uni Eropa, PM David Cameron Mengundurkan Diri).
&amp;ldquo;Rakyat Inggris sudah membuat keputusan yagn sangat jelas untuk mengambil jalan yang berbeda dan saya rasa negeri ini membutuhkan kepemimpinan yang baru untuk mengantarkan ke arah ini (keluar Uni Eropa),&amp;rdquo; cetus Cameron.
&amp;ldquo;Inggris sudah mesti punya Perdana Menteri baru yang disahkan pada Konferensi Partai Konservatif (pada Oktober mendatang),&amp;rdquo; lanjutnya, dilansir TIME.</description><content:encoded>WASHINGTON DC &amp;ndash; Rakyat Inggris sudah berkehendak lewat referendum, untuk bercerai dari Uni Eropa. Hasil referendum sudah final dan 52 persen suara rakyat di Negeri Ratu Elizabeth II itu menginginkan Inggris tak lagi bernaung bersama Uni Eropa. (Baca: Rakyat Inggris Telah Berkehendak, Cheerio Uni Eropa!) 
Atas hasil ini, sekutu terdekat Inggris &amp;ndash; Amerika Serikat (AS) pun turut merespons. Pihak Gedung Putih menyatakan, Presiden AS, Barack Obama akan mengagendakan pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, David Cameron.
&amp;ldquo;Kami mengharapkan Presiden (Obama) akan mencari kesempatan untuk berbicara dengan Perdana Menteri Cameron terkait hal ini dalam waktu dekat dan kami akan merilis pernyataan lanjutan sesegera mungkin,&amp;rdquo; tulis pernyataan Gedung Putih, dikutip USA Today, Jumat (24/6/2016).
Di sisi lain, sedianya PM Cameron dalam pernyataannya sudah menyatakan akan mundur dari jabatannya, setelah kampanyenya agar Inggris bertahan di Uni Eropa berakhir kandas. (Baca juga: Inggris Keluar Uni Eropa, PM David Cameron Mengundurkan Diri).
&amp;ldquo;Rakyat Inggris sudah membuat keputusan yagn sangat jelas untuk mengambil jalan yang berbeda dan saya rasa negeri ini membutuhkan kepemimpinan yang baru untuk mengantarkan ke arah ini (keluar Uni Eropa),&amp;rdquo; cetus Cameron.
&amp;ldquo;Inggris sudah mesti punya Perdana Menteri baru yang disahkan pada Konferensi Partai Konservatif (pada Oktober mendatang),&amp;rdquo; lanjutnya, dilansir TIME.</content:encoded></item></channel></rss>
