<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Warga Karanganyar Terima Beras Raskin Berkutu</title><description>Lantaran tak bisa dikonsumsi, warga beramai-ramai menjual murah beras itu ke pengepul dengan harga Rp80 ribu per 15 kilo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/27/512/1426306/ratusan-warga-karanganyar-terima-beras-raskin-berkutu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/06/27/512/1426306/ratusan-warga-karanganyar-terima-beras-raskin-berkutu"/><item><title>Ratusan Warga Karanganyar Terima Beras Raskin Berkutu</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/27/512/1426306/ratusan-warga-karanganyar-terima-beras-raskin-berkutu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/06/27/512/1426306/ratusan-warga-karanganyar-terima-beras-raskin-berkutu</guid><pubDate>Senin 27 Juni 2016 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Kedaulatan Rakyat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/27/512/1426306/ratusan-warga-karanganyar-terima-beras-raskin-berkutu-QXObGZLPxt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KR Jogja</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/27/512/1426306/ratusan-warga-karanganyar-terima-beras-raskin-berkutu-QXObGZLPxt.jpg</image><title>KR Jogja</title></images><description>KARANGANYAR &amp;ndash; Sekira 502 warga di Desa Bulurejo, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, menerima beras miskin (raskin) dengan kualitas buruk. Selain berwarna kuning dan berbau, beras raskin tersebut juga dipenuhi kutu.
Parahnya lagi, raskin semacam ini diterima warga sejak April lalu. Lantaran tak bisa dikonsumsi, warga beramai-ramai menjual murah beras itu ke pengepul dengan harga Rp80 ribu per 15 kilo.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Perum Bulog Sub-Divre III Surakarta, Muhammad Rizal Mulyawan Latief mengakui, pihaknya kurang cermat menyalurkan beras raskin tersebut. Terbukti, beras medium berkualitas buruk masih saja diterima warga penerima manfaat barang bersubsidi itu.
&amp;ldquo;Di Karanganyar saja sebanyak 774 ton per bulan disalurkan. Pemeriksaan tidak bisa semuanya karena mencapai ribuan karung beras. Pasti ada yang terlewat, kebetulan kualitasnya seperti itu,&amp;rdquo; katanya, seperti dikutip dari KRjogja, Senin (27/6/2016).
Rizal juga tak membantah gudangnya menyimpan beras berkualitas tak terlalu bagus. &quot;Namanya juga beras medium, tentu berbeda jauh kualitasnya dengan beras premium. Sedangkan jatah beras premium itu sudah habis,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut Rizal, beras kualitas kurang bagus tak lepas dari faktor penyerapan barang, regulasi dan kualitas gabah petani. Dalam hal ini, Bulog tak diperkenankan membeli beras impor meski kualitas dan harganya jauh lebih baik.</description><content:encoded>KARANGANYAR &amp;ndash; Sekira 502 warga di Desa Bulurejo, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, menerima beras miskin (raskin) dengan kualitas buruk. Selain berwarna kuning dan berbau, beras raskin tersebut juga dipenuhi kutu.
Parahnya lagi, raskin semacam ini diterima warga sejak April lalu. Lantaran tak bisa dikonsumsi, warga beramai-ramai menjual murah beras itu ke pengepul dengan harga Rp80 ribu per 15 kilo.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Perum Bulog Sub-Divre III Surakarta, Muhammad Rizal Mulyawan Latief mengakui, pihaknya kurang cermat menyalurkan beras raskin tersebut. Terbukti, beras medium berkualitas buruk masih saja diterima warga penerima manfaat barang bersubsidi itu.
&amp;ldquo;Di Karanganyar saja sebanyak 774 ton per bulan disalurkan. Pemeriksaan tidak bisa semuanya karena mencapai ribuan karung beras. Pasti ada yang terlewat, kebetulan kualitasnya seperti itu,&amp;rdquo; katanya, seperti dikutip dari KRjogja, Senin (27/6/2016).
Rizal juga tak membantah gudangnya menyimpan beras berkualitas tak terlalu bagus. &quot;Namanya juga beras medium, tentu berbeda jauh kualitasnya dengan beras premium. Sedangkan jatah beras premium itu sudah habis,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut Rizal, beras kualitas kurang bagus tak lepas dari faktor penyerapan barang, regulasi dan kualitas gabah petani. Dalam hal ini, Bulog tak diperkenankan membeli beras impor meski kualitas dan harganya jauh lebih baik.</content:encoded></item></channel></rss>
