<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Jakmania, Aktivis 98 Kecewa dengan Respons Komnas HAM</title><description>Menurutnya,  pengeroyokan Brigadir Hanafi oleh Jakmania berlangsung sistematis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/29/338/1428757/kasus-jakmania-aktivis-98-kecewa-dengan-respons-komnas-ham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/06/29/338/1428757/kasus-jakmania-aktivis-98-kecewa-dengan-respons-komnas-ham"/><item><title>Kasus Jakmania, Aktivis 98 Kecewa dengan Respons Komnas HAM</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/06/29/338/1428757/kasus-jakmania-aktivis-98-kecewa-dengan-respons-komnas-ham</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/06/29/338/1428757/kasus-jakmania-aktivis-98-kecewa-dengan-respons-komnas-ham</guid><pubDate>Rabu 29 Juni 2016 20:07 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/29/338/1428757/kasus-jakmania-aktivis-98-kecewa-dengan-respons-komnas-ham-uBKQ8egR9V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/29/338/1428757/kasus-jakmania-aktivis-98-kecewa-dengan-respons-komnas-ham-uBKQ8egR9V.jpg</image><title>Foto: Antara</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah aktivis 98 yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) kembali mengkritik pernyataan Komnas Ham yang hanya berbelasungkawa serta mengecam aksi brutal  Jakmania yang menganiaya Brigadir Hanafi hingga kritis. 
&quot;Pernyataan Komisioner Komnas HAM cuma sebatas normatif saja dengan ikut berbelasungkawa dan mengecam, tidak ada tindakan apapun dengan membentuk tim. Alangkah baiknya memang dibubarkan saja Komnas HAM diganti dengan Komnas Pancasila,&quot; tegas Ketua Dewan Presidium Jari 98 Willy Prakarsa di Jakarta, Rabu (29/6/2016)
Dia mengajak seluruh komponen gerakan aktivis lainnya untuk konsolidasi mendukung gerakan bubarkan Komnas HAM yang dinilainya sebagai produk asing.
&quot;Kita juga akan ajak aktivis Ham seperti KontraS yang masih kita nilai jauh lebih baik ketimbang Komnas HAM. Kita akan bikin deklarasi Komnas Pancasila usai Hari Raya Idul Fitri,&quot; terangnya.
Menurutnya,  pengeroyokan Brigadir Hanafi oleh Jakmania berlangsung sistematis. Karena kata dia ada benda tumpul yang dipakai suporter untuk melakukan pengeroyokan dan penganiayaan.
&quot;Komnas HAM cuma bergerak jika aparatur penyelenggara negara melakukan kekerasan, dan sebaliknya jika aparat jadi korbannya, Komnas HAM tidak mau merespons,&quot;sindirnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah aktivis 98 yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) kembali mengkritik pernyataan Komnas Ham yang hanya berbelasungkawa serta mengecam aksi brutal  Jakmania yang menganiaya Brigadir Hanafi hingga kritis. 
&quot;Pernyataan Komisioner Komnas HAM cuma sebatas normatif saja dengan ikut berbelasungkawa dan mengecam, tidak ada tindakan apapun dengan membentuk tim. Alangkah baiknya memang dibubarkan saja Komnas HAM diganti dengan Komnas Pancasila,&quot; tegas Ketua Dewan Presidium Jari 98 Willy Prakarsa di Jakarta, Rabu (29/6/2016)
Dia mengajak seluruh komponen gerakan aktivis lainnya untuk konsolidasi mendukung gerakan bubarkan Komnas HAM yang dinilainya sebagai produk asing.
&quot;Kita juga akan ajak aktivis Ham seperti KontraS yang masih kita nilai jauh lebih baik ketimbang Komnas HAM. Kita akan bikin deklarasi Komnas Pancasila usai Hari Raya Idul Fitri,&quot; terangnya.
Menurutnya,  pengeroyokan Brigadir Hanafi oleh Jakmania berlangsung sistematis. Karena kata dia ada benda tumpul yang dipakai suporter untuk melakukan pengeroyokan dan penganiayaan.
&quot;Komnas HAM cuma bergerak jika aparatur penyelenggara negara melakukan kekerasan, dan sebaliknya jika aparat jadi korbannya, Komnas HAM tidak mau merespons,&quot;sindirnya.</content:encoded></item></channel></rss>
