<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tim Kemenag Rukyatul Hilal di Hotel</title><description>Rukyatul hilal akan dilaksanakan pada tanggal Senin 4 Juli di Hotel Aquarius&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/03/340/1431900/tim-kemenag-rukyatul-hilal-di-hotel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/03/340/1431900/tim-kemenag-rukyatul-hilal-di-hotel"/><item><title>Tim Kemenag Rukyatul Hilal di Hotel</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/03/340/1431900/tim-kemenag-rukyatul-hilal-di-hotel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/03/340/1431900/tim-kemenag-rukyatul-hilal-di-hotel</guid><pubDate>Minggu 03 Juli 2016 14:47 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/03/340/1431900/tim-kemenag-rukyatul-hilal-di-hotel-sHcDq4yL1Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/03/340/1431900/tim-kemenag-rukyatul-hilal-di-hotel-sHcDq4yL1Y.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Antara)</title></images><description>PALANGKA RAYA - Tim dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palangka Raya bersama Kemenag Wilayah Kalimantan Tengah akan melaksanakan pemantauan rukyatul hilal untuk menetapkan 1 Syawal atau hari pertama Idul Fitri 1437 Hijriyah di salah satu puncak hotel di kota setempat.
&quot;Insya Allah rukyatul hilal akan kita laksanakan pada tanggal 4 Juli (Senin) di Hotel Aquarius di atap hotel, yakni di lantai sembilan,&quot; kata Kepala Kantor Kemenag Kota, Baihaqi di Palangka Raya, Minggu (3/7/2016).
Dia menerangkan pelaksanaan pemantauan tersebut akan dimulai sekira pukul 16.00 WIB dengan melibatkan sejumlah organisasi masyarakat Islam yang ada di kota berjuluk &quot;Kota Cantik&quot; ini.
&quot;Sebenarnya kemarin sempat tercetus rencana akan kita laksanakan di puncak Masjid Raya, namun karena sesuatu hal kita batalkan. Sebelum pemantauan kita akan lakukan persiapan di Kanwil Kemenag Kalteng,&quot; katanya.
Dia mengungkapan bahwa di antara persiapan yang dilakukan tim pemantau tersebut ialah menerima laporan keadaan cuaca dan persiapan lainnya di wilayah lain di Provinsi berjuluk &quot;Bumi Tambun Bungai&quot; dan &quot;Bumi Pancasila&quot; ini.
Selanjutnya, menurut dia, jatuhnya awal bulan yang ditentukan pemerintah melalui sidang isbat bisa saja berbeda dengan penentuan yang telah ditetapkan oleh Muhammadiyah. &quot;Tidak menutup kemungkinan itu bisa saja terjadi. Tetapi itu jangan menjadi alasan untuk kita menghilangkan rasa saling toleransi. Apalagi perbedaan itu sampai menjadi jurang pemisah,&quot; katanya.
Menurut Baihaqi, perbedaan tersebut juga bukan bersifat prinsip seperti cara salat, melainkan lebih bersifat keyakinan terhadap pelaksanaan Idul Fitri. &quot;Sikapilah perbedaan itu secara dewasa sehingga toleransi yang selama ini terjalin tetap terjaga. Dalam hadis juga disebutkan bahwa perbedaan di kalangan ulama itu adalah rahmat,&quot; kata Baihaqi.</description><content:encoded>PALANGKA RAYA - Tim dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palangka Raya bersama Kemenag Wilayah Kalimantan Tengah akan melaksanakan pemantauan rukyatul hilal untuk menetapkan 1 Syawal atau hari pertama Idul Fitri 1437 Hijriyah di salah satu puncak hotel di kota setempat.
&quot;Insya Allah rukyatul hilal akan kita laksanakan pada tanggal 4 Juli (Senin) di Hotel Aquarius di atap hotel, yakni di lantai sembilan,&quot; kata Kepala Kantor Kemenag Kota, Baihaqi di Palangka Raya, Minggu (3/7/2016).
Dia menerangkan pelaksanaan pemantauan tersebut akan dimulai sekira pukul 16.00 WIB dengan melibatkan sejumlah organisasi masyarakat Islam yang ada di kota berjuluk &quot;Kota Cantik&quot; ini.
&quot;Sebenarnya kemarin sempat tercetus rencana akan kita laksanakan di puncak Masjid Raya, namun karena sesuatu hal kita batalkan. Sebelum pemantauan kita akan lakukan persiapan di Kanwil Kemenag Kalteng,&quot; katanya.
Dia mengungkapan bahwa di antara persiapan yang dilakukan tim pemantau tersebut ialah menerima laporan keadaan cuaca dan persiapan lainnya di wilayah lain di Provinsi berjuluk &quot;Bumi Tambun Bungai&quot; dan &quot;Bumi Pancasila&quot; ini.
Selanjutnya, menurut dia, jatuhnya awal bulan yang ditentukan pemerintah melalui sidang isbat bisa saja berbeda dengan penentuan yang telah ditetapkan oleh Muhammadiyah. &quot;Tidak menutup kemungkinan itu bisa saja terjadi. Tetapi itu jangan menjadi alasan untuk kita menghilangkan rasa saling toleransi. Apalagi perbedaan itu sampai menjadi jurang pemisah,&quot; katanya.
Menurut Baihaqi, perbedaan tersebut juga bukan bersifat prinsip seperti cara salat, melainkan lebih bersifat keyakinan terhadap pelaksanaan Idul Fitri. &quot;Sikapilah perbedaan itu secara dewasa sehingga toleransi yang selama ini terjalin tetap terjaga. Dalam hadis juga disebutkan bahwa perbedaan di kalangan ulama itu adalah rahmat,&quot; kata Baihaqi.</content:encoded></item></channel></rss>
