<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>INFO MUDIK: Begini Suasana Pelabuhan Merak Usai Puncak Arus Mudik</title><description>Puncak arus mudik Labaran 2016 di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, sudah berlalu. Berikut suasana pelabuhan usai ditinggal pemudik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/04/340/1432342/info-mudik-begini-suasana-pelabuhan-merak-usai-puncak-arus-mudik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/04/340/1432342/info-mudik-begini-suasana-pelabuhan-merak-usai-puncak-arus-mudik"/><item><title>INFO MUDIK: Begini Suasana Pelabuhan Merak Usai Puncak Arus Mudik</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/04/340/1432342/info-mudik-begini-suasana-pelabuhan-merak-usai-puncak-arus-mudik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/04/340/1432342/info-mudik-begini-suasana-pelabuhan-merak-usai-puncak-arus-mudik</guid><pubDate>Senin 04 Juli 2016 12:28 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Multatuli</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/04/340/1432342/info-mudik-begini-suasana-pelabuhan-merak-usai-puncak-arus-mudik-S0C0OIWQcf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suasana di Pelabuhan Merak, Banten, lengang usai puncak arus mudik. (Iqbal Multatuli/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/04/340/1432342/info-mudik-begini-suasana-pelabuhan-merak-usai-puncak-arus-mudik-S0C0OIWQcf.jpg</image><title>Suasana di Pelabuhan Merak, Banten, lengang usai puncak arus mudik. (Iqbal Multatuli/Okezone)</title></images><description>MERAK - Puncak arus mudik Labaran 2016 di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, sudah berlalu. Hari ini, tak terlihat ada antrean ataupun kepadatan kendaraan. Keluhan pemudik tentang kemacetan juga sudah tak terdengar.
Pantauan Okezone di lokasi, Senin (4/7/2016), tidak ada barisan panjang mobil di loket antrean kendaraan. Penumpang pejalan kaki juga tak lagi berdesakan saat masuk ke kapal yang akan mengantarnya ke seberang.
Petugas pun tampak santai mengatur kedatangan penumpang, baik di Posko Terpadu maupun di areal pelabuhan. Kini, pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Merak bisa leluasa memacu kendaraan.
Tak seperti dua hari lalu, kemacetan bahkan mencapai 10 kilometer. Alhasil, Tol Tangerang-Merak terkena imbas antrean loket kendaraan. Berjam-jam lamanya pemudik harus berjibaku dengan kemacetan. Mereka harus ektra sabar menunggu giliran memasuki kapal.
Puncak arus mudik di Merak sudah berlalu, sehingga tak ada lagi teriakan warga yang penat karena kemacetan juga tangisan anak kecil yang kepanasan dalam kerumunan pemudik. Mereka yang dua hari lalu berjibaku naik kapal di pelabuhan ini sepertinya sudah sampai di kampung halaman.

Berakhirnya perayaan arus mudik itu resmi diumumkan PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) Merak. Lonjakan penumpang terjadi justru pada H-4 hari raya Idul Fitri 1437 Hijriah.
(Baca juga: Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak)
&quot;Puncaknya itu H-4 mencapai 29 ribu pejalan kaki,&quot; Kata Tommy Kaunang, General Manager PT ASDP Ferry Indonesia Merak.
Tingkat kedatangan pejalan kaki kali ini memang sudah berkurang, begitu pula dengan kendaraan roda empat, dan roda dua. Namun, setitik permasalahan kemacetan jadi pekerjaan rumah pengelola jasa layanan penyeberangan.
Terutama kemacetan dan tingkat pelayanan yang setiap tahun hampir sama. Lonjakan penumpang masih tak mampu dibendung. Kemacetan tak kunjung terurai, dan amarah pemudik sulit diredam.
&quot;Masa lama, enggak ada lama, berapa menit lamanya dulu. Sekarang ini diutamakan keselamatan, setiap kendaraan harus tanya nama, SIM, KTP, semua. Kalau di dalam pelabuhan kosong dan di luar pelabuhan padat. Nah itu sistemnya enggak bener. Nah, ini di dalam pelabuhan padat, loket masih bisa jual tiket,&quot; begitu kata Tommy saat ditanya perihal masih tersisanya permasalahan.

Dia mengklaim bahwa tak ada pemudik yang mengantre lebih dari tiga jam di Pelabuhan Merak selama arus mudik Lebaran 2016.
&quot;Kalau di dalam pelabuhan, saya jamin tidak ada mengantre dari tiga jam. Pagi masuk kapal jam 12 siang. Kalau di sini (Pelabuhan Merak) saja, paling lama tiga jam, itu udah paling apesnya,&quot; ujarnya.
Pada puncak arus mudik yang terjadi pada Jumat 1 Juli dini hari sampai Sabtu 2 Juli 2016 pagi, tercatat sebanyak 138.189 pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni, Lampung. Rinciannya, pengguna motor 21.436 orang, kendaraan roda empat berjumlah 15.516 unit, bus 740 unit, dan truk sebanyak 515 unit.
&amp;nbsp;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wNy8wMy8xLzc3OTM5LzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</description><content:encoded>MERAK - Puncak arus mudik Labaran 2016 di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, sudah berlalu. Hari ini, tak terlihat ada antrean ataupun kepadatan kendaraan. Keluhan pemudik tentang kemacetan juga sudah tak terdengar.
Pantauan Okezone di lokasi, Senin (4/7/2016), tidak ada barisan panjang mobil di loket antrean kendaraan. Penumpang pejalan kaki juga tak lagi berdesakan saat masuk ke kapal yang akan mengantarnya ke seberang.
Petugas pun tampak santai mengatur kedatangan penumpang, baik di Posko Terpadu maupun di areal pelabuhan. Kini, pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Merak bisa leluasa memacu kendaraan.
Tak seperti dua hari lalu, kemacetan bahkan mencapai 10 kilometer. Alhasil, Tol Tangerang-Merak terkena imbas antrean loket kendaraan. Berjam-jam lamanya pemudik harus berjibaku dengan kemacetan. Mereka harus ektra sabar menunggu giliran memasuki kapal.
Puncak arus mudik di Merak sudah berlalu, sehingga tak ada lagi teriakan warga yang penat karena kemacetan juga tangisan anak kecil yang kepanasan dalam kerumunan pemudik. Mereka yang dua hari lalu berjibaku naik kapal di pelabuhan ini sepertinya sudah sampai di kampung halaman.

Berakhirnya perayaan arus mudik itu resmi diumumkan PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) Merak. Lonjakan penumpang terjadi justru pada H-4 hari raya Idul Fitri 1437 Hijriah.
(Baca juga: Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak)
&quot;Puncaknya itu H-4 mencapai 29 ribu pejalan kaki,&quot; Kata Tommy Kaunang, General Manager PT ASDP Ferry Indonesia Merak.
Tingkat kedatangan pejalan kaki kali ini memang sudah berkurang, begitu pula dengan kendaraan roda empat, dan roda dua. Namun, setitik permasalahan kemacetan jadi pekerjaan rumah pengelola jasa layanan penyeberangan.
Terutama kemacetan dan tingkat pelayanan yang setiap tahun hampir sama. Lonjakan penumpang masih tak mampu dibendung. Kemacetan tak kunjung terurai, dan amarah pemudik sulit diredam.
&quot;Masa lama, enggak ada lama, berapa menit lamanya dulu. Sekarang ini diutamakan keselamatan, setiap kendaraan harus tanya nama, SIM, KTP, semua. Kalau di dalam pelabuhan kosong dan di luar pelabuhan padat. Nah itu sistemnya enggak bener. Nah, ini di dalam pelabuhan padat, loket masih bisa jual tiket,&quot; begitu kata Tommy saat ditanya perihal masih tersisanya permasalahan.

Dia mengklaim bahwa tak ada pemudik yang mengantre lebih dari tiga jam di Pelabuhan Merak selama arus mudik Lebaran 2016.
&quot;Kalau di dalam pelabuhan, saya jamin tidak ada mengantre dari tiga jam. Pagi masuk kapal jam 12 siang. Kalau di sini (Pelabuhan Merak) saja, paling lama tiga jam, itu udah paling apesnya,&quot; ujarnya.
Pada puncak arus mudik yang terjadi pada Jumat 1 Juli dini hari sampai Sabtu 2 Juli 2016 pagi, tercatat sebanyak 138.189 pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni, Lampung. Rinciannya, pengguna motor 21.436 orang, kendaraan roda empat berjumlah 15.516 unit, bus 740 unit, dan truk sebanyak 515 unit.
&amp;nbsp;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wNy8wMy8xLzc3OTM5LzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
