<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lebaran, Pemerintah Suriah Umumkan Tiga Hari Gencatan Senjata</title><description>Guna memperingati Idul Fitri, yang sangat penting  artinya bagi umat Muslim, Pemerintah Suriah mengumumkan tiga hari  gencatan senjata.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/07/18/1433478/lebaran-pemerintah-suriah-umumkan-tiga-hari-gencatan-senjata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/07/18/1433478/lebaran-pemerintah-suriah-umumkan-tiga-hari-gencatan-senjata"/><item><title>Lebaran, Pemerintah Suriah Umumkan Tiga Hari Gencatan Senjata</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/07/18/1433478/lebaran-pemerintah-suriah-umumkan-tiga-hari-gencatan-senjata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/07/18/1433478/lebaran-pemerintah-suriah-umumkan-tiga-hari-gencatan-senjata</guid><pubDate>Kamis 07 Juli 2016 00:02 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/06/18/1433478/lebaran-pemerintah-suriah-umumkan-tiga-hari-gencatan-senjata-0YavHAmck3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Suriah Bashar al Assad umumkan rezim tenang selama tiga hari lebaran. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/06/18/1433478/lebaran-pemerintah-suriah-umumkan-tiga-hari-gencatan-senjata-0YavHAmck3.jpg</image><title>Presiden Suriah Bashar al Assad umumkan rezim tenang selama tiga hari lebaran. (Foto: Reuters)</title></images><description>SA&amp;rsquo;ANA &amp;ndash; Guna memperingati hari raya Idul Fitri, yang sangat penting artinya bagi umat Muslim, Pemerintah Suriah mengumumkan tiga hari gencatan senjata. Dimulai dari Rabu 6 Juli dan berakhir pada Jumat 8 Juli 2016.
Berdasarkan laporan media lokal, yang disitat dari Al Jazeera, Kamis (7/7/2016), selama 72 jam ke depan, pemerintah Suriah akan memberlakukan rezim tenang di seluruh negeri sampai tanggal 8 Juli berakhir. Demikian ketentuan yang disebarluaskan kepada seluruh tentara Suriah.
Meski begitu, belum diketahui pendapat kelompok lawan soal kebijakan tersebut. Sebagaimana diketahui, kepemimpinan Presiden Bashar al Assad memicu pergolakan di negerinya sendiri.
Berbagai perundingan damai telah diadakan selama lima tahun terakhir. Namun tidak kunjung membuahkan hasil. Gencatan senjata terakhir kali dimediasi oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Menlu Rusia Sergey Lavrov pada Mei 2016.
Setelah pada Februari, kesepakatan sempat dilanggar. Tidak jelas siapa yang lebih dulu melanggar, akan tetapi kedua belah pihak yang berseteru saling melempar kesalahan. Pemberontak rezim Assad yang dibekingi AS menuduh Rusia, demikian juga sebaliknya.
(Baca juga: Hari Kedua Gencatan Senjata, Rusia Catat Sembilan Pelanggaran)
(Baca juga: Arab Saudi Tuduh Rusia Langgar Gencatan Senjata)
Di samping itu, sejak awal, perjanjian gencatan senjata itu disetujui banyak militan oposisi. Namun ditolak mentah-mentah oleh Al Qaeda, Front al Nusra dan ISIS. Sebab ketiganya, memang termasuk dalam target operasi serangan udara negara-negara barat. Dengan kata lain, justru mereka jadi musuh bersama bagi dua kutub kekuatan dunia.</description><content:encoded>SA&amp;rsquo;ANA &amp;ndash; Guna memperingati hari raya Idul Fitri, yang sangat penting artinya bagi umat Muslim, Pemerintah Suriah mengumumkan tiga hari gencatan senjata. Dimulai dari Rabu 6 Juli dan berakhir pada Jumat 8 Juli 2016.
Berdasarkan laporan media lokal, yang disitat dari Al Jazeera, Kamis (7/7/2016), selama 72 jam ke depan, pemerintah Suriah akan memberlakukan rezim tenang di seluruh negeri sampai tanggal 8 Juli berakhir. Demikian ketentuan yang disebarluaskan kepada seluruh tentara Suriah.
Meski begitu, belum diketahui pendapat kelompok lawan soal kebijakan tersebut. Sebagaimana diketahui, kepemimpinan Presiden Bashar al Assad memicu pergolakan di negerinya sendiri.
Berbagai perundingan damai telah diadakan selama lima tahun terakhir. Namun tidak kunjung membuahkan hasil. Gencatan senjata terakhir kali dimediasi oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Menlu Rusia Sergey Lavrov pada Mei 2016.
Setelah pada Februari, kesepakatan sempat dilanggar. Tidak jelas siapa yang lebih dulu melanggar, akan tetapi kedua belah pihak yang berseteru saling melempar kesalahan. Pemberontak rezim Assad yang dibekingi AS menuduh Rusia, demikian juga sebaliknya.
(Baca juga: Hari Kedua Gencatan Senjata, Rusia Catat Sembilan Pelanggaran)
(Baca juga: Arab Saudi Tuduh Rusia Langgar Gencatan Senjata)
Di samping itu, sejak awal, perjanjian gencatan senjata itu disetujui banyak militan oposisi. Namun ditolak mentah-mentah oleh Al Qaeda, Front al Nusra dan ISIS. Sebab ketiganya, memang termasuk dalam target operasi serangan udara negara-negara barat. Dengan kata lain, justru mereka jadi musuh bersama bagi dua kutub kekuatan dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
