<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembelaan Tony Blair dan George Bush Atas Penyelidikan Invasi Irak </title><description>Tony Blair dan George Bush kembali membela diri atas Invasi Irak pada 2003</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/07/18/1433603/pembelaan-tony-blair-dan-george-bush-atas-penyelidikan-invasi-irak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/07/18/1433603/pembelaan-tony-blair-dan-george-bush-atas-penyelidikan-invasi-irak"/><item><title>Pembelaan Tony Blair dan George Bush Atas Penyelidikan Invasi Irak </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/07/18/1433603/pembelaan-tony-blair-dan-george-bush-atas-penyelidikan-invasi-irak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/07/18/1433603/pembelaan-tony-blair-dan-george-bush-atas-penyelidikan-invasi-irak</guid><pubDate>Kamis 07 Juli 2016 10:02 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/07/18/1433603/pembelaan-tony-blair-dan-george-bush-atas-penyelidikan-invasi-irak-WXvNn6ODbE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Presiden AS George Bush bersama Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dalam sebuah konferensi pers di Washington pada 2007 (Foto: Jason Reed/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/07/18/1433603/pembelaan-tony-blair-dan-george-bush-atas-penyelidikan-invasi-irak-WXvNn6ODbE.jpg</image><title>Mantan Presiden AS George Bush bersama Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dalam sebuah konferensi pers di Washington pada 2007 (Foto: Jason Reed/Reuters)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Warga Inggris tengah dihebohkan penyelidikan yang dilakukan oleh Sir John Chilcot terkait perang Irak. Laporan yang diberi nama Chilcot Report itu menguak dosa mantan Perdana Menteri (PM) Tony Blair dalam keputusan untuk menginvasi Irak pada 2003 bersama Amerika Serikat (AS).
(Baca juga: Invasi Inggris ke Irak Dikecam Keras)
Sir John Chilcot mengatakan, Inggris memilih untuk bergabung melakukan invasi sebelum jalan keluar damai untuk melucuti Irak telah ditempuh sepenuhnya. Dia mengatakan sekarang jelas bahwa kebijakan terhadap Irak didasarkan data intelijen yang cacat dan penilaian yang tidak pernah dipertanyakan.

Foto: Sir John Chilcot menyampaikan hasil penyelidikannya (Jeff J Mitchell/Reuters)
Chilcot mengatakan Irak bukanlah ancaman segera, dan penilaian tentang risiko senjata pemusnah massal Irak yang disampaikan sebagai suatu kepastian, sama sekali tidak berdasar. Dia menambahkan perdana menteri Inggris saat itu, Tony Blair, berperang bersama-sama dengan AS agar sejajar dengan sekutu utamanya.
Mendapat serangan bertubi-tubi, Tony Blair pun membela diri dalam sebuah konferensi pers di London. Ia menolak disebut sebagai pembohong dan menyatakan penyesalannya serta permohonan maaf atas apa yang sudah terjadi di Irak.
&amp;ldquo;Saya merasa lebih sedih, menyesal, dan ingin meminta maaf daripada yang Anda tahu atau yakini. Itu adalah keputusan tersulit, sangat penting, dan paling mengerikan yang saya ambil dalam masa jabatan 10 tahun sebagai PM Inggris. Tolong berhenti mengatakan saya adalah pembohong atau memiliki motif lainnya,&amp;rdquo; terang Blair, seperti dimuat Washington Post, Kamis (7/7/2016).

Foto: Tony Blair dalam konferensi pers (Stefan Rousseau/Reuters)
Pria berusia 63 tahun itu juga kembali menegaskan dirinya mengambil keputusan dengan itikad baik berdasarkan laporan pada waktu itu yang menyatakan Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal. Blair juga menyatakan dirinya tidak pernah melewatkan satu hari pun tanpa memikirkan kembali apa yang telah terjadi dengan keputusan menginvasi Irak.
Jauh di seberang Samudera Atlantik, tepatnya di AS, mantan Presiden George Walker Bush juga bersikeras keputusannya untuk menginvasi Irak sudah tepat. Seperti diwartakan ITV, pengganti Bill Clinton itu yakin betul dunia akan jauh lebih baik tanpa keberadaan Saddam Hussein.
Laporan Chilcot yang disiapkan selama tujuh tahun ini mencakup kajian hampir sepuluh tahun keputusan kebijakan pemerintah Inggris dari 2001 sampai 2009. Meski menimbulkan kehebohan, PM David Cameron mengatakan hal ini adalah pelajaran yang harus dikaji untuk masa depan dan semua pihak yang mendukung aksi militer di Irak harus turut merasa bersalah.
</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Warga Inggris tengah dihebohkan penyelidikan yang dilakukan oleh Sir John Chilcot terkait perang Irak. Laporan yang diberi nama Chilcot Report itu menguak dosa mantan Perdana Menteri (PM) Tony Blair dalam keputusan untuk menginvasi Irak pada 2003 bersama Amerika Serikat (AS).
(Baca juga: Invasi Inggris ke Irak Dikecam Keras)
Sir John Chilcot mengatakan, Inggris memilih untuk bergabung melakukan invasi sebelum jalan keluar damai untuk melucuti Irak telah ditempuh sepenuhnya. Dia mengatakan sekarang jelas bahwa kebijakan terhadap Irak didasarkan data intelijen yang cacat dan penilaian yang tidak pernah dipertanyakan.

Foto: Sir John Chilcot menyampaikan hasil penyelidikannya (Jeff J Mitchell/Reuters)
Chilcot mengatakan Irak bukanlah ancaman segera, dan penilaian tentang risiko senjata pemusnah massal Irak yang disampaikan sebagai suatu kepastian, sama sekali tidak berdasar. Dia menambahkan perdana menteri Inggris saat itu, Tony Blair, berperang bersama-sama dengan AS agar sejajar dengan sekutu utamanya.
Mendapat serangan bertubi-tubi, Tony Blair pun membela diri dalam sebuah konferensi pers di London. Ia menolak disebut sebagai pembohong dan menyatakan penyesalannya serta permohonan maaf atas apa yang sudah terjadi di Irak.
&amp;ldquo;Saya merasa lebih sedih, menyesal, dan ingin meminta maaf daripada yang Anda tahu atau yakini. Itu adalah keputusan tersulit, sangat penting, dan paling mengerikan yang saya ambil dalam masa jabatan 10 tahun sebagai PM Inggris. Tolong berhenti mengatakan saya adalah pembohong atau memiliki motif lainnya,&amp;rdquo; terang Blair, seperti dimuat Washington Post, Kamis (7/7/2016).

Foto: Tony Blair dalam konferensi pers (Stefan Rousseau/Reuters)
Pria berusia 63 tahun itu juga kembali menegaskan dirinya mengambil keputusan dengan itikad baik berdasarkan laporan pada waktu itu yang menyatakan Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal. Blair juga menyatakan dirinya tidak pernah melewatkan satu hari pun tanpa memikirkan kembali apa yang telah terjadi dengan keputusan menginvasi Irak.
Jauh di seberang Samudera Atlantik, tepatnya di AS, mantan Presiden George Walker Bush juga bersikeras keputusannya untuk menginvasi Irak sudah tepat. Seperti diwartakan ITV, pengganti Bill Clinton itu yakin betul dunia akan jauh lebih baik tanpa keberadaan Saddam Hussein.
Laporan Chilcot yang disiapkan selama tujuh tahun ini mencakup kajian hampir sepuluh tahun keputusan kebijakan pemerintah Inggris dari 2001 sampai 2009. Meski menimbulkan kehebohan, PM David Cameron mengatakan hal ini adalah pelajaran yang harus dikaji untuk masa depan dan semua pihak yang mendukung aksi militer di Irak harus turut merasa bersalah.
</content:encoded></item></channel></rss>
