<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laporan Chilcot Buat Penghancur Patung Saddam Hussein Menyesal</title><description>Laporan Chilcot buat Jabouri, penganut Syiah di Irak, mengaku menyesal telah menghancurkan patung Saddam Hussein pada 2003.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/08/18/1433870/laporan-chilcot-buat-penghancur-patung-saddam-hussein-menyesal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/08/18/1433870/laporan-chilcot-buat-penghancur-patung-saddam-hussein-menyesal"/><item><title>Laporan Chilcot Buat Penghancur Patung Saddam Hussein Menyesal</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/08/18/1433870/laporan-chilcot-buat-penghancur-patung-saddam-hussein-menyesal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/08/18/1433870/laporan-chilcot-buat-penghancur-patung-saddam-hussein-menyesal</guid><pubDate>Jum'at 08 Juli 2016 09:05 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/07/18/1433870/laporan-chilcot-buat-penghancur-patung-saddam-hussein-menyesal-gsVMyPGHDy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saddam Hussein. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/07/18/1433870/laporan-chilcot-buat-penghancur-patung-saddam-hussein-menyesal-gsVMyPGHDy.jpg</image><title>Saddam Hussein. (Foto: Reuters)</title></images><description>BAGHDAD &amp;ndash; Laporan mantan pegawai negeri sipil Britania Raya, John Chilcot telah mengguncang Inggris, tepat setelah negara itu masih dipusingkan oleh proses implementasi Brexit. Dalam orasinya, Chilcot mengecam keras keterlibatan Inggris dalam invasi ke Irak, bersama dengan Amerika Serikat.
Saat itu, Inggris dipimpin oleh Tony Blair selaku perdana menteri. Sementara AS dikepalai oleh Presiden George W Bush. Berdasarkan laporan Chilcot, keduanya layak untuk disidangkan karena telah menyetujui kebijakan invasi yang didasarkan pada data intelijen yang cacat penilaian.
Bahkan pernyataan bahwa selama ini Irak dibombardir karena memiliki senjata pemunah massal yang mengancam dunia, tidak pernah terbukti. Apa daya nasi sudah jadi bubur, Baghdad habis diluluh lantakan oleh serangan udara dan Presiden Saddam Hussein digantung pada 2006.

Gara-gara laporan Chilcot, Kadhim Sharif al Jabouri, penganut Syiah di Irak, mengaku menyesal telah menghancurkan patung Saddam Hussein pada 2003. Saat itu wajahnya terekam jelas tengah memalu hingga roboh patung presiden kelima Irak tersebut, yang dipropagandakan sebagai momen berakhirnya kediktatoran Hussein di negara yang mayoritas dihuni Muslim Sunni tersebut.
&amp;ldquo;Saya menyesal telah menghancurkannya,&amp;rdquo; kata pria yang saat itu begitu diliputi amarah, karena seluruh keluarganya dibasmi di bawah perintah Saddam Hussein. Belasan anggota keluarganya dibunuh karena dianggap menentang sang kepala negara. Demikian dilansir dari Shafaaq, Jumat (8/7/2016).Patung Saddam Hussein pada akhirnya dicabut dari dudukannya oleh  marinir AS, tak lama setelah Jabouri dan warga Irak lain menghantamnya  pada 9 April 2003.
&amp;ldquo;Sekarang, ketika saya kembali menengok patung itu, saya merasa pedih  dan malu. Saya menanyakan kepada diri saya, mengapa saya harus  memalunya (saat itu)? Saya berharap bisa membangunnya kembali, tetapi  saya takut dibunuh,&amp;rdquo; tukasnya, dilansir dari Independent.
Setelah satu dekade berlalu, pria 58 tahun itu baru menyadari bahwa  setidaknya diktator Irak tersebut lebih baik dibandingkan para politisi  dan ulama yang sekarang memimpin negaranya.
&amp;ldquo;Saya berharap Saddam (Hussein) kembali. Dia membantai banyak kerabat  saya, tetapi dia lebih baik daripada para politikus dan ulama (Syiah)  yang mendapatkan Irak dengan cara kotor (setelah invasi),&amp;rdquo; pungkasnya.
Irak hingga kini bergejolak dengan berbagai pemberontakan dan  aktivitas terorisme, terutama ISIS yang bertumbuh subur. Satu per satu  benteng pertahanan ISIS di Irak mulai direbut kembali oleh pemerintah  sejak awal tahun ini.
Meski begitu, pekan lalu, ibu kota negara tersebut diguncang dua  ledakan bom. Korbannya begitu banyak, terdiri dari 281 orang tewas dan  lebih dari 255 orang terluka. Tragedi bom bunuh diri itu semakin menguak  amarah warga Irak atas lemahnya kinerja pasukan keamanan dalam menjaga  stabilitas perdamaian.
(Baca juga: Bom Baghdad Tewaskan 250 Orang, Mendagri Irak Mengundurkan Diri)
Kelompok militan ISIS menyatakan bertanggung jawab atas bom bunuh  diri tersebut. Serangan tersebut menunjukkan ISIS masih memiliki taji  meskipun mengalami kekalahan di sejumlah daerah dari pasukan keamanan  Irak, seperti di Fallujah beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>BAGHDAD &amp;ndash; Laporan mantan pegawai negeri sipil Britania Raya, John Chilcot telah mengguncang Inggris, tepat setelah negara itu masih dipusingkan oleh proses implementasi Brexit. Dalam orasinya, Chilcot mengecam keras keterlibatan Inggris dalam invasi ke Irak, bersama dengan Amerika Serikat.
Saat itu, Inggris dipimpin oleh Tony Blair selaku perdana menteri. Sementara AS dikepalai oleh Presiden George W Bush. Berdasarkan laporan Chilcot, keduanya layak untuk disidangkan karena telah menyetujui kebijakan invasi yang didasarkan pada data intelijen yang cacat penilaian.
Bahkan pernyataan bahwa selama ini Irak dibombardir karena memiliki senjata pemunah massal yang mengancam dunia, tidak pernah terbukti. Apa daya nasi sudah jadi bubur, Baghdad habis diluluh lantakan oleh serangan udara dan Presiden Saddam Hussein digantung pada 2006.

Gara-gara laporan Chilcot, Kadhim Sharif al Jabouri, penganut Syiah di Irak, mengaku menyesal telah menghancurkan patung Saddam Hussein pada 2003. Saat itu wajahnya terekam jelas tengah memalu hingga roboh patung presiden kelima Irak tersebut, yang dipropagandakan sebagai momen berakhirnya kediktatoran Hussein di negara yang mayoritas dihuni Muslim Sunni tersebut.
&amp;ldquo;Saya menyesal telah menghancurkannya,&amp;rdquo; kata pria yang saat itu begitu diliputi amarah, karena seluruh keluarganya dibasmi di bawah perintah Saddam Hussein. Belasan anggota keluarganya dibunuh karena dianggap menentang sang kepala negara. Demikian dilansir dari Shafaaq, Jumat (8/7/2016).Patung Saddam Hussein pada akhirnya dicabut dari dudukannya oleh  marinir AS, tak lama setelah Jabouri dan warga Irak lain menghantamnya  pada 9 April 2003.
&amp;ldquo;Sekarang, ketika saya kembali menengok patung itu, saya merasa pedih  dan malu. Saya menanyakan kepada diri saya, mengapa saya harus  memalunya (saat itu)? Saya berharap bisa membangunnya kembali, tetapi  saya takut dibunuh,&amp;rdquo; tukasnya, dilansir dari Independent.
Setelah satu dekade berlalu, pria 58 tahun itu baru menyadari bahwa  setidaknya diktator Irak tersebut lebih baik dibandingkan para politisi  dan ulama yang sekarang memimpin negaranya.
&amp;ldquo;Saya berharap Saddam (Hussein) kembali. Dia membantai banyak kerabat  saya, tetapi dia lebih baik daripada para politikus dan ulama (Syiah)  yang mendapatkan Irak dengan cara kotor (setelah invasi),&amp;rdquo; pungkasnya.
Irak hingga kini bergejolak dengan berbagai pemberontakan dan  aktivitas terorisme, terutama ISIS yang bertumbuh subur. Satu per satu  benteng pertahanan ISIS di Irak mulai direbut kembali oleh pemerintah  sejak awal tahun ini.
Meski begitu, pekan lalu, ibu kota negara tersebut diguncang dua  ledakan bom. Korbannya begitu banyak, terdiri dari 281 orang tewas dan  lebih dari 255 orang terluka. Tragedi bom bunuh diri itu semakin menguak  amarah warga Irak atas lemahnya kinerja pasukan keamanan dalam menjaga  stabilitas perdamaian.
(Baca juga: Bom Baghdad Tewaskan 250 Orang, Mendagri Irak Mengundurkan Diri)
Kelompok militan ISIS menyatakan bertanggung jawab atas bom bunuh  diri tersebut. Serangan tersebut menunjukkan ISIS masih memiliki taji  meskipun mengalami kekalahan di sejumlah daerah dari pasukan keamanan  Irak, seperti di Fallujah beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
