<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Helikopter TNI AD Jatuh di Sleman Berjenis Bell 205</title><description>Bell 2015 biasa digunakan untuk perabukan udara, pemuatan kargo, dan yang paling umum adalah pemadaman kebakaran udara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/08/510/1434210/helikopter-tni-ad-jatuh-di-sleman-berjenis-bell-205</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/08/510/1434210/helikopter-tni-ad-jatuh-di-sleman-berjenis-bell-205"/><item><title>Helikopter TNI AD Jatuh di Sleman Berjenis Bell 205</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/08/510/1434210/helikopter-tni-ad-jatuh-di-sleman-berjenis-bell-205</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/08/510/1434210/helikopter-tni-ad-jatuh-di-sleman-berjenis-bell-205</guid><pubDate>Jum'at 08 Juli 2016 17:49 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/08/510/1434210/helikoter-tni-jatuh-di-kalasan-sleman-berjenis-bell-205-g72qdnGKST.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Helikopter TNI AD yang jatuh di Kalasan, Sleman, Yogyakarta (MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/08/510/1434210/helikoter-tni-jatuh-di-kalasan-sleman-berjenis-bell-205-g72qdnGKST.jpg</image><title>Helikopter TNI AD yang jatuh di Kalasan, Sleman, Yogyakarta (MNC Media)</title></images><description>JAKARTA - Dunia penerbangan Indonesia kembali mengalami musibah setelah helikopter milik TNI AD terjatuh di di Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Jumat (8/7/2016).
Helikopter yang jatuh tersebut berjenis Helikopter Bell 205 Skadron 11/serbu puspenerbad Nomor Registrasi HA-5073 dalam rangka konjerat RI-1 itu dari berangkat dari Bandara Adi Sumarmo Solo menuju Adi Sutjipto, Yogyakarta.
Bell 2015 biasa digunakan untuk perabukan udara, pemuatan kargo, dan yang paling umum adalah pemadaman kebakaran udara.
Berikut Spesifikasi Helikopter Bell 205
Awak            : 1 atau 2
Penumpang        : 8 &amp;ndash; 9
Propulsion            : 1 Turboshaft Engine
Engine Model        : Lycoming T53-L-13
Engine Power        : 1044 kW    1
Speed                : 204 km/h
Ketinggian max        : 3.840 meter
Jangkauan terbang    : 556 km
Berat kosong        : 2.363 kg
Max. Takeoff Weight :    4.309 kg
Diameter Baling-baling utama    :     14,63  meter
Diameter Baling-baling ekor        :    2,59 meter
Panjang            :    12,65  meter
Lebar            :    17,62 meter
Tinggi            :     4,43 meter
Terbang perdana    : 16 Agustus 1961
Total produksi    : Lebih dari 10.000 unit</description><content:encoded>JAKARTA - Dunia penerbangan Indonesia kembali mengalami musibah setelah helikopter milik TNI AD terjatuh di di Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Jumat (8/7/2016).
Helikopter yang jatuh tersebut berjenis Helikopter Bell 205 Skadron 11/serbu puspenerbad Nomor Registrasi HA-5073 dalam rangka konjerat RI-1 itu dari berangkat dari Bandara Adi Sumarmo Solo menuju Adi Sutjipto, Yogyakarta.
Bell 2015 biasa digunakan untuk perabukan udara, pemuatan kargo, dan yang paling umum adalah pemadaman kebakaran udara.
Berikut Spesifikasi Helikopter Bell 205
Awak            : 1 atau 2
Penumpang        : 8 &amp;ndash; 9
Propulsion            : 1 Turboshaft Engine
Engine Model        : Lycoming T53-L-13
Engine Power        : 1044 kW    1
Speed                : 204 km/h
Ketinggian max        : 3.840 meter
Jangkauan terbang    : 556 km
Berat kosong        : 2.363 kg
Max. Takeoff Weight :    4.309 kg
Diameter Baling-baling utama    :     14,63  meter
Diameter Baling-baling ekor        :    2,59 meter
Panjang            :    12,65  meter
Lebar            :    17,62 meter
Tinggi            :     4,43 meter
Terbang perdana    : 16 Agustus 1961
Total produksi    : Lebih dari 10.000 unit</content:encoded></item></channel></rss>
