<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelaku Bom Madinah Tak Lagi Diakui Keluarganya</title><description>Pelaku bom Madina tidak lagi diakui oleh anggota keluarganya&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/11/18/1435054/pelaku-bom-madinah-tak-lagi-diakui-keluarganya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/11/18/1435054/pelaku-bom-madinah-tak-lagi-diakui-keluarganya"/><item><title>Pelaku Bom Madinah Tak Lagi Diakui Keluarganya</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/11/18/1435054/pelaku-bom-madinah-tak-lagi-diakui-keluarganya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/11/18/1435054/pelaku-bom-madinah-tak-lagi-diakui-keluarganya</guid><pubDate>Senin 11 Juli 2016 09:01 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/10/18/1435054/pelaku-bom-madinah-tak-lagi-diakui-pihak-keluarga-4DirWrVqIk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku bom Madinah Nayer Musallam Hammad al Nijeidi al Bluwi (Foto: News Today Pakistan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/10/18/1435054/pelaku-bom-madinah-tak-lagi-diakui-pihak-keluarga-4DirWrVqIk.jpg</image><title>Pelaku bom Madinah Nayer Musallam Hammad al Nijeidi al Bluwi (Foto: News Today Pakistan)</title></images><description>MADINAH &amp;ndash; Ayah dari pelaku bom dekat kompleks Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi tidak lagi mengakui anaknya. Sikap tersebut disebutnya juga diambil oleh anggota keluarga Nayer Musallam Hammad al Nijeidi al Bluwi lainnya.
&amp;ldquo;Saya merasakan duka dan kesedihan mendalam atas kejahatan keji yang dilakukan anak saya di Madinah dekat Masjid Nabawi. Dengan ini, saya menyatakan aksi kejahatan ini tidak mewakili saya dan juga tidak mewakili suku kami,&amp;rdquo; ujar pria yang tidak mau disebutkan namanya itu, seperti dimuat Al Arabiya, Senin (11/7/2016).
&amp;ldquo;Kami berdiri bersama pemerintah dan mengulurkan tangan kepada pemerintah dalam usaha melawan serangan teroris. Anakku Fahad bahkan juga tidak mau mengakui saudara-saudaranya,&amp;rdquo; sambung sang ayah.
Menurut keterangannya, Nayer bekerja sebagai Penjaga Perbatasan pada tiga tahun lalu dan baru-baru ini dipecat dari pekerjaannya. Dia tinggal di Tarbuk dan sering mengunjungi rumah keluarga dan kerabatnya.
Satu hari sebelum serangan, dia meminta anggota keluarganya untuk berkumpul di mana dia memberikan sebuah gelang emas bagi sang ibu.
&amp;ldquo;Dia aktif dalam memberikan amal dan membantu orang miskin. Dia juga membelikan ibunya mobil sebelum melakukan serangan. Dia melakukan apa saja untuk menyenangkan ibunya,&amp;rdquo; tutup sang ayah.</description><content:encoded>MADINAH &amp;ndash; Ayah dari pelaku bom dekat kompleks Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi tidak lagi mengakui anaknya. Sikap tersebut disebutnya juga diambil oleh anggota keluarga Nayer Musallam Hammad al Nijeidi al Bluwi lainnya.
&amp;ldquo;Saya merasakan duka dan kesedihan mendalam atas kejahatan keji yang dilakukan anak saya di Madinah dekat Masjid Nabawi. Dengan ini, saya menyatakan aksi kejahatan ini tidak mewakili saya dan juga tidak mewakili suku kami,&amp;rdquo; ujar pria yang tidak mau disebutkan namanya itu, seperti dimuat Al Arabiya, Senin (11/7/2016).
&amp;ldquo;Kami berdiri bersama pemerintah dan mengulurkan tangan kepada pemerintah dalam usaha melawan serangan teroris. Anakku Fahad bahkan juga tidak mau mengakui saudara-saudaranya,&amp;rdquo; sambung sang ayah.
Menurut keterangannya, Nayer bekerja sebagai Penjaga Perbatasan pada tiga tahun lalu dan baru-baru ini dipecat dari pekerjaannya. Dia tinggal di Tarbuk dan sering mengunjungi rumah keluarga dan kerabatnya.
Satu hari sebelum serangan, dia meminta anggota keluarganya untuk berkumpul di mana dia memberikan sebuah gelang emas bagi sang ibu.
&amp;ldquo;Dia aktif dalam memberikan amal dan membantu orang miskin. Dia juga membelikan ibunya mobil sebelum melakukan serangan. Dia melakukan apa saja untuk menyenangkan ibunya,&amp;rdquo; tutup sang ayah.</content:encoded></item></channel></rss>
