<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Melantik, Jokowi Minta Tito Karnavian Lakukan Reformasi Polri</title><description>Presiden Jokowi meminta Tito Karnavian untuk melakukan reformasi Polri usai melakukan pelantikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/13/337/1437041/usai-melantik-jokowi-minta-tito-karnavian-lakukan-reformasi-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/13/337/1437041/usai-melantik-jokowi-minta-tito-karnavian-lakukan-reformasi-polri"/><item><title>Usai Melantik, Jokowi Minta Tito Karnavian Lakukan Reformasi Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/13/337/1437041/usai-melantik-jokowi-minta-tito-karnavian-lakukan-reformasi-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/13/337/1437041/usai-melantik-jokowi-minta-tito-karnavian-lakukan-reformasi-polri</guid><pubDate>Rabu 13 Juli 2016 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/13/337/1437041/usai-melantik-jokowi-minta-tito-karnavian-lakukan-reformasi-polri-yRZfwfcDk2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/13/337/1437041/usai-melantik-jokowi-minta-tito-karnavian-lakukan-reformasi-polri-yRZfwfcDk2.jpg</image><title>Presiden Jokowi (foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengangkat Komjen Tito Karnavian sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Badrodin Haiti di Istana Negara, Rabu (13/7/2016).

Usai melakukan pelantikan dengan diawali pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan pengangkatan Tito sebagai Kapolri, Presiden Jokowi kemudin menyampaikan pesan-pesannya.

&quot;Dalam hadapi tantangan semakin berat, fokus pada dua hal Jaga kesatuan dan kekompakan internal Polri. Dengan itu, ada fondasi kokoh dan kuat,&quot; pesan Jokowi kepada Tito.
(Baca : Pesan Jokowi saat Melantik Tito Jadi Kapolri)
Presiden Jokowi kemudian meminta Tito untuk melakukan reformasi Polri secara nyata, menyeluruh, dan konsisten. &quot;Reformasi Polri kunci hadapi masa depan. Reformasi menyeluruh dari hulu hingga hilir. Mulai dari perubahan mental dan perilaku Polri,&quot; tegas Jokowi.

Jokowi juga meminta Tito memperbaiki kualitas pelayanan Polri, sehingga lebih mudah, bebas pungli, dan memiliki prosedur yang jelas.

Hadir dalam pelantikan tersebut sejumlah tokoh dan pejabat termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri, Pendiri Partai Nasdem Surya Paloh, para pemimpin lembaga tinggi negara, dan para menteri Kabinet Kerja.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengangkat Komjen Tito Karnavian sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Badrodin Haiti di Istana Negara, Rabu (13/7/2016).

Usai melakukan pelantikan dengan diawali pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan pengangkatan Tito sebagai Kapolri, Presiden Jokowi kemudin menyampaikan pesan-pesannya.

&quot;Dalam hadapi tantangan semakin berat, fokus pada dua hal Jaga kesatuan dan kekompakan internal Polri. Dengan itu, ada fondasi kokoh dan kuat,&quot; pesan Jokowi kepada Tito.
(Baca : Pesan Jokowi saat Melantik Tito Jadi Kapolri)
Presiden Jokowi kemudian meminta Tito untuk melakukan reformasi Polri secara nyata, menyeluruh, dan konsisten. &quot;Reformasi Polri kunci hadapi masa depan. Reformasi menyeluruh dari hulu hingga hilir. Mulai dari perubahan mental dan perilaku Polri,&quot; tegas Jokowi.

Jokowi juga meminta Tito memperbaiki kualitas pelayanan Polri, sehingga lebih mudah, bebas pungli, dan memiliki prosedur yang jelas.

Hadir dalam pelantikan tersebut sejumlah tokoh dan pejabat termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri, Pendiri Partai Nasdem Surya Paloh, para pemimpin lembaga tinggi negara, dan para menteri Kabinet Kerja.</content:encoded></item></channel></rss>
