<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Theresa May Tunjuk Boris Johnson sebagai Menlu Inggris</title><description>PM baru Inggris Theresa May tunjuk sederet juru kampanye Brexit jadi menteri di kabinet pemerintahannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/14/18/1437589/theresa-may-tunjuk-boris-johnson-sebagai-menlu-inggris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/14/18/1437589/theresa-may-tunjuk-boris-johnson-sebagai-menlu-inggris"/><item><title>Theresa May Tunjuk Boris Johnson sebagai Menlu Inggris</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/14/18/1437589/theresa-may-tunjuk-boris-johnson-sebagai-menlu-inggris</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/14/18/1437589/theresa-may-tunjuk-boris-johnson-sebagai-menlu-inggris</guid><pubDate>Kamis 14 Juli 2016 10:00 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/14/18/1437589/theresa-may-tunjuk-boris-johnson-sebagai-menlu-inggris-x0NvVhOSma.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dari kiri ke kanan: Theresa May, Boris Johnson dan Philip Hammod. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/14/18/1437589/theresa-may-tunjuk-boris-johnson-sebagai-menlu-inggris-x0NvVhOSma.jpg</image><title>Dari kiri ke kanan: Theresa May, Boris Johnson dan Philip Hammod. (Foto: AFP)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Perdana Menteri baru Britania Raya, Theresa May rupanya bergerak cepat. Segera setelah diresmikan sebagai suksesor David Cameron, ia langsung merombak kabinet pemerintahannya.
Sejumlah posisi penting utamanya diberikan kepada mereka yang berkontribusi pada terciptanya Brexit (Britain Exit) atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Sementara para pendukung Britain Remain dilengserkan dari jabatannya atau dipindahkan ke posisi lain.
Salah satu yang mendapat posisi penting tersebut adalah mantan Wali Kota London, Boris Johnson. May menunjuknya sebagai menteri luar negeri Inggris. Sebelumnya, nama Boris Johnson sempat digadang-gadang masuk ke bursa PM Inggris, namun yang bersangkutan mengatakan tidak tertarik dengan jabatan tersebut.
Boris Johnson dengan ini menggantikan jabatan yang sebelumnya diemban Philip Hammond, yang sekarang menjabat sebagai Menteri Keuangan. Sementara, Mantan Menteri Keuangan George Osborne ditendang keluar dari kabinet.
Selain itu, Mantan Menteri Energi Amber Rudd dipilih sebagai Menteri Dalam Negeri. Lalu David Davis, orang yang dikenal paling skeptis terhadap Eropa dinobatkan menjadi Menteri Urusan Brexit. Politikus Partai Konservatif Michael Fallon tetap menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Mantan Menteri Pertahanan Liam Fox yang kariernya di parlemen berakhir sejak pengunduran dirinya pada 2010, kembali diberikan posisi penting dalam kabinet baru Theresa May. Liam Fox kini menjabat sebagai Menteri Perdagangan Internasional.Dilansir BBC,  Kamis (14/7/2016), bergabungnya Boris Johnson, Liam Fox, dan David  Davis diharapkan perempuan kedua yang memangku jabatan PM Britania Raya  itu dapat melancarkan proses negosiasi keluarnya Negeri Tiga Singa dari  persekutuan 28 negara Benua Biru.
Mantan petinggi UKIP, Nigel Farage pun memuji penunjukan May atas Fox  dan Davis sebagai pilihan yang insipiratif. &amp;ldquo;Saya merasa lebih optimis  sekarang,&amp;rdquo; kicaunya di Twitter.
Di sisi lain, Osborne yang merasa disingkirkan, mengutuk perombakan  kabinet May. Ia mengatakan, jabatan di kementerian yang baru merupakan  hasil dari bagi-bagi kekuasaan, pascakampanye Brexit.
&amp;ldquo;Orang-orang akan bisa melihat dan menghakimi. Saya berharap  perekonomian yang saya tinggalkan lebih baik daripada sebelumnya,&amp;rdquo; cuit  Osborne melalui Twitter.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Perdana Menteri baru Britania Raya, Theresa May rupanya bergerak cepat. Segera setelah diresmikan sebagai suksesor David Cameron, ia langsung merombak kabinet pemerintahannya.
Sejumlah posisi penting utamanya diberikan kepada mereka yang berkontribusi pada terciptanya Brexit (Britain Exit) atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Sementara para pendukung Britain Remain dilengserkan dari jabatannya atau dipindahkan ke posisi lain.
Salah satu yang mendapat posisi penting tersebut adalah mantan Wali Kota London, Boris Johnson. May menunjuknya sebagai menteri luar negeri Inggris. Sebelumnya, nama Boris Johnson sempat digadang-gadang masuk ke bursa PM Inggris, namun yang bersangkutan mengatakan tidak tertarik dengan jabatan tersebut.
Boris Johnson dengan ini menggantikan jabatan yang sebelumnya diemban Philip Hammond, yang sekarang menjabat sebagai Menteri Keuangan. Sementara, Mantan Menteri Keuangan George Osborne ditendang keluar dari kabinet.
Selain itu, Mantan Menteri Energi Amber Rudd dipilih sebagai Menteri Dalam Negeri. Lalu David Davis, orang yang dikenal paling skeptis terhadap Eropa dinobatkan menjadi Menteri Urusan Brexit. Politikus Partai Konservatif Michael Fallon tetap menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Mantan Menteri Pertahanan Liam Fox yang kariernya di parlemen berakhir sejak pengunduran dirinya pada 2010, kembali diberikan posisi penting dalam kabinet baru Theresa May. Liam Fox kini menjabat sebagai Menteri Perdagangan Internasional.Dilansir BBC,  Kamis (14/7/2016), bergabungnya Boris Johnson, Liam Fox, dan David  Davis diharapkan perempuan kedua yang memangku jabatan PM Britania Raya  itu dapat melancarkan proses negosiasi keluarnya Negeri Tiga Singa dari  persekutuan 28 negara Benua Biru.
Mantan petinggi UKIP, Nigel Farage pun memuji penunjukan May atas Fox  dan Davis sebagai pilihan yang insipiratif. &amp;ldquo;Saya merasa lebih optimis  sekarang,&amp;rdquo; kicaunya di Twitter.
Di sisi lain, Osborne yang merasa disingkirkan, mengutuk perombakan  kabinet May. Ia mengatakan, jabatan di kementerian yang baru merupakan  hasil dari bagi-bagi kekuasaan, pascakampanye Brexit.
&amp;ldquo;Orang-orang akan bisa melihat dan menghakimi. Saya berharap  perekonomian yang saya tinggalkan lebih baik daripada sebelumnya,&amp;rdquo; cuit  Osborne melalui Twitter.</content:encoded></item></channel></rss>
