<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bupati Badingah Dukung Putrinya Jadi Penjual Angkringan</title><description>Badingah mengatakan, mendukung usaha yang dilakukan putri keduanya. Hal itu untuk mendidik putrinya agar lebih mandiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/16/510/1439234/bupati-badingah-dukung-putrinya-jadi-penjual-angkringan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/16/510/1439234/bupati-badingah-dukung-putrinya-jadi-penjual-angkringan"/><item><title>Bupati Badingah Dukung Putrinya Jadi Penjual Angkringan</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/16/510/1439234/bupati-badingah-dukung-putrinya-jadi-penjual-angkringan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/16/510/1439234/bupati-badingah-dukung-putrinya-jadi-penjual-angkringan</guid><pubDate>Sabtu 16 Juli 2016 02:30 WIB</pubDate><dc:creator>Markus Yuwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/16/510/1439234/bupati-badingah-dukung-putrinya-jadi-penjual-angkringan-tYwtpgAmen.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yune (Foto: Markus Yuwono)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/16/510/1439234/bupati-badingah-dukung-putrinya-jadi-penjual-angkringan-tYwtpgAmen.jpg</image><title>Yune (Foto: Markus Yuwono)</title></images><description>
YOGYAKARTA - Yune Prana Elzuhriya (38), anak kedua Bupati Gunungkidul Badingah, memilih membuka angkringan sederhana bersama suaminya Iwan Surya Purnawan (44). Niatnya itu ternyata tak membuat malu sang ibu, karena Badingah justru mendukung usaha putrinya.

Badingah mengatakan, mendukung usaha yang dilakukan putri keduanya. Hal itu untuk mendidik putrinya agar lebih mandiri.

&quot;Anak-anak memang harus mandiri, upaya berikhtiar banyak jalan, kalau ditekuni dan disyukuri, hasilnya kan barokah dan bisa untuk kebutuhan keluarga,&amp;rdquo; ujarnya.

Sementara itu, Yune mengaku saat awal membuka angkringan tak meminta izin kepada sang ibu. &quot;Awalnya saya tidak meminta izin mamah (Badingah). Saat mulai buka baru memberitahu jika buka usaha angkringan,&quot; kata Yune kepada Okezone belum lama ini.

Mantan pedagang batik ini pun sempat ragu memberitahu sang ibu terkait usaha angkringan yang digelutinya di halaman rumah di Jalan Kenanga, Dusun Purbosari, Wonosari (sebelumnya ditulis Jalan Pangarsan, Purbosari, Wonosari, red). Namun, jawaban sang ibu justru memotivasinya untuk mengembangkan angkringan Batik tersebut.
(Baca: Yune Prana, Anak Bupati yang Memilih Jadi Penjual Angkringan)
&quot;Tidak marah dan mengatakan, sebagai umat wajib berusaha dengan cara-cara yang halal. Dan usaha angkringan ini adalah usaha halal, dilanjutkan saja,&quot; ujarnya menirukan Badingah.

Angkringan milik Yune tidak berbeda dengan angkringan lainnya baik menu ataupun gerobaknya. Namun, konsep elegan ditampilkan, misalnya gerobak dan meja yang dibuat oleh suaminya itu dibalut dengan ornamen Batik.

Di tambah penerangannya menggunakan lampu led membuat suasana yang teduh dan nyaman terlihat di angkringan Batik yang dibuka 26 Mei lalu itu.

Iwan Surya menambahkan, optimis bahwa usaha angkringannya akan berkembang. Meski omsetnya belum begitu besar untuk saat ini. Namun, jika   dilihat dari modal yang dikeluarkan dengan hasilnya cukup lumayan.

&quot;Jika kedepan lancar kemungkinan buka cabang. Namun, itu masih rencana ke depan. Untuk waktu dekat pengen menambah ornamen batik, kalau laku ya dijual,&quot; ujarnya.
</description><content:encoded>
YOGYAKARTA - Yune Prana Elzuhriya (38), anak kedua Bupati Gunungkidul Badingah, memilih membuka angkringan sederhana bersama suaminya Iwan Surya Purnawan (44). Niatnya itu ternyata tak membuat malu sang ibu, karena Badingah justru mendukung usaha putrinya.

Badingah mengatakan, mendukung usaha yang dilakukan putri keduanya. Hal itu untuk mendidik putrinya agar lebih mandiri.

&quot;Anak-anak memang harus mandiri, upaya berikhtiar banyak jalan, kalau ditekuni dan disyukuri, hasilnya kan barokah dan bisa untuk kebutuhan keluarga,&amp;rdquo; ujarnya.

Sementara itu, Yune mengaku saat awal membuka angkringan tak meminta izin kepada sang ibu. &quot;Awalnya saya tidak meminta izin mamah (Badingah). Saat mulai buka baru memberitahu jika buka usaha angkringan,&quot; kata Yune kepada Okezone belum lama ini.

Mantan pedagang batik ini pun sempat ragu memberitahu sang ibu terkait usaha angkringan yang digelutinya di halaman rumah di Jalan Kenanga, Dusun Purbosari, Wonosari (sebelumnya ditulis Jalan Pangarsan, Purbosari, Wonosari, red). Namun, jawaban sang ibu justru memotivasinya untuk mengembangkan angkringan Batik tersebut.
(Baca: Yune Prana, Anak Bupati yang Memilih Jadi Penjual Angkringan)
&quot;Tidak marah dan mengatakan, sebagai umat wajib berusaha dengan cara-cara yang halal. Dan usaha angkringan ini adalah usaha halal, dilanjutkan saja,&quot; ujarnya menirukan Badingah.

Angkringan milik Yune tidak berbeda dengan angkringan lainnya baik menu ataupun gerobaknya. Namun, konsep elegan ditampilkan, misalnya gerobak dan meja yang dibuat oleh suaminya itu dibalut dengan ornamen Batik.

Di tambah penerangannya menggunakan lampu led membuat suasana yang teduh dan nyaman terlihat di angkringan Batik yang dibuka 26 Mei lalu itu.

Iwan Surya menambahkan, optimis bahwa usaha angkringannya akan berkembang. Meski omsetnya belum begitu besar untuk saat ini. Namun, jika   dilihat dari modal yang dikeluarkan dengan hasilnya cukup lumayan.

&quot;Jika kedepan lancar kemungkinan buka cabang. Namun, itu masih rencana ke depan. Untuk waktu dekat pengen menambah ornamen batik, kalau laku ya dijual,&quot; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
