<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rencana untuk Adili Erdogan Pasca Kudeta Terungkap</title><description>Kepolisian berhasil mengungkap sebuah dokumen yang diduga dibuat untuk memulai investigasi terhadap pejabat Turki jika kudeta berhasil.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/21/18/1442984/rencana-untuk-adili-erdogan-pasca-kudeta-terungkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/21/18/1442984/rencana-untuk-adili-erdogan-pasca-kudeta-terungkap"/><item><title>Rencana untuk Adili Erdogan Pasca Kudeta Terungkap</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/21/18/1442984/rencana-untuk-adili-erdogan-pasca-kudeta-terungkap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/21/18/1442984/rencana-untuk-adili-erdogan-pasca-kudeta-terungkap</guid><pubDate>Kamis 21 Juli 2016 08:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/21/18/1442984/rencana-untuk-adili-erdogan-pasca-kudeta-terungkap-jQHcVYqayE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara setelah menghadiri rapat kabinet pasca kudeta di Ankara. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/21/18/1442984/rencana-untuk-adili-erdogan-pasca-kudeta-terungkap-jQHcVYqayE.jpg</image><title>Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara setelah menghadiri rapat kabinet pasca kudeta di Ankara. (Foto: Reuters)</title></images><description>ISTANBUL &amp;ndash; Kepolisian Turki berhasil mengungkap sebuah dokumen hukum yang diduga dibuat untuk memulai investigasi terhadap pejabat-pejabat senior pemerintah jika kudeta Turki yang berlangsung pekan lalu sukses menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Keterangan seorang sumber yang tidak disebutkan namanya pada Kantor Berita Anadolu, Kamis, (21/7/2016) menyebutkan dokumen berupa petisi itu ditemukan dalam penggeledahan di kantor Jaksa Penuntut Umum Mehmet Sel di Istanbul menyusul penangkapannya. Dokumen itu menyebut nama Recep Tayyip Erdogan diantara orang-orang yang akan menghadapi dakwaan terkait &amp;ldquo;proses solusi&amp;rdquo; untuk mengakhiri konflik dengan warga Kurdi.
Sel merupakan salah satu dari 72 hakim dan 39 jaksa dari Istana Keadilan Anadolu yang dipecat pada Sabtu, 16 Juli, dia kemudian ditahan terkait hubungannya dengan usaha kudeta Turki yang gagal.
Dalam dokumen yang ditujukan kepada kantor kepala jaksa penuntut di Inegol, Provinsi Bursa, Turki tersebut tercantum nama Erdogan, Menteri Dalam Negeri Efkan Ala, Kepala Organisasi Intelijen Hakan Fidan, beberapa gubernur provinsi, mantan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu, serta mantan wakil perdana menteri Besir Atalay dan Yalcin Akdogan.
Mereka dituduh mendukung kelompok teroris antara tahun 2009 sampai 2015 dengan melakukan pembicaraan damai dengan para pemimpin militan Kurdi PKK.
Nama-nama itu dijadikan subyek pemeriksaan atas tuduhan &amp;ldquo;melakukan kejahatan membantu organisasi bersenjata dengan tidak menghiraukan persiapan penyerangan mereka&amp;rdquo;.
Petisi tersebut tidak diberi tanggal ataupun tanda tangan, selain hanya tertera tahun 2016 di dalamnya, yang mengesankan bahwa dokumen tersebut telah dipersiapkan untuk digunakan jika kudeta berhasil.
</description><content:encoded>ISTANBUL &amp;ndash; Kepolisian Turki berhasil mengungkap sebuah dokumen hukum yang diduga dibuat untuk memulai investigasi terhadap pejabat-pejabat senior pemerintah jika kudeta Turki yang berlangsung pekan lalu sukses menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Keterangan seorang sumber yang tidak disebutkan namanya pada Kantor Berita Anadolu, Kamis, (21/7/2016) menyebutkan dokumen berupa petisi itu ditemukan dalam penggeledahan di kantor Jaksa Penuntut Umum Mehmet Sel di Istanbul menyusul penangkapannya. Dokumen itu menyebut nama Recep Tayyip Erdogan diantara orang-orang yang akan menghadapi dakwaan terkait &amp;ldquo;proses solusi&amp;rdquo; untuk mengakhiri konflik dengan warga Kurdi.
Sel merupakan salah satu dari 72 hakim dan 39 jaksa dari Istana Keadilan Anadolu yang dipecat pada Sabtu, 16 Juli, dia kemudian ditahan terkait hubungannya dengan usaha kudeta Turki yang gagal.
Dalam dokumen yang ditujukan kepada kantor kepala jaksa penuntut di Inegol, Provinsi Bursa, Turki tersebut tercantum nama Erdogan, Menteri Dalam Negeri Efkan Ala, Kepala Organisasi Intelijen Hakan Fidan, beberapa gubernur provinsi, mantan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu, serta mantan wakil perdana menteri Besir Atalay dan Yalcin Akdogan.
Mereka dituduh mendukung kelompok teroris antara tahun 2009 sampai 2015 dengan melakukan pembicaraan damai dengan para pemimpin militan Kurdi PKK.
Nama-nama itu dijadikan subyek pemeriksaan atas tuduhan &amp;ldquo;melakukan kejahatan membantu organisasi bersenjata dengan tidak menghiraukan persiapan penyerangan mereka&amp;rdquo;.
Petisi tersebut tidak diberi tanggal ataupun tanda tangan, selain hanya tertera tahun 2016 di dalamnya, yang mengesankan bahwa dokumen tersebut telah dipersiapkan untuk digunakan jika kudeta berhasil.
</content:encoded></item></channel></rss>
