<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Napak Tilas Paguyuban Pasundan di Tanah Sunda</title><description>Ada banyak peninggalan Paguyuban Pasundan di Tasikmalaya. Salah satunya HIS (Holand Inlandsche School) yang kini jadi SMP N 1 Tasikmalaya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/21/525/1443245/napak-tilas-paguyuban-pasundan-di-tanah-sunda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/21/525/1443245/napak-tilas-paguyuban-pasundan-di-tanah-sunda"/><item><title>Napak Tilas Paguyuban Pasundan di Tanah Sunda</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/21/525/1443245/napak-tilas-paguyuban-pasundan-di-tanah-sunda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/21/525/1443245/napak-tilas-paguyuban-pasundan-di-tanah-sunda</guid><pubDate>Kamis 21 Juli 2016 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Kabar Priangan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/21/525/1443245/napak-tilas-paguyuban-pasundan-di-tanah-sunda-ADpuhlAbOg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/21/525/1443245/napak-tilas-paguyuban-pasundan-di-tanah-sunda-ADpuhlAbOg.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>TASIKMALAYA - Tanah Sunda pernah memiliki cerita sejarah kejayaan organisasi termasyhur di zaman colonial dengan nama Paguyuban Pasundan.
Mendengar nama organisasi ini, memori ingatan seolah kembali mengingat satu nama yang memiliki banyak peran penting dalam perjalanannnya, yaitu Otto Iskandar Di Nata yang berjuluk Si Jalak Harupat.
Sayangnya, banyak yang belum tahu jika ternyata pendiri Paguyuban Pasundan ini dimakamkan di Tasikmalaya. Tepatnya di komplek pemakaman raja-raja di Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Ketua Paguyuban Pasundan Kabupaten Tasikmalaya, Asep Mbot mengisahkan, Paguyuban Pasundan didirikan oleh Daeng Kanduruan Ardiwinata pada 20 Juli 1914. Kabupaten Tasikmalaya menjadi daerah cikal bakal berdirinya Paguyuban Pasundan.
&amp;ldquo;Daeng Kanduruan ini mengungsi dari Bandung ke Tasikmalaya, yang kemudian mendirikan Paguyuban Pasundan,&amp;rdquo; kata Asep, seperti dikutip dari Kabar Priangan, Kamis (21/7/2016).
Asep menambahkan, ada banyak peninggalan Paguyuban Pasundan di Tasikmalaya. Salah satunya HIS (Holand Inlandsche School) atau sekolah setingkat pendidikan dasar.
Sekolah ini menjadi sekolah yang pertama didirikan Paguyuban Pasundan di Tasikmalaya. Saat ini, sekolah tersebut menjadi SMP N 1 Kota Tasikmalaya.
&amp;ldquo;Selain sekolah juga ada percetakan. Termasuk juga penerbitan surat kabar Sipatahoenan. Dulu dicetak dan diterbitkannya di Tasikmalaya,&amp;rdquo; ujar Asep.
Untuk mengenang kembali kejayaan Paguyuban Pasundan di masa lalu, pengurus Paguyuban Pasundan Kabupaten Tasikmalaya akan menggelar napak tilas, yang rencananya akan digelar 4 Agustus 2016, bersamaan dengan momen pelantikan Pengurus Paguyuban Pasundan Kabupaten Tasikmalaya.
&amp;ldquo;Rencananya akan dihadiri oleh 26 pengurus dan kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat,&amp;rdquo; tuturnya
Selain pelantikan, ujar Asep, akan ada seminar yang rencananya akan diisi oleh penulis biografi Otto Iskandar Di Nata, Iip D Yahya. Usai seminar, acara dilanjutkan dengan ziarah bersama ke makam Daeng Kanduruan Ardiwinata di Manonjaya.</description><content:encoded>TASIKMALAYA - Tanah Sunda pernah memiliki cerita sejarah kejayaan organisasi termasyhur di zaman colonial dengan nama Paguyuban Pasundan.
Mendengar nama organisasi ini, memori ingatan seolah kembali mengingat satu nama yang memiliki banyak peran penting dalam perjalanannnya, yaitu Otto Iskandar Di Nata yang berjuluk Si Jalak Harupat.
Sayangnya, banyak yang belum tahu jika ternyata pendiri Paguyuban Pasundan ini dimakamkan di Tasikmalaya. Tepatnya di komplek pemakaman raja-raja di Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Ketua Paguyuban Pasundan Kabupaten Tasikmalaya, Asep Mbot mengisahkan, Paguyuban Pasundan didirikan oleh Daeng Kanduruan Ardiwinata pada 20 Juli 1914. Kabupaten Tasikmalaya menjadi daerah cikal bakal berdirinya Paguyuban Pasundan.
&amp;ldquo;Daeng Kanduruan ini mengungsi dari Bandung ke Tasikmalaya, yang kemudian mendirikan Paguyuban Pasundan,&amp;rdquo; kata Asep, seperti dikutip dari Kabar Priangan, Kamis (21/7/2016).
Asep menambahkan, ada banyak peninggalan Paguyuban Pasundan di Tasikmalaya. Salah satunya HIS (Holand Inlandsche School) atau sekolah setingkat pendidikan dasar.
Sekolah ini menjadi sekolah yang pertama didirikan Paguyuban Pasundan di Tasikmalaya. Saat ini, sekolah tersebut menjadi SMP N 1 Kota Tasikmalaya.
&amp;ldquo;Selain sekolah juga ada percetakan. Termasuk juga penerbitan surat kabar Sipatahoenan. Dulu dicetak dan diterbitkannya di Tasikmalaya,&amp;rdquo; ujar Asep.
Untuk mengenang kembali kejayaan Paguyuban Pasundan di masa lalu, pengurus Paguyuban Pasundan Kabupaten Tasikmalaya akan menggelar napak tilas, yang rencananya akan digelar 4 Agustus 2016, bersamaan dengan momen pelantikan Pengurus Paguyuban Pasundan Kabupaten Tasikmalaya.
&amp;ldquo;Rencananya akan dihadiri oleh 26 pengurus dan kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat,&amp;rdquo; tuturnya
Selain pelantikan, ujar Asep, akan ada seminar yang rencananya akan diisi oleh penulis biografi Otto Iskandar Di Nata, Iip D Yahya. Usai seminar, acara dilanjutkan dengan ziarah bersama ke makam Daeng Kanduruan Ardiwinata di Manonjaya.</content:encoded></item></channel></rss>
