<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serangan Masjid Nabawi, ISIS Tantang Keluarga Kerajaan Saudi</title><description>Serangan ISIS di Masjid Nabawi dianggap sebagai sebuah tantangan langsung terhadap keluarga Kerajaan Arab Saudi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/22/18/1443869/serangan-masjid-nabawi-isis-tantang-keluarga-kerajaan-saudi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/22/18/1443869/serangan-masjid-nabawi-isis-tantang-keluarga-kerajaan-saudi"/><item><title>Serangan Masjid Nabawi, ISIS Tantang Keluarga Kerajaan Saudi</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/22/18/1443869/serangan-masjid-nabawi-isis-tantang-keluarga-kerajaan-saudi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/22/18/1443869/serangan-masjid-nabawi-isis-tantang-keluarga-kerajaan-saudi</guid><pubDate>Jum'at 22 Juli 2016 02:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/22/18/1443869/serangan-masjid-nabawi-isis-tantang-keluarga-kerajaan-saudi-E5Ch6lNLtV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ledakan bom di Masjid Nabawi, Madinah, 4 Juli 2016. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/22/18/1443869/serangan-masjid-nabawi-isis-tantang-keluarga-kerajaan-saudi-E5Ch6lNLtV.jpg</image><title>Ledakan bom di Masjid Nabawi, Madinah, 4 Juli 2016. (Foto: Reuters)</title></images><description>RIYADH - Beberapa pejabat Amerika Serikat (AS) menganggap serangan ISIS di Masjid Nabawi, Madinah baru-baru ini adalah sebuah tantangan langsung terhadap keluarga Kerajaan Arab Saudi dan memperlihatkan kelompok teror tersebut berusaha menggulingkan pemerintahan monarki di negara itu.
Seorang pejabat senior kontra-terorisme AS mengatakan kepada NBC, Jumat, (22/7/2016), bahwa dengan serangan terhadap Madinah, ISIS seakan mengatakan bahwa tidak ada perlindungan dari Raja Saudi terhadap kota suci umat Islam tersebut.
&amp;ldquo;Gelar Raja Saudi termasuk &amp;ldquo; Pelindung Dua Kota Suci&amp;rdquo;, pesan dari serangan itu adalah bahwa perlindungan itu tidak ada,&amp;rdquo; kata pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut.
&amp;ldquo;Jika (keluarga kerajaan) tidak bisa melindungi tempat-tempat itu, dan orang-orang berdatangan mengunjungi kota-kota tersebut dari seluruh penjuru dunia Islam, hal itu akan menimbulkan pertanyaan akan kekuatan kekuasaan serta legitimasi mereka,&amp;rdquo; tambahnya.
Serangan bom yang terjadi di dekat Masjid Nabawi, Madinah pada 4 Juli  2016 lalu merupaka satu dari tiga serangan bom ISIS yang juga terjadi di  hari yang sama. Dua serangan lainnya terjadi di sebuah masjid di Kota  Qatif serta di depan Konsulat Jenderal AS di Jeddah.
Pengamat mengatakan bahwa serangan teroris yang terjadi di Arab Saudi dalam beberapa bulan terakhir merupakan dampak dari dipinggirkannya salah satu pejabat anti-terorisme di negara itu, Putra Mahkota Mohammed bin Nayef.
Pangeran Mohammed bin Nayef yang dikenal dengan keberhasilannya mengatasi operasi Al Qaeda di Arab Saudi satu dekade terakhir itu diisukan dipinggirkan karena terlibat perseteruan dengan putra Raja Salman bin Abdulaziz, Wakil Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam perebutan posisi pewaris utama kerajaan. Bin Nayef yang saat ini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri diserang isu yang menyebutkan bahwa dirinya sakit dan menggunakan obat terlarang.
Ditambah lagi ledakan bom di Madinah hanya berselang kurang dari setahun setelah musibah crane di Makkah dan tragedi di Mina yang menewaskan ratusan bahkan ribuan jamaah yang tengah menjalankan ibadah Haji. Kedua insiden ini cukup melukai reputasi keluarga kerajaan Arab Saudi sebagai pelindung dua kota suci sekaligus penyelenggara ibadah Haji bagi umat Islam di seluruh dunia.</description><content:encoded>RIYADH - Beberapa pejabat Amerika Serikat (AS) menganggap serangan ISIS di Masjid Nabawi, Madinah baru-baru ini adalah sebuah tantangan langsung terhadap keluarga Kerajaan Arab Saudi dan memperlihatkan kelompok teror tersebut berusaha menggulingkan pemerintahan monarki di negara itu.
Seorang pejabat senior kontra-terorisme AS mengatakan kepada NBC, Jumat, (22/7/2016), bahwa dengan serangan terhadap Madinah, ISIS seakan mengatakan bahwa tidak ada perlindungan dari Raja Saudi terhadap kota suci umat Islam tersebut.
&amp;ldquo;Gelar Raja Saudi termasuk &amp;ldquo; Pelindung Dua Kota Suci&amp;rdquo;, pesan dari serangan itu adalah bahwa perlindungan itu tidak ada,&amp;rdquo; kata pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut.
&amp;ldquo;Jika (keluarga kerajaan) tidak bisa melindungi tempat-tempat itu, dan orang-orang berdatangan mengunjungi kota-kota tersebut dari seluruh penjuru dunia Islam, hal itu akan menimbulkan pertanyaan akan kekuatan kekuasaan serta legitimasi mereka,&amp;rdquo; tambahnya.
Serangan bom yang terjadi di dekat Masjid Nabawi, Madinah pada 4 Juli  2016 lalu merupaka satu dari tiga serangan bom ISIS yang juga terjadi di  hari yang sama. Dua serangan lainnya terjadi di sebuah masjid di Kota  Qatif serta di depan Konsulat Jenderal AS di Jeddah.
Pengamat mengatakan bahwa serangan teroris yang terjadi di Arab Saudi dalam beberapa bulan terakhir merupakan dampak dari dipinggirkannya salah satu pejabat anti-terorisme di negara itu, Putra Mahkota Mohammed bin Nayef.
Pangeran Mohammed bin Nayef yang dikenal dengan keberhasilannya mengatasi operasi Al Qaeda di Arab Saudi satu dekade terakhir itu diisukan dipinggirkan karena terlibat perseteruan dengan putra Raja Salman bin Abdulaziz, Wakil Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam perebutan posisi pewaris utama kerajaan. Bin Nayef yang saat ini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri diserang isu yang menyebutkan bahwa dirinya sakit dan menggunakan obat terlarang.
Ditambah lagi ledakan bom di Madinah hanya berselang kurang dari setahun setelah musibah crane di Makkah dan tragedi di Mina yang menewaskan ratusan bahkan ribuan jamaah yang tengah menjalankan ibadah Haji. Kedua insiden ini cukup melukai reputasi keluarga kerajaan Arab Saudi sebagai pelindung dua kota suci sekaligus penyelenggara ibadah Haji bagi umat Islam di seluruh dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
