<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Air Mata Pokemon di Suriah</title><description>RFS dan seorang desainer Suriah ingin mengalihkan perhatian penggila Pok&amp;eacute;mon Go ke Suriah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/22/18/1444505/air-mata-pokemon-di-suriah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/22/18/1444505/air-mata-pokemon-di-suriah"/><item><title>Air Mata Pokemon di Suriah</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/22/18/1444505/air-mata-pokemon-di-suriah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/22/18/1444505/air-mata-pokemon-di-suriah</guid><pubDate>Jum'at 22 Juli 2016 18:26 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/22/18/1444505/air-mata-pokemon-di-suriah-uYJUrzcWD9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RFS menggambarkan Pokemon yang tengah menangis di samping seorang bocah Suriah (Foto: Twitter @RFS_mediaoffice</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/22/18/1444505/air-mata-pokemon-di-suriah-uYJUrzcWD9.jpg</image><title>RFS menggambarkan Pokemon yang tengah menangis di samping seorang bocah Suriah (Foto: Twitter @RFS_mediaoffice</title></images><description>ALEPPO &amp;ndash; Belakangan ini hampir semua orang di dunia tengah dilanda demam game berbasis aplikasi, Pok&amp;eacute;mon Go. Hampir di tiap tempat, selalu ada yang memainkannya &amp;ndash; bahkan di ladang ranjau di Bosnia dan Herzegovina (Baca: Penggila Pok&amp;eacute;mon Go Bosnia Berburu hingga ke Ladang Ranjau).
Dengan fenomena ini, RFS atau Pasukan Revolusioner Suriah yang berbasis di Aleppo, ingin memanfaatkan perhatian publik dunia yang tengah kegilaan permainan ini, untuk berburu Pok&amp;eacute;mon di Suriah.
Pok&amp;eacute;mon yang tengah berurai air mata sebagai penggambaran penderitaan anak-anak di Suriah yang terjebak di zona perang saudara.
Penggambaran ini disebarluaskan RFS dengan foto seorang bocah di samping Pok&amp;eacute;mon yang tengah menangis di akun Twitter @RFS_mediaoffice. &amp;ldquo;#PrayForSyria. Selamatkan Saya!! Saya di #Suriah,&amp;rdquo; tulis RFS di akun Twitter-nya, seperti dikutip Telegraph, Jumat (22/7/2016).Tidak hanya itu, berangsur-angsur muncul lagi penggambaran yang sama  dengan bocah-bocah Suriah lainnya yang minta diburu (diselamatkan.red)  oleh para pemain Pok&amp;eacute;mon Go.
&amp;ldquo;Saya tinggal di Kafr Nabl, kawasan Aleppo. Datang dan tangkaplah  (selamatkan) saya,&amp;rdquo; bunyi sebuah tulisan berbahasa Arab yang dipegang  seorang bocah Suriah.
&amp;ldquo;Saya Pok&amp;eacute;mon di Idlib, Suriah. Maukah kalian ke sini dan  menyelamatkan saya?,&amp;rdquo; ungkap tulisan lainnya dalam posting-an yang sama.
&amp;ldquo;Saya di Kafrnabol di kawasan #Idlib, datang dan temukan saya,&amp;rdquo; bunyi tulisan yang dipegang bocah Suriah lainnya.
Selain RFS, seorang desainer grafis Suriah, Saif Aldeen Tahhan  juga memanfaatkan fenomena Pok&amp;eacute;mon Go, untuk mendeskripsikan kehancuran  negaranya. Tahhan bahkan mendesain gambar denga logo &amp;ldquo;Syria Go&amp;rdquo;, demi  menarik perhatian para pemain Pok&amp;eacute;mon Go.

&amp;ldquo;Saya membuat gambar-gambar ini sebagai cara mengalihkan  perhatian Perang Suriah dan fokus terhadap penderitaan (anak-anak  Suriah), ketimbang Pok&amp;eacute;mon yang saat ini digilai banyak orang,&amp;rdquo; tutur  Tahhan kepada Al Arabiya.
&amp;ldquo;Dunia sudah terobsesi dengan permainan ini. Jadi saya mengatakan  pada diri sendiri, kenapa tidak menggunakannya untuk penyampaikan  penderitaan kami. Semua orang sekarang tengah memburu Pok&amp;eacute;mon,&amp;rdquo;  sambungnya.

Namun warga Suriah justru masih berburu kebutuhan dasar untuk  hidup. Jujur, saya merasa dunia tak peduli pada kami,&amp;rdquo; tandas Tahhan.</description><content:encoded>ALEPPO &amp;ndash; Belakangan ini hampir semua orang di dunia tengah dilanda demam game berbasis aplikasi, Pok&amp;eacute;mon Go. Hampir di tiap tempat, selalu ada yang memainkannya &amp;ndash; bahkan di ladang ranjau di Bosnia dan Herzegovina (Baca: Penggila Pok&amp;eacute;mon Go Bosnia Berburu hingga ke Ladang Ranjau).
Dengan fenomena ini, RFS atau Pasukan Revolusioner Suriah yang berbasis di Aleppo, ingin memanfaatkan perhatian publik dunia yang tengah kegilaan permainan ini, untuk berburu Pok&amp;eacute;mon di Suriah.
Pok&amp;eacute;mon yang tengah berurai air mata sebagai penggambaran penderitaan anak-anak di Suriah yang terjebak di zona perang saudara.
Penggambaran ini disebarluaskan RFS dengan foto seorang bocah di samping Pok&amp;eacute;mon yang tengah menangis di akun Twitter @RFS_mediaoffice. &amp;ldquo;#PrayForSyria. Selamatkan Saya!! Saya di #Suriah,&amp;rdquo; tulis RFS di akun Twitter-nya, seperti dikutip Telegraph, Jumat (22/7/2016).Tidak hanya itu, berangsur-angsur muncul lagi penggambaran yang sama  dengan bocah-bocah Suriah lainnya yang minta diburu (diselamatkan.red)  oleh para pemain Pok&amp;eacute;mon Go.
&amp;ldquo;Saya tinggal di Kafr Nabl, kawasan Aleppo. Datang dan tangkaplah  (selamatkan) saya,&amp;rdquo; bunyi sebuah tulisan berbahasa Arab yang dipegang  seorang bocah Suriah.
&amp;ldquo;Saya Pok&amp;eacute;mon di Idlib, Suriah. Maukah kalian ke sini dan  menyelamatkan saya?,&amp;rdquo; ungkap tulisan lainnya dalam posting-an yang sama.
&amp;ldquo;Saya di Kafrnabol di kawasan #Idlib, datang dan temukan saya,&amp;rdquo; bunyi tulisan yang dipegang bocah Suriah lainnya.
Selain RFS, seorang desainer grafis Suriah, Saif Aldeen Tahhan  juga memanfaatkan fenomena Pok&amp;eacute;mon Go, untuk mendeskripsikan kehancuran  negaranya. Tahhan bahkan mendesain gambar denga logo &amp;ldquo;Syria Go&amp;rdquo;, demi  menarik perhatian para pemain Pok&amp;eacute;mon Go.

&amp;ldquo;Saya membuat gambar-gambar ini sebagai cara mengalihkan  perhatian Perang Suriah dan fokus terhadap penderitaan (anak-anak  Suriah), ketimbang Pok&amp;eacute;mon yang saat ini digilai banyak orang,&amp;rdquo; tutur  Tahhan kepada Al Arabiya.
&amp;ldquo;Dunia sudah terobsesi dengan permainan ini. Jadi saya mengatakan  pada diri sendiri, kenapa tidak menggunakannya untuk penyampaikan  penderitaan kami. Semua orang sekarang tengah memburu Pok&amp;eacute;mon,&amp;rdquo;  sambungnya.

Namun warga Suriah justru masih berburu kebutuhan dasar untuk  hidup. Jujur, saya merasa dunia tak peduli pada kami,&amp;rdquo; tandas Tahhan.</content:encoded></item></channel></rss>
