<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kurang Manfaatkan Teknologi, Pemkab Tasikmalaya Disebut Gaptek</title><description>Kritikan tersebut diungkapkan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya,. Demi Hamzah Rahadian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/25/525/1446008/kurang-manfaatkan-teknologi-pemkab-tasikmalaya-disebut-gaptek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/25/525/1446008/kurang-manfaatkan-teknologi-pemkab-tasikmalaya-disebut-gaptek"/><item><title>Kurang Manfaatkan Teknologi, Pemkab Tasikmalaya Disebut Gaptek</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/25/525/1446008/kurang-manfaatkan-teknologi-pemkab-tasikmalaya-disebut-gaptek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/25/525/1446008/kurang-manfaatkan-teknologi-pemkab-tasikmalaya-disebut-gaptek</guid><pubDate>Senin 25 Juli 2016 12:31 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Kabar Priangan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/25/525/1446008/kurang-manfaatkan-teknologi-pemkab-tasikmalaya-disebut-gaptek-tTIcz65x1O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/25/525/1446008/kurang-manfaatkan-teknologi-pemkab-tasikmalaya-disebut-gaptek-tTIcz65x1O.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>TASIKMALAYA &amp;ndash; Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto dikritik jadul dan gagap teknologi (gaptek) karena kurang memanfaatkan kemajuan teknologi.
Kritikan tersebut diungkapkan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya,. Demi Hamzah Rahadian.
&amp;ldquo;Salah satu contoh, website pemerintah hari ini sama sekali tidak update. Padahal dengan website itu berbagai informasi bisa diakses oleh banyak masyarakat,&amp;rdquo; kata Demi, seperti dikutip dari Kabar Priangan, Senin (25/7/2016).
Demi menambahkan, akun-akun media sosial milik pemerintah juga jarang ter-update. Padahal, jumlah netizen di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya pengguna facebook lumayan banyak.
Selain itu, pemerintah belum memanfaatkan kecanggihan sistem teleconference. Padahal, dengan menggunakan kecanggihan sistem itu, pemerintah bisa menghemat anggaran dan memaksimalkan pelayanan.
&amp;ldquo;Ketika rapat dengan camat kan tidak harus camat itu datang ke Setda. Bisa teleconference. Ini sering dijadikan alasan para camat untuk meninggalkan kantor. Padahal ada banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan,&amp;rdquo; ujar dia.
Hal senada disampaikan Ketua DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna. Nana menuturkan, seharusnya, Pemkab Tasikmalaya mencontoh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam hal pemanfaatan teknologi informasi.
&amp;ldquo;Dengan kecanggihan teknologi informasi ini seolah jadi tidak ada jarak antara pemerintah dengan masyarakat. Sudah saatnya Pemkab Tasikmalaya melek teknologi,&amp;rdquo; ujar Nana.
Sementara, Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum menyambut positif kritikan tersebut. Uu mengaku, akan mempertimbangkan usulan dan masukan tentang perbaikan teknologi informasi di lingkungan Pemkab Tasikmalaya. &amp;ldquo;Usulannya bagus. InsyaAllah akan kami pertimbangkan,&amp;rdquo; kata Uu.</description><content:encoded>TASIKMALAYA &amp;ndash; Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto dikritik jadul dan gagap teknologi (gaptek) karena kurang memanfaatkan kemajuan teknologi.
Kritikan tersebut diungkapkan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya,. Demi Hamzah Rahadian.
&amp;ldquo;Salah satu contoh, website pemerintah hari ini sama sekali tidak update. Padahal dengan website itu berbagai informasi bisa diakses oleh banyak masyarakat,&amp;rdquo; kata Demi, seperti dikutip dari Kabar Priangan, Senin (25/7/2016).
Demi menambahkan, akun-akun media sosial milik pemerintah juga jarang ter-update. Padahal, jumlah netizen di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya pengguna facebook lumayan banyak.
Selain itu, pemerintah belum memanfaatkan kecanggihan sistem teleconference. Padahal, dengan menggunakan kecanggihan sistem itu, pemerintah bisa menghemat anggaran dan memaksimalkan pelayanan.
&amp;ldquo;Ketika rapat dengan camat kan tidak harus camat itu datang ke Setda. Bisa teleconference. Ini sering dijadikan alasan para camat untuk meninggalkan kantor. Padahal ada banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan,&amp;rdquo; ujar dia.
Hal senada disampaikan Ketua DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna. Nana menuturkan, seharusnya, Pemkab Tasikmalaya mencontoh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam hal pemanfaatan teknologi informasi.
&amp;ldquo;Dengan kecanggihan teknologi informasi ini seolah jadi tidak ada jarak antara pemerintah dengan masyarakat. Sudah saatnya Pemkab Tasikmalaya melek teknologi,&amp;rdquo; ujar Nana.
Sementara, Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum menyambut positif kritikan tersebut. Uu mengaku, akan mempertimbangkan usulan dan masukan tentang perbaikan teknologi informasi di lingkungan Pemkab Tasikmalaya. &amp;ldquo;Usulannya bagus. InsyaAllah akan kami pertimbangkan,&amp;rdquo; kata Uu.</content:encoded></item></channel></rss>
