<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemal Pasha Ataturk, Bapak Sekularisme Republik Turki</title><description>MENILIK sejarah pemerintahan Turki, wajib tahu Ghazi Mustafa Kemal Pasha Ataturk, bapak sekulerisme pendiri Republik Turki.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/26/18/1446765/kemal-pasha-ataturk-bapak-sekularisme-republik-turki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/26/18/1446765/kemal-pasha-ataturk-bapak-sekularisme-republik-turki"/><item><title>Kemal Pasha Ataturk, Bapak Sekularisme Republik Turki</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/26/18/1446765/kemal-pasha-ataturk-bapak-sekularisme-republik-turki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/26/18/1446765/kemal-pasha-ataturk-bapak-sekularisme-republik-turki</guid><pubDate>Selasa 26 Juli 2016 09:02 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/26/18/1446765/kemal-pasha-ataturk-bapak-sekulerisme-republik-turki-pa4sBUACus.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ghazi Mustafa Kemal Pasha Ataturk. (Foto: Islamic History)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/26/18/1446765/kemal-pasha-ataturk-bapak-sekulerisme-republik-turki-pa4sBUACus.jpg</image><title>Ghazi Mustafa Kemal Pasha Ataturk. (Foto: Islamic History)</title></images><description>MENILIK sejarah pemerintahan Turki, ada satu sosok berpengaruh yang tidak boleh dilewatkan. Dialah Ghazi Mustafa Kemal Atat&amp;uuml;rk, bapak sekularisme pendiri Republik Turki yang modern dan demokratis.
Berangkat dari anak tukang kayu, Atat&amp;uuml;rk kecil dinamai seadanya, yakni Mustafa. Nama yang sangat umum bagi anak-anak Muslim di Turki. Dia mendapat nama Kemal yang berarti kesempurnaan dari guru matematikanya di sekolah menengah militer di Selanik, sebagai pengakuan atas kecerdasan akademiknya.
Sementara nama Atat&amp;uuml;rk didapatnya belakangan, saat dia menjabat jadi presiden pertama Republik Turki. Nama itu dianugerahkan oleh Majelis Agung Turki pada 24 November 1934 -berdasarkan hukum nama keluarga- yang artinya Bapak Bangsa Turki.
Terkait kudeta militer yang baru-baru ini terjadi di Turki. Perlu diketahui bahwa kekuasaan Atat&amp;uuml;rk pun diperolehnya dari upaya penggulingan paksa kekhalifahan Ottoman. Abdul Hamid II menjadi sultan terakhir dalam sejarah kejayaan Ottoman Turki, yang runtuh akibat keterlibatannya dalam perang dunia I.Menempuh pendidikan di bidang militer, Atat&amp;uuml;rk menuai banyak  kesuksesan dalam kariernya. Tercatat dia pernah ditempatkan berperang di  Suriah dan membantu mempertahankan kedaulatan Palestina.
Bicara soal prestasi perang, dia juga layak dijagokan. Sebut saja di  antaranya, Perang di Semenanjung Gelibolu (Gallipoli) pada 1915, yang  melambungkan namanya. Jabatannya dinaikkan dari kolonel jadi Brigadir  Jenderal. Atas keberhasilannya itu, dia memperoleh gelar &quot;Pasha&quot;.
Pengaruh Atat&amp;uuml;rk pun semakin meluas. Ketika banyak pemimpin angkat  tangan, pemuda kelahiran Salonika (sekarang Tesalonika di Yunani, dulu  kawasan ini masih masuk teritori Ottoman Turki) itu menolak menyerah.  Dia menggulingkan kekuasaan Ottoman dalam upayanya mempertahankan  wilayah Turki yang terus menerus diinvasi negara asing. Saat itu,  wilayah Turki tinggal sebesar sekarang.
Pada 1917 dan 1918, Atat&amp;uuml;rk dikirim ke barisan paling depan  pertempuran Kaukasus untuk berperang melawan Rusia. Perang ini  dimenangkan oleh pasukan di bawah komando Mustafa. Sekali lagi dia  diberi posisi penting, yakni mengepalai pertempuran melawan  pemberontakan Arab.
Pasca perang dunia I, posisi Turki semakin terjepit. Demi  mempertahankan kedaulatan wilayah negara Eurasia itu, Mustafa lantas  membangun gerakan nasional yang berujung pada perang merebut Kemerdekaan  Turki, yang berpusat di Ankara.
Didukung militer dan pasokan keuangan serta senjata dari Rusia, Turki  di bawah Atat&amp;uuml;rk akhirnya berhasil memukul mundur Armenia di  Timur, Prancis dan Italia di selatan. Kekalahan juga didulang oleh  pasukan Inggris Raya dan sekutu yang berusaha menduduki Istanbul.Setelah perang berkepanjangan, habis biaya dan kelelahan, pada Juli   1923, Turki memperoleh kemerdekaan yang dicita-citakan. Atat&amp;uuml;rk didaulat menjadi presiden pertama.
Di bawah pemerintahan Atat&amp;uuml;rk, Turki berubah dari negara Kesultanan Utsmaniyah yang sangat islamis menjadi negara sekuler, yang membuat   pemisahan jelas antara agama dan negara. Meskipun, secara de facto,   bridge country barat dan timur itu dihuni oleh sebagian besar umat   Muslim, hingga saat ini.
Dilansir dari History,   Selasa (26/7/2016), Mustafa dinilai telah berjasa membawa Turki pada   kemodernan. Kepemimpinannya juga terbilang baik dan stabil.
Meski   begitu, tidak dapat dipungkiri, dia adalah sosok kunci yang memakzulkan   kekhalifahan Ottoman, menutup semua pengadilan agama dan pesantren,   melarang pemakaian jilbab di ruang publik, menghapus pelayanan hukum dan   yayasan keagamaan.
Dia juga mencabut larangan meminum alkohol, mengadopsi banyak hal   berbau kebaratan, seperti menggunakan penanggalan Gregorian. Alih-alih   mengacu pada bulan, sebagaimana negara-negara Islam pada umumnya. Dengan   demikian hari sabat atau libur di Turki berubah dari Jumat menjadi   Minggu.
Kemal bahkan mengubah alfabet Turki dari huruf Arab menjadi huruf   Romawi. Kiblat utama tidak lagi berpusat ke Saudi, tetapi di Turki.   Kerajaan Islam mula-mula di Indonesia, seperti Samudera Pasai di Aceh   pernah berkiblat pada negara bulan sabit ini.
Atat&amp;uuml;rk memerintah dengan tangan besi. Meski begitu dia sangat   dihormati rakyatnya, dan mengemban jabatannya hingga ajal menjemput. Sayangnya, Atat&amp;uuml;rk tidak dikaruniai anak. Dia tewas di kamar tidurnya   di Istana Dolmabahce di Istanbul pada 10 November 1938.
Suksesornya  tak  lain adalah perdana menterinya, Ismet Inonu. Sepeninggal dia, Turki  pun  mulai bergejolak kembali. Kaum Islam garis keras mencoba menguasai   negara dan merubahnya menjadi berpusat lagi pada keislaman.</description><content:encoded>MENILIK sejarah pemerintahan Turki, ada satu sosok berpengaruh yang tidak boleh dilewatkan. Dialah Ghazi Mustafa Kemal Atat&amp;uuml;rk, bapak sekularisme pendiri Republik Turki yang modern dan demokratis.
Berangkat dari anak tukang kayu, Atat&amp;uuml;rk kecil dinamai seadanya, yakni Mustafa. Nama yang sangat umum bagi anak-anak Muslim di Turki. Dia mendapat nama Kemal yang berarti kesempurnaan dari guru matematikanya di sekolah menengah militer di Selanik, sebagai pengakuan atas kecerdasan akademiknya.
Sementara nama Atat&amp;uuml;rk didapatnya belakangan, saat dia menjabat jadi presiden pertama Republik Turki. Nama itu dianugerahkan oleh Majelis Agung Turki pada 24 November 1934 -berdasarkan hukum nama keluarga- yang artinya Bapak Bangsa Turki.
Terkait kudeta militer yang baru-baru ini terjadi di Turki. Perlu diketahui bahwa kekuasaan Atat&amp;uuml;rk pun diperolehnya dari upaya penggulingan paksa kekhalifahan Ottoman. Abdul Hamid II menjadi sultan terakhir dalam sejarah kejayaan Ottoman Turki, yang runtuh akibat keterlibatannya dalam perang dunia I.Menempuh pendidikan di bidang militer, Atat&amp;uuml;rk menuai banyak  kesuksesan dalam kariernya. Tercatat dia pernah ditempatkan berperang di  Suriah dan membantu mempertahankan kedaulatan Palestina.
Bicara soal prestasi perang, dia juga layak dijagokan. Sebut saja di  antaranya, Perang di Semenanjung Gelibolu (Gallipoli) pada 1915, yang  melambungkan namanya. Jabatannya dinaikkan dari kolonel jadi Brigadir  Jenderal. Atas keberhasilannya itu, dia memperoleh gelar &quot;Pasha&quot;.
Pengaruh Atat&amp;uuml;rk pun semakin meluas. Ketika banyak pemimpin angkat  tangan, pemuda kelahiran Salonika (sekarang Tesalonika di Yunani, dulu  kawasan ini masih masuk teritori Ottoman Turki) itu menolak menyerah.  Dia menggulingkan kekuasaan Ottoman dalam upayanya mempertahankan  wilayah Turki yang terus menerus diinvasi negara asing. Saat itu,  wilayah Turki tinggal sebesar sekarang.
Pada 1917 dan 1918, Atat&amp;uuml;rk dikirim ke barisan paling depan  pertempuran Kaukasus untuk berperang melawan Rusia. Perang ini  dimenangkan oleh pasukan di bawah komando Mustafa. Sekali lagi dia  diberi posisi penting, yakni mengepalai pertempuran melawan  pemberontakan Arab.
Pasca perang dunia I, posisi Turki semakin terjepit. Demi  mempertahankan kedaulatan wilayah negara Eurasia itu, Mustafa lantas  membangun gerakan nasional yang berujung pada perang merebut Kemerdekaan  Turki, yang berpusat di Ankara.
Didukung militer dan pasokan keuangan serta senjata dari Rusia, Turki  di bawah Atat&amp;uuml;rk akhirnya berhasil memukul mundur Armenia di  Timur, Prancis dan Italia di selatan. Kekalahan juga didulang oleh  pasukan Inggris Raya dan sekutu yang berusaha menduduki Istanbul.Setelah perang berkepanjangan, habis biaya dan kelelahan, pada Juli   1923, Turki memperoleh kemerdekaan yang dicita-citakan. Atat&amp;uuml;rk didaulat menjadi presiden pertama.
Di bawah pemerintahan Atat&amp;uuml;rk, Turki berubah dari negara Kesultanan Utsmaniyah yang sangat islamis menjadi negara sekuler, yang membuat   pemisahan jelas antara agama dan negara. Meskipun, secara de facto,   bridge country barat dan timur itu dihuni oleh sebagian besar umat   Muslim, hingga saat ini.
Dilansir dari History,   Selasa (26/7/2016), Mustafa dinilai telah berjasa membawa Turki pada   kemodernan. Kepemimpinannya juga terbilang baik dan stabil.
Meski   begitu, tidak dapat dipungkiri, dia adalah sosok kunci yang memakzulkan   kekhalifahan Ottoman, menutup semua pengadilan agama dan pesantren,   melarang pemakaian jilbab di ruang publik, menghapus pelayanan hukum dan   yayasan keagamaan.
Dia juga mencabut larangan meminum alkohol, mengadopsi banyak hal   berbau kebaratan, seperti menggunakan penanggalan Gregorian. Alih-alih   mengacu pada bulan, sebagaimana negara-negara Islam pada umumnya. Dengan   demikian hari sabat atau libur di Turki berubah dari Jumat menjadi   Minggu.
Kemal bahkan mengubah alfabet Turki dari huruf Arab menjadi huruf   Romawi. Kiblat utama tidak lagi berpusat ke Saudi, tetapi di Turki.   Kerajaan Islam mula-mula di Indonesia, seperti Samudera Pasai di Aceh   pernah berkiblat pada negara bulan sabit ini.
Atat&amp;uuml;rk memerintah dengan tangan besi. Meski begitu dia sangat   dihormati rakyatnya, dan mengemban jabatannya hingga ajal menjemput. Sayangnya, Atat&amp;uuml;rk tidak dikaruniai anak. Dia tewas di kamar tidurnya   di Istana Dolmabahce di Istanbul pada 10 November 1938.
Suksesornya  tak  lain adalah perdana menterinya, Ismet Inonu. Sepeninggal dia, Turki  pun  mulai bergejolak kembali. Kaum Islam garis keras mencoba menguasai   negara dan merubahnya menjadi berpusat lagi pada keislaman.</content:encoded></item></channel></rss>
