<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soy Americana! Pidato Emosional Gadis 11 Tahun di Konvensi Demokrat</title><description>Seorang gadis 11 tahun yang ortunya tak punya dokumen kewarganegaraan AS, mengaku setiap hari ketakutan ortunya diusir dari AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/26/18/1446899/soy-americana-pidato-emosional-gadis-11-tahun-di-konvensi-demokrat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/26/18/1446899/soy-americana-pidato-emosional-gadis-11-tahun-di-konvensi-demokrat"/><item><title>Soy Americana! Pidato Emosional Gadis 11 Tahun di Konvensi Demokrat</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/26/18/1446899/soy-americana-pidato-emosional-gadis-11-tahun-di-konvensi-demokrat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/26/18/1446899/soy-americana-pidato-emosional-gadis-11-tahun-di-konvensi-demokrat</guid><pubDate>Selasa 26 Juli 2016 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/26/18/1446899/soy-americana-pidato-emosional-gadis-11-tahun-di-dnc-Hz9fVhlWyN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karla Ortiz (kiri) ditemani ibunya, Francisca di panggung Konvensi Nasional Partai Demokrat (Foto: Gary Cameron/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/26/18/1446899/soy-americana-pidato-emosional-gadis-11-tahun-di-dnc-Hz9fVhlWyN.jpg</image><title>Karla Ortiz (kiri) ditemani ibunya, Francisca di panggung Konvensi Nasional Partai Demokrat (Foto: Gary Cameron/REUTERS)</title></images><description>PHILADELPHIA &amp;ndash; Isu imigran, terutama yang tak berdokumen dan ilegal, jadi salah satu isu yang cukup santer dilayangkan salah satu Calon Presiden Amerika Serikat (Capres AS) AS.
Salah satu Capres AS nan kontroversial itu, bahkan menyebutkan akan membangun tembok besar bak Great Wall di China, demi membendung gelombang masuknya imigran, terlebih yang berasal dari Meksiko secara ilegal.
Namun sejak isu ini digaungkan, hampir setiap hari Karla Ortiz tak bisa tidur. Kecemasan dan ketakutan selalu melanda gadis berusia 11 tahun asal Las Vegas, Negara Bagian Nevada tersebut.
Pasalnya, meski Karla statusnya warga AS karena memang lahir di Negeri Paman Sam, namun kedua orangtuanya merupakan imigran asal Meksiko yang hingga kini, belum punya dokumen kewarganegaraan dan berpotensi, diusir Keimigrasian AS.Hal ini pula yang kemudian jadi bahan pidatonya di hari pertama DNC atau Konvensi  Nasional Partai Demokrat, Senin, 25 Juli  2016 malam waktu setempat (Selasa, 26 Juli WIB) di Wells Fargo Center,  Philadelphia, Negara Bagian Pennsylvania.
&amp;ldquo;Saya lahir di Las Vegas, Nevada. Orangtua saya datang ke sini  (AS) untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Untuk (mewujudkan) mimpi  orang Amerika,&amp;rdquo; cetus Karla yang ditemani ibunya, Francisca di panggung  DNC di Wells Fargo, dinukil Daily Mail, Selasa (26/7/2016).
&amp;ldquo;Namun saya tidak merasa punya keberanian setiap hari. Hampir  setiap hari saya ketakutan. Saya takut bahwa kapanpun ibu dan ayah saya  bisa dipaksa pergi (dari AS). Bagaimana jika suatu saat saya pulang  (dari sekolah) dan rumah saya kosong,&amp;rdquo; tambahnya yang berangsur  emosional.
Kasus seperti ini turut &amp;ldquo;diangkat&amp;rdquo; kandidat Presiden AS dari  Partai Demokrat, Hillary Clinton, setelah mantan Ibu Negara AS itu  bertemu dengan Karla dan keluarganya jelang Kaukus Nevada, Februari  silam. Saat bertemu, Karla mengklaim bahwa Hillary berjanji akan  membantu Karla soal status orangtuanya.

&amp;ldquo;Bahkan sejak saya kecil, orangtua saya sering terlihat menangis. Tapi saat itu saya tak tahu alasannya. Soy Americana (saya seorang warga Amerika)!,&amp;rdquo; lanjut Karla.
&amp;ldquo;Hillary Clinton pernah bilang bahwa dia akan  melakukan  segalanya untuk membantu kami. Dia mengatakan bahwa saya tak perlu  khawatir lagi,&amp;rdquo; tandasnya mengakiri pidato, sembari diiringi standing ovation para pendukung Partai Demokrat di DNC.</description><content:encoded>PHILADELPHIA &amp;ndash; Isu imigran, terutama yang tak berdokumen dan ilegal, jadi salah satu isu yang cukup santer dilayangkan salah satu Calon Presiden Amerika Serikat (Capres AS) AS.
Salah satu Capres AS nan kontroversial itu, bahkan menyebutkan akan membangun tembok besar bak Great Wall di China, demi membendung gelombang masuknya imigran, terlebih yang berasal dari Meksiko secara ilegal.
Namun sejak isu ini digaungkan, hampir setiap hari Karla Ortiz tak bisa tidur. Kecemasan dan ketakutan selalu melanda gadis berusia 11 tahun asal Las Vegas, Negara Bagian Nevada tersebut.
Pasalnya, meski Karla statusnya warga AS karena memang lahir di Negeri Paman Sam, namun kedua orangtuanya merupakan imigran asal Meksiko yang hingga kini, belum punya dokumen kewarganegaraan dan berpotensi, diusir Keimigrasian AS.Hal ini pula yang kemudian jadi bahan pidatonya di hari pertama DNC atau Konvensi  Nasional Partai Demokrat, Senin, 25 Juli  2016 malam waktu setempat (Selasa, 26 Juli WIB) di Wells Fargo Center,  Philadelphia, Negara Bagian Pennsylvania.
&amp;ldquo;Saya lahir di Las Vegas, Nevada. Orangtua saya datang ke sini  (AS) untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Untuk (mewujudkan) mimpi  orang Amerika,&amp;rdquo; cetus Karla yang ditemani ibunya, Francisca di panggung  DNC di Wells Fargo, dinukil Daily Mail, Selasa (26/7/2016).
&amp;ldquo;Namun saya tidak merasa punya keberanian setiap hari. Hampir  setiap hari saya ketakutan. Saya takut bahwa kapanpun ibu dan ayah saya  bisa dipaksa pergi (dari AS). Bagaimana jika suatu saat saya pulang  (dari sekolah) dan rumah saya kosong,&amp;rdquo; tambahnya yang berangsur  emosional.
Kasus seperti ini turut &amp;ldquo;diangkat&amp;rdquo; kandidat Presiden AS dari  Partai Demokrat, Hillary Clinton, setelah mantan Ibu Negara AS itu  bertemu dengan Karla dan keluarganya jelang Kaukus Nevada, Februari  silam. Saat bertemu, Karla mengklaim bahwa Hillary berjanji akan  membantu Karla soal status orangtuanya.

&amp;ldquo;Bahkan sejak saya kecil, orangtua saya sering terlihat menangis. Tapi saat itu saya tak tahu alasannya. Soy Americana (saya seorang warga Amerika)!,&amp;rdquo; lanjut Karla.
&amp;ldquo;Hillary Clinton pernah bilang bahwa dia akan  melakukan  segalanya untuk membantu kami. Dia mengatakan bahwa saya tak perlu  khawatir lagi,&amp;rdquo; tandasnya mengakiri pidato, sembari diiringi standing ovation para pendukung Partai Demokrat di DNC.</content:encoded></item></channel></rss>
