<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tewaskan 19 Orang, Ini Motif Pelaku Penusukan di Jepang</title><description>Pelaku mengatakan &amp;ldquo;Lebih baik para penyandang disabilitas itu tidak ada&quot; ketika diinterogasi polisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/26/18/1446906/tewaskan-19-orang-ini-motif-pelaku-penusukan-di-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/26/18/1446906/tewaskan-19-orang-ini-motif-pelaku-penusukan-di-jepang"/><item><title>Tewaskan 19 Orang, Ini Motif Pelaku Penusukan di Jepang</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/26/18/1446906/tewaskan-19-orang-ini-motif-pelaku-penusukan-di-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/26/18/1446906/tewaskan-19-orang-ini-motif-pelaku-penusukan-di-jepang</guid><pubDate>Selasa 26 Juli 2016 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Puti Anggraini Fanfudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/26/18/1446906/tewaskan-19-orang-ini-motif-pelaku-penusukan-di-jepang-ELjXcBoLwC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TKP penusukan brutal di fasilitas penyandang cacat di Sagamihara (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/26/18/1446906/tewaskan-19-orang-ini-motif-pelaku-penusukan-di-jepang-ELjXcBoLwC.jpg</image><title>TKP penusukan brutal di fasilitas penyandang cacat di Sagamihara (Foto: Reuters)</title></images><description>TOKYO &amp;ndash; Pria bersenjata menyerang puluhan orang di sebuah fasilitas penyandang cacat di Sagamihara, Prefektur Kanagawa, Jepang. Kepada polisi, pelaku yang diketahui bernama Satoshi Uematsu pun mengungkap motifnya.
&amp;ldquo;Lebih baik para penyandang disabilitas itu dilenyapkan,&amp;rdquo; ujar Uematsu, saat proses interogasi berlangsung di Kantor Polisi Tsukui, Jepang. Korban tewas pada peristiwa itu kini menjadi 19 orang dan 25 lainnya mengalami luka-luka.
(baca juga: Penusukan di Jepang Tewaskan 15 Orang)
Pria 26 tahun itu dulunya pernah bekerja sebagai karyawan fasilitas tersebut. Dia memiliki tas yang penuh dengan pisau dan beberapa peralatan lain. Beberapa dari peralatan tersebut telah berlumur darah ketika ia menyerahkan diri tak lama usai melakukan penusukan membabi-buta itu.
Seperti dilansir Japan Times, Selasa (26/7/2016), Gubernur Prefektur Kanagawa, Yuji Kuroiwa menyampaikan duka citanya untuk keluarga korban pada hari ini saat konferensi pers.
&amp;ldquo;Kami mohon maaf dan dengan tulus berbelasungkawa kepada korban dan keluarganya atas musibah ini. Kami akan melakukan apa pun semampu kami untuk mendukung keluarga korban dan melakukan langkah untuk mencegah peristiwa seperti ini,&amp;rdquo; tutur Kuroiwa.Pelaku ditahan polisi dengan dugaan awal percobaan pembunuhan dan  pelanggaran memasuki bangunan tanpa izin.
Saat polisi mencari tahu  identitasnya, rupanya pelaku telah bekerja di Pusat Penampungan Tsukui  Yamayuri tersebut sejak Desember 2012 dan berhenti pada Februari  lalu. Namun alasannya mengundurkan diri belum diketahui dengan  jelas.
(baca juga: Korban Tewas Penusukkan Jadi 19 Orang)
Peristiwa tersebut merupakan salah satu pembunuhan massal oleh pelaku  tunggal yang terburuk di Jepang pascaperang.
Peristiwa mirip lainnya  terjadi pada 2001 di sekolah dasar di Ikeda, Prefektur Osaka. Pelaku  menusuk orang-orang secara membabi-buta yang menyebabkan delapan  anak-anak tewas dan melukai 15 orang di sekolah tersebut.</description><content:encoded>TOKYO &amp;ndash; Pria bersenjata menyerang puluhan orang di sebuah fasilitas penyandang cacat di Sagamihara, Prefektur Kanagawa, Jepang. Kepada polisi, pelaku yang diketahui bernama Satoshi Uematsu pun mengungkap motifnya.
&amp;ldquo;Lebih baik para penyandang disabilitas itu dilenyapkan,&amp;rdquo; ujar Uematsu, saat proses interogasi berlangsung di Kantor Polisi Tsukui, Jepang. Korban tewas pada peristiwa itu kini menjadi 19 orang dan 25 lainnya mengalami luka-luka.
(baca juga: Penusukan di Jepang Tewaskan 15 Orang)
Pria 26 tahun itu dulunya pernah bekerja sebagai karyawan fasilitas tersebut. Dia memiliki tas yang penuh dengan pisau dan beberapa peralatan lain. Beberapa dari peralatan tersebut telah berlumur darah ketika ia menyerahkan diri tak lama usai melakukan penusukan membabi-buta itu.
Seperti dilansir Japan Times, Selasa (26/7/2016), Gubernur Prefektur Kanagawa, Yuji Kuroiwa menyampaikan duka citanya untuk keluarga korban pada hari ini saat konferensi pers.
&amp;ldquo;Kami mohon maaf dan dengan tulus berbelasungkawa kepada korban dan keluarganya atas musibah ini. Kami akan melakukan apa pun semampu kami untuk mendukung keluarga korban dan melakukan langkah untuk mencegah peristiwa seperti ini,&amp;rdquo; tutur Kuroiwa.Pelaku ditahan polisi dengan dugaan awal percobaan pembunuhan dan  pelanggaran memasuki bangunan tanpa izin.
Saat polisi mencari tahu  identitasnya, rupanya pelaku telah bekerja di Pusat Penampungan Tsukui  Yamayuri tersebut sejak Desember 2012 dan berhenti pada Februari  lalu. Namun alasannya mengundurkan diri belum diketahui dengan  jelas.
(baca juga: Korban Tewas Penusukkan Jadi 19 Orang)
Peristiwa tersebut merupakan salah satu pembunuhan massal oleh pelaku  tunggal yang terburuk di Jepang pascaperang.
Peristiwa mirip lainnya  terjadi pada 2001 di sekolah dasar di Ikeda, Prefektur Osaka. Pelaku  menusuk orang-orang secara membabi-buta yang menyebabkan delapan  anak-anak tewas dan melukai 15 orang di sekolah tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
