<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Palestina Siap Gugat Kolonisasi Inggris Penyebab Berdirinya Israel</title><description>Otoritas Palestina siap menggugat Inggris atas deklarasi dari mantan Menteri Luar Negeri Arthur Balfour&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/27/18/1447576/palestina-siap-gugat-kolonisasi-inggris-penyebab-berdirinya-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/27/18/1447576/palestina-siap-gugat-kolonisasi-inggris-penyebab-berdirinya-israel"/><item><title>Palestina Siap Gugat Kolonisasi Inggris Penyebab Berdirinya Israel</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/27/18/1447576/palestina-siap-gugat-kolonisasi-inggris-penyebab-berdirinya-israel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/27/18/1447576/palestina-siap-gugat-kolonisasi-inggris-penyebab-berdirinya-israel</guid><pubDate>Rabu 27 Juli 2016 00:02 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/27/18/1447576/palestina-siap-gugat-kolonisasi-inggris-penyebab-berdirinya-israel-EBAyFhkyI3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Palestina berteriak histeris usai mendapat serangan udara dari Israel (Foto: Finbarr O'Reilly/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/27/18/1447576/palestina-siap-gugat-kolonisasi-inggris-penyebab-berdirinya-israel-EBAyFhkyI3.jpg</image><title>Warga Palestina berteriak histeris usai mendapat serangan udara dari Israel (Foto: Finbarr O'Reilly/Reuters)</title></images><description>YERUSALEM &amp;ndash; Otoritas Palestina (PA) siap menggugat Inggris karena mengeluarkan mandat pada 1917 untuk meminta Suku Arab meninggalkan tanah sendiri demi berdirinya negara Israel. Inggris dianggap bertanggung jawab terhadap Perang Israel yang berlangsung sejak 1948.
Mandat tersebut ditandatangani Menteri Luar Negeri Inggris saat itu yakni Arthur Balfour. Mandat awalnya ditujukan untuk membatasi gerakan Zionis. Namun, kemudian berubah menjadi kolonisasi terhadap wilayah Palestina yang diduduki oleh Kesultanan Ottoman.
Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al Maliki di hadapan anggota Liga Arab menyatakan siap meminta pertanggungjawaban Inggris atas peran mereka dalam bencana tersebut. &amp;ldquo;Deklarasi itu memberikan orang lain sesuatu yang bukan miliknya,&amp;rdquo; ujar Maliki, sebagaimana diberitakan Russia Today, Rabu (27/7/2016).
Namun, belum jelas gugatan tersebut akan diajukan PA lewat pengadilan di negara mana. Langkah itu adalah upaya dari mantan koloni atau bangsa jajahan Inggris untuk mencari reparasi atau perbaikan nasib setelah mereka mengaku dizalimi.
Sebelumnya, pada 11 Juli, sekelompok anggota Parlemen Inggris membuat rancangan undang-undang (RUU) pengembalian koleksi patung ke Yunani. Koleksi patung tersebut dibawa oleh Lord Elgin 200 tahun lalu dari Kuil Parthenon saat menjabat sebagai Duta Besar untuk Kesultanan Ottoman.
</description><content:encoded>YERUSALEM &amp;ndash; Otoritas Palestina (PA) siap menggugat Inggris karena mengeluarkan mandat pada 1917 untuk meminta Suku Arab meninggalkan tanah sendiri demi berdirinya negara Israel. Inggris dianggap bertanggung jawab terhadap Perang Israel yang berlangsung sejak 1948.
Mandat tersebut ditandatangani Menteri Luar Negeri Inggris saat itu yakni Arthur Balfour. Mandat awalnya ditujukan untuk membatasi gerakan Zionis. Namun, kemudian berubah menjadi kolonisasi terhadap wilayah Palestina yang diduduki oleh Kesultanan Ottoman.
Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al Maliki di hadapan anggota Liga Arab menyatakan siap meminta pertanggungjawaban Inggris atas peran mereka dalam bencana tersebut. &amp;ldquo;Deklarasi itu memberikan orang lain sesuatu yang bukan miliknya,&amp;rdquo; ujar Maliki, sebagaimana diberitakan Russia Today, Rabu (27/7/2016).
Namun, belum jelas gugatan tersebut akan diajukan PA lewat pengadilan di negara mana. Langkah itu adalah upaya dari mantan koloni atau bangsa jajahan Inggris untuk mencari reparasi atau perbaikan nasib setelah mereka mengaku dizalimi.
Sebelumnya, pada 11 Juli, sekelompok anggota Parlemen Inggris membuat rancangan undang-undang (RUU) pengembalian koleksi patung ke Yunani. Koleksi patung tersebut dibawa oleh Lord Elgin 200 tahun lalu dari Kuil Parthenon saat menjabat sebagai Duta Besar untuk Kesultanan Ottoman.
</content:encoded></item></channel></rss>
