<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Obama Kaitkan Kebocoran Surel Demokrat dengan Trump &amp; Putin</title><description>Obama ungkap kemungkinan adanya benang merah antara kebocoran surel DNC, Trump dan Putin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/27/18/1447720/obama-kaitkan-kebocoran-surel-demokrat-dengan-trump-putin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/27/18/1447720/obama-kaitkan-kebocoran-surel-demokrat-dengan-trump-putin"/><item><title>Obama Kaitkan Kebocoran Surel Demokrat dengan Trump &amp; Putin</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/27/18/1447720/obama-kaitkan-kebocoran-surel-demokrat-dengan-trump-putin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/27/18/1447720/obama-kaitkan-kebocoran-surel-demokrat-dengan-trump-putin</guid><pubDate>Rabu 27 Juli 2016 08:34 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/27/18/1447720/obama-kaitkan-kebocoran-surel-demokrat-dengan-trump-putin-F2zpctrvaR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Amerika Serikat, Barack Hussein Obama II (Foto: Carlo Allegri/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/27/18/1447720/obama-kaitkan-kebocoran-surel-demokrat-dengan-trump-putin-F2zpctrvaR.jpg</image><title>Presiden Amerika Serikat, Barack Hussein Obama II (Foto: Carlo Allegri/REUTERS)</title></images><description>WASHINGTON DC &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, turut angkat bicara soal kebocoran sekira 19 ribu email atau surat elektronik (surel) Komite Konvensi Nasional Partai Demokrat atau DNC (Democratic National Comittee)
Kebocoran sural yang menunjukkan kecenderungan komite untuk memfavoritkan Hillary Clinton sebagai Calon Presiden (Capres) AS berikutnya dari Demokrat, ketimbang rival Hillary &amp;ndash; Bernie Sanders.
Berawal dari kebocoran di WikiLeaks, Biro Investigasi Federal AS (FBI) mendapati informasi bahwa data-data WikiLeaks itu berasal dari seorang hacker (peretas) asal Rusia.
Kebocoran itu berujung pada mundurnya Ketua Komite Konvensi Partai Demokrat, Debbie Wasserman Schultz, kendati pada akhirnya di Selasa, 26 Juli 2016 malam (Rabu pagi WIB), Hillary tetap dinobatkan sebagai Capres Partai Demokrat yang resmi untuk melaju ke Pilpres AS, 8 November 2016 mendatang.Nah, mengenai hal di atas, Presiden Obama mengungkapkan bahwa  ini bukan hanya &amp;lsquo;kerjaan&amp;rsquo; sang hacker Rusia pribadi. Namun juga ada  kemungkinan keterlibatan pemerintah Rusia di dalamnya, untuk  mempengaruhi dan merecoki Pilpres AS.
&amp;ldquo;Semuanya mungkin (soal rumor keterlibatan pemerintah Rusia). Saya  tahu bahwa sejumlah pakar mengaitkan hal ini dengan (pemerintah) Rusia,&amp;rdquo;  tutur Obama kepada NBC News, dikutip Telegraph, Rabu (27/7/2016).
&amp;ldquo;Yang kami ketahui adalah, ada orang Rusia yang meretas sistem kita.  Tidak hanya sistem pemerintah, tapi juga sistem (sektor) swasta,&amp;rdquo;  tambahnya.
Obama juga bahkan mengaitkannya dengan Capres AS dari Partai  Republik, Donald Trump yang diketahui mengagumi sosok Presiden Rusia,  Vladimir Putin.

&amp;ldquo;Terkait motif kebocoran ini, saya tidak bisa mengatakannya secara  langsung. Yang kita tahu adalah, Donald Trump berulang kali menyatakan  kekagumannya pada Vladimir Putin. Saya pikir Trump juga mendapat  keuntungan dari dukungan di Rusia,&amp;rdquo; tandas Obama.</description><content:encoded>WASHINGTON DC &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, turut angkat bicara soal kebocoran sekira 19 ribu email atau surat elektronik (surel) Komite Konvensi Nasional Partai Demokrat atau DNC (Democratic National Comittee)
Kebocoran sural yang menunjukkan kecenderungan komite untuk memfavoritkan Hillary Clinton sebagai Calon Presiden (Capres) AS berikutnya dari Demokrat, ketimbang rival Hillary &amp;ndash; Bernie Sanders.
Berawal dari kebocoran di WikiLeaks, Biro Investigasi Federal AS (FBI) mendapati informasi bahwa data-data WikiLeaks itu berasal dari seorang hacker (peretas) asal Rusia.
Kebocoran itu berujung pada mundurnya Ketua Komite Konvensi Partai Demokrat, Debbie Wasserman Schultz, kendati pada akhirnya di Selasa, 26 Juli 2016 malam (Rabu pagi WIB), Hillary tetap dinobatkan sebagai Capres Partai Demokrat yang resmi untuk melaju ke Pilpres AS, 8 November 2016 mendatang.Nah, mengenai hal di atas, Presiden Obama mengungkapkan bahwa  ini bukan hanya &amp;lsquo;kerjaan&amp;rsquo; sang hacker Rusia pribadi. Namun juga ada  kemungkinan keterlibatan pemerintah Rusia di dalamnya, untuk  mempengaruhi dan merecoki Pilpres AS.
&amp;ldquo;Semuanya mungkin (soal rumor keterlibatan pemerintah Rusia). Saya  tahu bahwa sejumlah pakar mengaitkan hal ini dengan (pemerintah) Rusia,&amp;rdquo;  tutur Obama kepada NBC News, dikutip Telegraph, Rabu (27/7/2016).
&amp;ldquo;Yang kami ketahui adalah, ada orang Rusia yang meretas sistem kita.  Tidak hanya sistem pemerintah, tapi juga sistem (sektor) swasta,&amp;rdquo;  tambahnya.
Obama juga bahkan mengaitkannya dengan Capres AS dari Partai  Republik, Donald Trump yang diketahui mengagumi sosok Presiden Rusia,  Vladimir Putin.

&amp;ldquo;Terkait motif kebocoran ini, saya tidak bisa mengatakannya secara  langsung. Yang kita tahu adalah, Donald Trump berulang kali menyatakan  kekagumannya pada Vladimir Putin. Saya pikir Trump juga mendapat  keuntungan dari dukungan di Rusia,&amp;rdquo; tandas Obama.</content:encoded></item></channel></rss>
