<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imparsial Anggap Pemilihan Wiranto Jadi Menko Polhukam Tak Tepat</title><description>Direktur lembaga Imparsial Al-Araf menilai pemilihan Wiranto menjadi Menko Polhulkam kurang tepat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/28/337/1449395/imparsial-anggap-pemilihan-wiranto-jadi-menko-polhukam-tak-tepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/28/337/1449395/imparsial-anggap-pemilihan-wiranto-jadi-menko-polhukam-tak-tepat"/><item><title>Imparsial Anggap Pemilihan Wiranto Jadi Menko Polhukam Tak Tepat</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/28/337/1449395/imparsial-anggap-pemilihan-wiranto-jadi-menko-polhukam-tak-tepat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/28/337/1449395/imparsial-anggap-pemilihan-wiranto-jadi-menko-polhukam-tak-tepat</guid><pubDate>Kamis 28 Juli 2016 19:16 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/28/337/1449395/imparsial-anggap-pemilihan-wiranto-jadi-menko-polhukam-tak-tepat-BLq0dIDI7Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sertijab Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan ke Wiranto (foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/28/337/1449395/imparsial-anggap-pemilihan-wiranto-jadi-menko-polhukam-tak-tepat-BLq0dIDI7Z.jpg</image><title>Sertijab Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan ke Wiranto (foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Direktur lembaga Imparsial Al-Araf menilai keputusan Presiden Joko Widodo menjadikan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto sebaga&amp;lrm;i Menko Polhukam kurang tepat.

&quot;Secara etika kenegaraan dan etika politik menjadi tidak tepat presiden pilih Wiranto jadi Menko Polhukam. Tentunya presiden bisa pilih calon lain yang tidak terkait isu HAM,&quot; ujar Al-Araf usai menghadiri diskusi di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2016).

Menurutnya, Wiranto saat ini masih tersandung berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di masa lalu yang hingga kini belum juga tertuntaskan.
(Baca: Ditunjuknya Wiranto Munculkan Luka Lama Pelanggaran HAM)
&quot;Presiden seharusnya perhatikan itu. Dalam reshuffle kabinet para calon bebas dari persoalan ham dan bebas dari persolan korupsi di masa lalu,&quot; jelas Al-Araf.

&quot;Salah satunya dalam konteks kehormatan HAM penting untuk memastikan para menteri memiliki kepedulian terhadap HAM dan tidak terlibat dalam kasus HAM masa lalu,&quot; sambungnya.
&amp;lrm;
Al-Araf menambahkan, dalam konteks ini memang seorang Wiranto statusnya masih dalam proses peradilan pelanggaran HAM yang belum final. Oleh karenanya, pertimbangan Presiden dalam merombak kabinet belum tepat seutuhnya.

&quot;Masa keluarga korban yang demonstrasi di depan Istana setiap hari Kamis itu didiamkan, harusnya menjadi suara yang didengar presiden dalam reshuffle kabinet,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur lembaga Imparsial Al-Araf menilai keputusan Presiden Joko Widodo menjadikan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto sebaga&amp;lrm;i Menko Polhukam kurang tepat.

&quot;Secara etika kenegaraan dan etika politik menjadi tidak tepat presiden pilih Wiranto jadi Menko Polhukam. Tentunya presiden bisa pilih calon lain yang tidak terkait isu HAM,&quot; ujar Al-Araf usai menghadiri diskusi di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2016).

Menurutnya, Wiranto saat ini masih tersandung berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di masa lalu yang hingga kini belum juga tertuntaskan.
(Baca: Ditunjuknya Wiranto Munculkan Luka Lama Pelanggaran HAM)
&quot;Presiden seharusnya perhatikan itu. Dalam reshuffle kabinet para calon bebas dari persoalan ham dan bebas dari persolan korupsi di masa lalu,&quot; jelas Al-Araf.

&quot;Salah satunya dalam konteks kehormatan HAM penting untuk memastikan para menteri memiliki kepedulian terhadap HAM dan tidak terlibat dalam kasus HAM masa lalu,&quot; sambungnya.
&amp;lrm;
Al-Araf menambahkan, dalam konteks ini memang seorang Wiranto statusnya masih dalam proses peradilan pelanggaran HAM yang belum final. Oleh karenanya, pertimbangan Presiden dalam merombak kabinet belum tepat seutuhnya.

&quot;Masa keluarga korban yang demonstrasi di depan Istana setiap hari Kamis itu didiamkan, harusnya menjadi suara yang didengar presiden dalam reshuffle kabinet,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
