<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Salah Tafsir Ayat Jihad, Penyebab Utama Munculnya Teroris</title><description>Menurut al-Dawoly, jihad atau perang pada zaman Rasullullah dalam rangka mempertahankan hak-hak umat Islam</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/29/337/1450240/salah-tafsir-ayat-jihad-penyebab-utama-munculnya-teroris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/29/337/1450240/salah-tafsir-ayat-jihad-penyebab-utama-munculnya-teroris"/><item><title>Salah Tafsir Ayat Jihad, Penyebab Utama Munculnya Teroris</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/29/337/1450240/salah-tafsir-ayat-jihad-penyebab-utama-munculnya-teroris</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/29/337/1450240/salah-tafsir-ayat-jihad-penyebab-utama-munculnya-teroris</guid><pubDate>Jum'at 29 Juli 2016 16:51 WIB</pubDate><dc:creator>Badriyanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/29/337/1450240/salah-tafsir-ayat-jihad-penyebab-utama-munculnya-teroris-H9PTIq5pqU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi PBNU soal terorisme (Foto: Badri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/29/337/1450240/salah-tafsir-ayat-jihad-penyebab-utama-munculnya-teroris-H9PTIq5pqU.jpg</image><title>Diskusi PBNU soal terorisme (Foto: Badri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penulis The Islamic Law Of War, Justification and Regulation, Prof. Dr. Ahmed al-Dawody mengatakan, terorisme disebabkan karena tafsir terhadap ayat-ayat jihad. Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam diskusi yang diselenggarakan Tashwirul Afkar di Gedung PBNU Jakarta Pusat.
&quot;Banyak sekali ayat yang menjelaskan tentang jihad pada waktu itu, sayangnya para non spesialis memahami ayat-ayat jihad secara sepotong-sepotong,&quot; jelas al-Dawoly di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (29/7/2016).
(Baca Juga: Gelar Diskusi, PBNU Sikapi Hukum Islam tentang Konflik Bersenjata)
Menurut al-Dawoly, jihad atau perang pada zaman Rasullullah dalam rangka mempertahankan hak-hak umat Islam dan menunjukkan eksistensi bukan bermaksud untuk menyerang.
&quot;Jika diteliti, dalam rangka mepertahankan hak-hak umat Islam pada waktu itu, dalam rangka menunjukkan eksistensi umat Islam bukan untuk menyerang dan memerangi non muslim,&quot; ungkap al-Dawoly.
Paham terorisme disebabkan ketidakmampuan menafsirkan ayat-ayat jihad, Alquran tidak dapat ditafsirkan oleh semua orang tanpa mempunyai keahlian terutama ayat-ayat jihad.
&quot;Menafsirkan ayat-ayat jihad dibutuhkan ilmu Bahasa Arab, Mantiq dan sebagainya, jadi tidak semua orang dapat memahami ayat-ayat itu,&quot; kata al-Dawoly.</description><content:encoded>JAKARTA - Penulis The Islamic Law Of War, Justification and Regulation, Prof. Dr. Ahmed al-Dawody mengatakan, terorisme disebabkan karena tafsir terhadap ayat-ayat jihad. Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam diskusi yang diselenggarakan Tashwirul Afkar di Gedung PBNU Jakarta Pusat.
&quot;Banyak sekali ayat yang menjelaskan tentang jihad pada waktu itu, sayangnya para non spesialis memahami ayat-ayat jihad secara sepotong-sepotong,&quot; jelas al-Dawoly di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (29/7/2016).
(Baca Juga: Gelar Diskusi, PBNU Sikapi Hukum Islam tentang Konflik Bersenjata)
Menurut al-Dawoly, jihad atau perang pada zaman Rasullullah dalam rangka mempertahankan hak-hak umat Islam dan menunjukkan eksistensi bukan bermaksud untuk menyerang.
&quot;Jika diteliti, dalam rangka mepertahankan hak-hak umat Islam pada waktu itu, dalam rangka menunjukkan eksistensi umat Islam bukan untuk menyerang dan memerangi non muslim,&quot; ungkap al-Dawoly.
Paham terorisme disebabkan ketidakmampuan menafsirkan ayat-ayat jihad, Alquran tidak dapat ditafsirkan oleh semua orang tanpa mempunyai keahlian terutama ayat-ayat jihad.
&quot;Menafsirkan ayat-ayat jihad dibutuhkan ilmu Bahasa Arab, Mantiq dan sebagainya, jadi tidak semua orang dapat memahami ayat-ayat itu,&quot; kata al-Dawoly.</content:encoded></item></channel></rss>
