<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Perusakan Tempat Ibadah di Tanjung Balai</title><description>Perusakan delapan wihara ini disulut oleh salah seorang warga berinisial M (41).</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/30/340/1450703/kronologi-perusakan-tempat-ibadah-di-tanjung-balai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/07/30/340/1450703/kronologi-perusakan-tempat-ibadah-di-tanjung-balai"/><item><title>Kronologi Perusakan Tempat Ibadah di Tanjung Balai</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/07/30/340/1450703/kronologi-perusakan-tempat-ibadah-di-tanjung-balai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/07/30/340/1450703/kronologi-perusakan-tempat-ibadah-di-tanjung-balai</guid><pubDate>Sabtu 30 Juli 2016 08:35 WIB</pubDate><dc:creator>Erie Prasetyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/30/340/1450703/kronologi-perusakan-tempat-ibadah-di-tanjung-balai-mzZ7LJfUGJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/30/340/1450703/kronologi-perusakan-tempat-ibadah-di-tanjung-balai-mzZ7LJfUGJ.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>MEDAN - Sebanyak delapan wihara yang berada di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara dirusak warga pada Jumat malam 29 Juli.  Perusakan itu diduga lantaran umat agama tertentu tersinggung terhadap  seorang warga yang protes terhadap kegiatan ibadah di tempat ibadah di  Jalan Karya, Tanjung Balai.  Tak berapa lama setelah aksi protes tersebut, kemudian pengurus tempat  ibadah masjid mendatangi rumah warga untuk membicarakan soal protes  yang dilakukannya.  &quot;Karena suasana pada saat itu sudah agak memanas, maka warga tersebut  dan suaminya diamankan ke Polsek Tanjung Balai Selatan,&quot; kata Kabid  Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari kepada Okezone, Sabtu  (30/7/2016).  Namun, karena dipicu postingan seorang netizen yang menyebutkan tentang  sikap protes aktivitas agama tersebut, beberapa kelompok masyarakat di  Tanjung Balai kemudian berkumpul dan mendatangi rumah pelaku.  Massa sempat membubarkan diri, namun karena masih tersulut emosi mereka  kembali ke rumah pelaku dan ingin membakar rumahnya. Beruntung aksi  tersebut tak dilakukan.  &quot;Karena massa sudah semakin banyak dan semakin emosi, selanjutnya massa  bergerak menuju Wihara Juanda yang berjarak sekitar 500 meter dari Jalan  Karya lalu. Massa berupaya membakar wihara namun dihadang oleh personel  Polres Tanjung Balai. Lalu dilakukan pelemparan dengan menggunakan batu  sehingga vihara tersebut mengalami kerusahan,&quot; beber Rina.  Tidak berhenti disitu saja, massa yang semakin emosi kemudian mendatangi wihara lain di kota Tanjung Balai. Akibat kerusuhan itu, setidaknya  delapan wihara dilaporkan dirusak warga. (fas)</description><content:encoded>MEDAN - Sebanyak delapan wihara yang berada di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara dirusak warga pada Jumat malam 29 Juli.  Perusakan itu diduga lantaran umat agama tertentu tersinggung terhadap  seorang warga yang protes terhadap kegiatan ibadah di tempat ibadah di  Jalan Karya, Tanjung Balai.  Tak berapa lama setelah aksi protes tersebut, kemudian pengurus tempat  ibadah masjid mendatangi rumah warga untuk membicarakan soal protes  yang dilakukannya.  &quot;Karena suasana pada saat itu sudah agak memanas, maka warga tersebut  dan suaminya diamankan ke Polsek Tanjung Balai Selatan,&quot; kata Kabid  Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari kepada Okezone, Sabtu  (30/7/2016).  Namun, karena dipicu postingan seorang netizen yang menyebutkan tentang  sikap protes aktivitas agama tersebut, beberapa kelompok masyarakat di  Tanjung Balai kemudian berkumpul dan mendatangi rumah pelaku.  Massa sempat membubarkan diri, namun karena masih tersulut emosi mereka  kembali ke rumah pelaku dan ingin membakar rumahnya. Beruntung aksi  tersebut tak dilakukan.  &quot;Karena massa sudah semakin banyak dan semakin emosi, selanjutnya massa  bergerak menuju Wihara Juanda yang berjarak sekitar 500 meter dari Jalan  Karya lalu. Massa berupaya membakar wihara namun dihadang oleh personel  Polres Tanjung Balai. Lalu dilakukan pelemparan dengan menggunakan batu  sehingga vihara tersebut mengalami kerusahan,&quot; beber Rina.  Tidak berhenti disitu saja, massa yang semakin emosi kemudian mendatangi wihara lain di kota Tanjung Balai. Akibat kerusuhan itu, setidaknya  delapan wihara dilaporkan dirusak warga. (fas)</content:encoded></item></channel></rss>
