<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PM Najib: Jadikan Chaos Irak, Suriah &amp; Libya sebagai Pelajaran</title><description>PM Malaysia tegaskan penolakan intervensi asing agar dunia Islam terseret konflik seperti yang dialami Irak, Suriah dan Libya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/03/18/1454171/pm-najib-jadikan-chaos-irak-suriah-libya-sebagai-pelajaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/08/03/18/1454171/pm-najib-jadikan-chaos-irak-suriah-libya-sebagai-pelajaran"/><item><title>PM Najib: Jadikan Chaos Irak, Suriah &amp; Libya sebagai Pelajaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/03/18/1454171/pm-najib-jadikan-chaos-irak-suriah-libya-sebagai-pelajaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/08/03/18/1454171/pm-najib-jadikan-chaos-irak-suriah-libya-sebagai-pelajaran</guid><pubDate>Rabu 03 Agustus 2016 17:40 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/03/18/1454171/pm-najib-jadikan-chaos-irak-suriah-libya-sebagai-pelajaran-9bVEv1MBra.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdana Menteri Malaysia, Dato' Sri Haji Mohammad Najib bin Tun Haji Abdul Razak (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/03/18/1454171/pm-najib-jadikan-chaos-irak-suriah-libya-sebagai-pelajaran-9bVEv1MBra.jpg</image><title>Perdana Menteri Malaysia, Dato' Sri Haji Mohammad Najib bin Tun Haji Abdul Razak (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Dalam pidatonya di hadapan sekitar dua ribu partisipan Forum Ekonomi Islam Dunia (WIEF) ke-12 di Jakarta, Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak merujuk invasi Irak dan Arab Spring sebagai pelajaran bagi negara-negara Islam lainnya.
Rujukan agar mencegah dan menolak intervensi asing, demi stabilitas politik. Jika situasi politik sudah stabil, maka peningkatan ekonomi hanya soal waktu.
&amp;ldquo;Invasi (asing) di Irak secara khusus memicu rangkaian petaka. Chaos (kekacauan), kehancuran dan potensi negara yang terpecah adalah momok yang sudah terlihat di negara-negara seperti Irak, Suriah dan Libya,&amp;rdquo; tutur PM Najib, disadur New Strait Times, Rabu (3/8/2016).
&amp;ldquo;Yang namanya Arab Spring menghasilkan ketidakstabilan di kawasan (Timur Tengah). Sementara teroris dan milisi bersenjata lainnya, sekarang berkeliaran bebas di negeri-negeri yang sebelumnya damai. Kotak pandora konflik sektarian juga sudah terbuka,&amp;rdquo; imbuhnya.
Soal stabilitas, PM Najib mengungkit situasi politik di Malaysia dan Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim yang besar, bagaikan oase perdamaian dan stabilitas tanpa intervensi asing yang bisa dicontoh negara-negara lain.
&amp;ldquo;Ini alasannya para pemimpin harus bekerja keras menyelesaikan permasalahan bersama. Saya selalu mendukung keterbukaan terhadap dunia dan kolaborasi. Namun kita harus tetap menghormati kedaulatan, hukum dan demokrasi satu sama lainnya,&amp;rdquo; sambung PM Najib.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Dalam pidatonya di hadapan sekitar dua ribu partisipan Forum Ekonomi Islam Dunia (WIEF) ke-12 di Jakarta, Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak merujuk invasi Irak dan Arab Spring sebagai pelajaran bagi negara-negara Islam lainnya.
Rujukan agar mencegah dan menolak intervensi asing, demi stabilitas politik. Jika situasi politik sudah stabil, maka peningkatan ekonomi hanya soal waktu.
&amp;ldquo;Invasi (asing) di Irak secara khusus memicu rangkaian petaka. Chaos (kekacauan), kehancuran dan potensi negara yang terpecah adalah momok yang sudah terlihat di negara-negara seperti Irak, Suriah dan Libya,&amp;rdquo; tutur PM Najib, disadur New Strait Times, Rabu (3/8/2016).
&amp;ldquo;Yang namanya Arab Spring menghasilkan ketidakstabilan di kawasan (Timur Tengah). Sementara teroris dan milisi bersenjata lainnya, sekarang berkeliaran bebas di negeri-negeri yang sebelumnya damai. Kotak pandora konflik sektarian juga sudah terbuka,&amp;rdquo; imbuhnya.
Soal stabilitas, PM Najib mengungkit situasi politik di Malaysia dan Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim yang besar, bagaikan oase perdamaian dan stabilitas tanpa intervensi asing yang bisa dicontoh negara-negara lain.
&amp;ldquo;Ini alasannya para pemimpin harus bekerja keras menyelesaikan permasalahan bersama. Saya selalu mendukung keterbukaan terhadap dunia dan kolaborasi. Namun kita harus tetap menghormati kedaulatan, hukum dan demokrasi satu sama lainnya,&amp;rdquo; sambung PM Najib.</content:encoded></item></channel></rss>
