<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Tabrak Lari yang Menyebabkan Waluyo Meninggal</title><description>Kepulangan Waluyo ke kampung halaman membuat keluarga dan warga kaget. Pasalnya, setahun lalu Waluyo dinyatakan meninggal karena kecelakaan lalu lintas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/03/510/1454151/kronologi-tabrak-lari-yang-menyebabkan-waluyo-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/08/03/510/1454151/kronologi-tabrak-lari-yang-menyebabkan-waluyo-meninggal"/><item><title>Kronologi Tabrak Lari yang Menyebabkan Waluyo Meninggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/03/510/1454151/kronologi-tabrak-lari-yang-menyebabkan-waluyo-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/08/03/510/1454151/kronologi-tabrak-lari-yang-menyebabkan-waluyo-meninggal</guid><pubDate>Rabu 03 Agustus 2016 17:22 WIB</pubDate><dc:creator>Markus Yuwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/03/510/1454151/kronologi-tabrak-lari-yang-menyebabkan-waluyo-meninggal-QMgy81CFKv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Makam Waluyo (foto: Markus Yuwono/Sindo Radio)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/03/510/1454151/kronologi-tabrak-lari-yang-menyebabkan-waluyo-meninggal-QMgy81CFKv.jpg</image><title>Makam Waluyo (foto: Markus Yuwono/Sindo Radio)</title></images><description>YOGYAKARTA - Polisi mengklaim penanganan kasus kecelakaan yang menimpa Waluyo sudah sesuai prosedur. Waluyo merupakan korban tabrak lari di Jalan Yogyakarta-Wonosar, Gunungkidul, saat tengah berjalan kaki.

Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Samiyono mengungkapkan, saat itu korban tabrak lari tidak membawa kartu identias. &quot;Awalnya ada laporan kecelakaan dari Polsek Playen, lalu kami tindak lanjuti dengan membuat laporan,&quot; katanya saat bebincang dengan Okezone, Rabu (6/8/2016).

Kecelakan terjadi pada 1 Mei 2015 sekitar pukul 18.00 WIB. Kala itu, seunit sepeda motor dari arah timur atau dari arah Wonosari, menyalip kendaraan roda empat di depannya, di Jalan Yogyakarta-Wonosari, Dusun Nogosari, Gunungkidul.

Saat berusaha menyalip itulah, sepeda motor yang datang dari arah timur itu, menabrak pejalan kaki yang datang dari arah barat. Pejalan kaki itu mengalami luka cukup serius di kepala belakang dan kaki kiri patah.

&quot;Korban dibawa ke RS Nurrohmah lalu di rujuk ke RS Sardjito,&quot; kata Kasatlantas.

Setelah kejadian itu, datang seorang bernama Anti yang mengaku sebagai anak pejalan kaki korban tabrak lari itu. Anti menyebut korban bernama Waluyo. Anti bahkan membawa surat keterangan identitas dari kelurahan.

&quot;Saat itu pun pihak keluarga membawa surat keterangan dari kelurahan terkait identitas korban. Sebab, akan digunakan mengurus asuransi,&quot; bebernya.

Polisi lantas melakukan identifikasi dengan cara mengumpulkan informasi dari keluarga. Polisi juga mempertemukan Waluyo yang terbaring di rumah sakit, dengan orang yang mengaku sebagai keluarganya.

Keluarga juga dapat memastikan korban tabrak lari adalah Waluyo karena ada ciri fisik di antaranya tahi lalat pada bagian ketiak kanan. &quot;Memang dari pengakuan keluarga saat itu, tubuh korban tidak segemuk sebelum meninggalkan rumah,&quot; ucapnya.

Berdasarkan itulah, polisi memastikan bahwa pejalan kaki korban tabrak lari  bernama Waluyo, warga Suryoputran PB 3/43, Penembahan, Kraton, Yogyakarta.

Sementara Waluyo dirawat selama enam hari di RSUP dr Sardjito sampai akhirnya meninggal dunia. Keluarga korban bahkan sudah menerima santunan Jasa Raharja Rp10 juta dan Rp25 juta atas kecelakaan tersebut.

Seperti diberitakan, kepulangan Waluyo ke kampung halamannya di Yogyakarta membuat keluarga dan warga kaget. Pasalnya, setahun lalu Waluyo dinyatakan meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Waluyo menjadi korban tabrak lari.

Sementara Waluyo mengaku bingung dikabarkan meninggal. Selama setahun tidak berada di rumah, Waluyo mengaku tinggal di Semarang untuk bekerja. Dia juga tidak pernah mendengar kabar kematiannya.

Sampai saat ini, belum terungkap siapa sebenarnya Waluyo korban kecelakaan yang telah dimakamkan di Gunung Kidul tersebut.
</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Polisi mengklaim penanganan kasus kecelakaan yang menimpa Waluyo sudah sesuai prosedur. Waluyo merupakan korban tabrak lari di Jalan Yogyakarta-Wonosar, Gunungkidul, saat tengah berjalan kaki.

Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Samiyono mengungkapkan, saat itu korban tabrak lari tidak membawa kartu identias. &quot;Awalnya ada laporan kecelakaan dari Polsek Playen, lalu kami tindak lanjuti dengan membuat laporan,&quot; katanya saat bebincang dengan Okezone, Rabu (6/8/2016).

Kecelakan terjadi pada 1 Mei 2015 sekitar pukul 18.00 WIB. Kala itu, seunit sepeda motor dari arah timur atau dari arah Wonosari, menyalip kendaraan roda empat di depannya, di Jalan Yogyakarta-Wonosari, Dusun Nogosari, Gunungkidul.

Saat berusaha menyalip itulah, sepeda motor yang datang dari arah timur itu, menabrak pejalan kaki yang datang dari arah barat. Pejalan kaki itu mengalami luka cukup serius di kepala belakang dan kaki kiri patah.

&quot;Korban dibawa ke RS Nurrohmah lalu di rujuk ke RS Sardjito,&quot; kata Kasatlantas.

Setelah kejadian itu, datang seorang bernama Anti yang mengaku sebagai anak pejalan kaki korban tabrak lari itu. Anti menyebut korban bernama Waluyo. Anti bahkan membawa surat keterangan identitas dari kelurahan.

&quot;Saat itu pun pihak keluarga membawa surat keterangan dari kelurahan terkait identitas korban. Sebab, akan digunakan mengurus asuransi,&quot; bebernya.

Polisi lantas melakukan identifikasi dengan cara mengumpulkan informasi dari keluarga. Polisi juga mempertemukan Waluyo yang terbaring di rumah sakit, dengan orang yang mengaku sebagai keluarganya.

Keluarga juga dapat memastikan korban tabrak lari adalah Waluyo karena ada ciri fisik di antaranya tahi lalat pada bagian ketiak kanan. &quot;Memang dari pengakuan keluarga saat itu, tubuh korban tidak segemuk sebelum meninggalkan rumah,&quot; ucapnya.

Berdasarkan itulah, polisi memastikan bahwa pejalan kaki korban tabrak lari  bernama Waluyo, warga Suryoputran PB 3/43, Penembahan, Kraton, Yogyakarta.

Sementara Waluyo dirawat selama enam hari di RSUP dr Sardjito sampai akhirnya meninggal dunia. Keluarga korban bahkan sudah menerima santunan Jasa Raharja Rp10 juta dan Rp25 juta atas kecelakaan tersebut.

Seperti diberitakan, kepulangan Waluyo ke kampung halamannya di Yogyakarta membuat keluarga dan warga kaget. Pasalnya, setahun lalu Waluyo dinyatakan meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Waluyo menjadi korban tabrak lari.

Sementara Waluyo mengaku bingung dikabarkan meninggal. Selama setahun tidak berada di rumah, Waluyo mengaku tinggal di Semarang untuk bekerja. Dia juga tidak pernah mendengar kabar kematiannya.

Sampai saat ini, belum terungkap siapa sebenarnya Waluyo korban kecelakaan yang telah dimakamkan di Gunung Kidul tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
