<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terduga Teroris di Batam Namai Kelompoknya 'Khitabah Gonggong Rebus'</title><description>Penamaan tersebut termasuk unik, lantaran para teroris itu menggunakan nama sejenis hewan kerang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/05/337/1456005/terduga-teroris-di-batam-namai-kelompoknya-khitabah-gonggong-rebus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/08/05/337/1456005/terduga-teroris-di-batam-namai-kelompoknya-khitabah-gonggong-rebus"/><item><title>Terduga Teroris di Batam Namai Kelompoknya 'Khitabah Gonggong Rebus'</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/08/05/337/1456005/terduga-teroris-di-batam-namai-kelompoknya-khitabah-gonggong-rebus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/08/05/337/1456005/terduga-teroris-di-batam-namai-kelompoknya-khitabah-gonggong-rebus</guid><pubDate>Jum'at 05 Agustus 2016 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/05/337/1456005/terduga-teroris-di-batam-namai-kelompoknya-khitabah-gonggong-rebus-XhsXH8rG6r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi saat berjaga-jaga di rumah terduga teroris Batam (foto: Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/05/337/1456005/terduga-teroris-di-batam-namai-kelompoknya-khitabah-gonggong-rebus-XhsXH8rG6r.jpg</image><title>Polisi saat berjaga-jaga di rumah terduga teroris Batam (foto: Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap enam orang terduga teroris yang tergabung dalam satu kelompok di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (5/8/2016) pagi tadi.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Agus Rianto menjelaskan kelompok yang ditangkap di Batam diduga terkait jaringan pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta awal Juli 2016 lalu, yang menamai kelompoknya Khitabah Gonggong Rebus (KGR).
&quot;Kita melakukan penangkapan pada enam orang yang diduga merupakan kelompok teroris. Yang ini mungkin belum pernah kita dengar namanya, yakni KGR yakni 'Khitabah Gonggong Rebus',&quot; ujar Agus di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/8/2016).
Menurut Agus penamaan tersebut termasuk unik, lantaran para teroris itu menggunakan nama sejenis hewan kerang yang biasa disajikan untuk hidangan makanan laut (seafood) di daerah Batam.
&quot;Gonggong Rebus itu kalau di Batam sejenis seafood, mirip kerang-kerangan gitu lah,&quot; terang Agus.
Kelompok KGR ini menurut Agus dipimpin terduga teroris bernama GRD yang ditangkap di wilayah Batam Center. Selain GRD, Densus 88 juga menangkap lima terduga teroris lainnya yakni TS, TAR, ES, HGY, dan MPS.
GRD menurut Agus memiliki berbagai peran dalam aksi-aksi teroris. Ia sempat menjadi fasilitator keberangkatan ikhwan-ikhwan dari Indonesia menuju Suriah melalui Turki yang dibantu oleh WNI yang ada di Turki.
GRD juga diduga memiliki hubungan dengan Bahrun Naim, pelaku sejumlah teror bom salah satunya di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat awal tahun 2016 silam.
&quot;GRD diduga menjadi penerima dan penyalur dana untuk kegiatan radikalisme di Indonesia khususnya yang berasal dari Bahrun Naim yang ada di Suriah,&quot; ungkap Agus.
Bersama Bahrun Naim, keduanya sempat merencanakan untuk menghancurkan Marina Bay, Singapura dengan meluncurkan roket dari Batam. GRD, lanjut Agus juga melalukan penyerangan di beberapa tempat atas perintah Bahrun Naim.
&quot;Termasuk merencanakan bom bunuh diri dengan sasaran tempat keramaian dan objek vital termasuk di dalamnya kantor-kantor kepolisian, juga mengembangkan sel-sel teroris yang mereka inginkan di beberapa negara di Asia Tenggara,&quot; papar Agus.
Saat ini, GRD dan lima terduga teroris lainnya sedang dilakukan pemeriksaan intensif guna mendapatkan keterangan-keterangan terkait peran mereka.
&quot;Keenam orang ini masih terus kita lalukan pemeriksaan intensif. Mudah-mudah langkah dan upaya yang kami lakukan ini mampu mematikan rasa aman masyarakat,&quot; pungkas Agus.
</description><content:encoded>JAKARTA - Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap enam orang terduga teroris yang tergabung dalam satu kelompok di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (5/8/2016) pagi tadi.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Agus Rianto menjelaskan kelompok yang ditangkap di Batam diduga terkait jaringan pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta awal Juli 2016 lalu, yang menamai kelompoknya Khitabah Gonggong Rebus (KGR).
&quot;Kita melakukan penangkapan pada enam orang yang diduga merupakan kelompok teroris. Yang ini mungkin belum pernah kita dengar namanya, yakni KGR yakni 'Khitabah Gonggong Rebus',&quot; ujar Agus di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/8/2016).
Menurut Agus penamaan tersebut termasuk unik, lantaran para teroris itu menggunakan nama sejenis hewan kerang yang biasa disajikan untuk hidangan makanan laut (seafood) di daerah Batam.
&quot;Gonggong Rebus itu kalau di Batam sejenis seafood, mirip kerang-kerangan gitu lah,&quot; terang Agus.
Kelompok KGR ini menurut Agus dipimpin terduga teroris bernama GRD yang ditangkap di wilayah Batam Center. Selain GRD, Densus 88 juga menangkap lima terduga teroris lainnya yakni TS, TAR, ES, HGY, dan MPS.
GRD menurut Agus memiliki berbagai peran dalam aksi-aksi teroris. Ia sempat menjadi fasilitator keberangkatan ikhwan-ikhwan dari Indonesia menuju Suriah melalui Turki yang dibantu oleh WNI yang ada di Turki.
GRD juga diduga memiliki hubungan dengan Bahrun Naim, pelaku sejumlah teror bom salah satunya di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat awal tahun 2016 silam.
&quot;GRD diduga menjadi penerima dan penyalur dana untuk kegiatan radikalisme di Indonesia khususnya yang berasal dari Bahrun Naim yang ada di Suriah,&quot; ungkap Agus.
Bersama Bahrun Naim, keduanya sempat merencanakan untuk menghancurkan Marina Bay, Singapura dengan meluncurkan roket dari Batam. GRD, lanjut Agus juga melalukan penyerangan di beberapa tempat atas perintah Bahrun Naim.
&quot;Termasuk merencanakan bom bunuh diri dengan sasaran tempat keramaian dan objek vital termasuk di dalamnya kantor-kantor kepolisian, juga mengembangkan sel-sel teroris yang mereka inginkan di beberapa negara di Asia Tenggara,&quot; papar Agus.
Saat ini, GRD dan lima terduga teroris lainnya sedang dilakukan pemeriksaan intensif guna mendapatkan keterangan-keterangan terkait peran mereka.
&quot;Keenam orang ini masih terus kita lalukan pemeriksaan intensif. Mudah-mudah langkah dan upaya yang kami lakukan ini mampu mematikan rasa aman masyarakat,&quot; pungkas Agus.
</content:encoded></item></channel></rss>
